
Adrian yang akhirnya melihat dan menyaksikan sendiri kekejaman Luca hanya termenung dan masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Memang benar ia sangat membenci si tua bangka Wijaya, tapi jika sampai harus membunuhnya, itu sudah lain cerita.
Luca yang berjalan meninggalkan tambak ikan yang berada di tengah laut itu juga mengajak Adrian untuk segera pulang.
“Apa yang kau lamunkan, ayo pulang hari sudah mulai gelap.” Ucap Luca sambil menyalakan rokok cerutu miliknya.
Dari wajah pria paruh baya itu tak terlihat sedikit pun rasa bersalah atau penyesalan atas apa yang baru saja terjadi, baginya hal seperti itu sudah biasa dan memang harus di lakukan.
Adrian yang kini mengikuti Luca dari belakang mulai meninggalkan tambak yang sudah di penuhi mayat dan darah.
Sesampainya di mobil, Luca memanggil Thomas dan berbicara padanya.
“Bersihkan sisa sisa sampah itu, jangan tinggalkan jejak sedikit pun seperti biasa.”
“Baik bos, serahkan padaku.”
Dengan cepat mobil sedan hitam yang di tumpangi Adrian dan Luca berjalan pelan meninggalkan tambak.
Adrian yang memang sudah sering mendengar rumor buruk tentang Luca Salamanca hanya bisa menyimpan rahasia besar hari itu. Akhirnya ia tau kalau rumor rumor itu memang benar adanya.
Keluarga bangsawan kota Bluesky itu memang tertutup dan hanya memerintah dari bayang bayang, bisa di bilang hampir semua sektor penting di kota itu di bawah kuasanya.
Luca yang melihat Adrian hanya termenung dan tak berbicara sedikitpun mulai menenangkan bocah yang terlihat sangat terpukul itu.
“Pasti berat bagimu ya...apa ini pertama kalinya kau melihat orang dibunuh di depan matamu?”
“Pak, kenapa anda membunuh mereka semua?...”
“Membunuh?...aku tidak membunuh, aku hanya membersihkan semak liar yang sudah mulai tinggi, bukankah itu hal yang wajar?.” Ucap Luca sambil tersenyum di hadapan Adrian.
Adrian yang melihat Luca hanya menganggap orang orang yang di bantainya bagaikan semak liar yang ada di perkarangan rumahnya menjadi tau sosok asli pria itu.
Dalam hatinya ia masih tak bisa menerima apa yang baru saja Luca lakukan. Tapi apa boleh buat, di kota itu siapa yang berani berurusan dengan sang penguasa kota, bahan keluarga Wijaya juga di habisi dengan kejam.
__ADS_1
Di tempat lain...
Eka yang sudah di suruh pergi dari kota Bluesky malam itu juga meninggalkan kota kelahirannya.
Di bantu sang adik Dwi yang tersadar, dua kakak beradik itu membawa jasad sang ayah dan seluruh keluarganya meninggalkan kota Bluesky.
Saat ini ia sudah tak dapat melakukan apa apa, jangankan memikirkan untuk membalas dendam, ia yang saat ini ingin keluar dari kota Bluesky saja sudah di intai dan di awasi oleh antek Luca yang memang tersebar di seluruh kota.
Malam itu keluaraga Wijaya pindah dan meninggalkan kota Bluesky. Seluruh kejadian dan barang bukti di leyapkan malam itu juga oleh Thomas.
Tambak besar dan luas itu di bakar dan seluruh mayat di tenggelamkan ke laut. Jika ada jasad yang tersisa itu hanyalah jasad tua bangka Wijaya yang memang di bawa oleh sang anak.
Di dalam pesawat...
Eka dan dwi yang masih tak terima ayahnya di bunuh kini hanya duduk dan sedang menuju Colombia.
Seluruh keluarga mereka di bawa dan di ungsikan malam itu juga. Di sana mereka akan menemui Big Dady dan mulai menyusun rencana balas dendam.
“Kak, aku minta maaf...jika saja aku bisa membunuh anak itu...”
“Ini bukan salahmu, setelah masalah Big Dady dengan kelompok BaneHallow selesai kita akan kembali ke kota itu dan membuat perhitungan dengan mereka semua.” Ucap Eka sambil melihat keluar jendela pesawat.
Dalam hatinya masih ada rasa bersalah atas apa yang terjadi. Ratusan nyawa melayang hanya karna ia tak dapat mengontrol emosinya.
Memang benar bukan ia yang membunuh orang-orang, tapi awal mula pembantaian itu juga dari kesalahannya yang membuat anak bungsu kesayangan Wijaya koma di rumah sakit.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, waktu tak dapat di putar ulang dan malam itu Adrian terdidur dengan rasa bersalah yang masih menyelimuti seluruh hatinya.
***
Sudah dua minggu berlalu sejak tragedi berdarah hari itu. Adrian yang sudah dapat melupakan sejenak semua masalahnya mulai dapat tersenyum cerah kembali.
Apa lagi kini sang ayah akan pulang dari kapal asing. Saat ini Adrian dan sang ibu sedang menunggu kepulangan sang ayah di dermaga.
Saat sang ibu sedang berbelanja di toko baju sekitar, Adrian yang duduk sambil memancing melihat kapal asing penangkap ikan di mana sang ayah bekerja mulai menepi.
__ADS_1
Dengan cepat ia menelepon sang ibu dan ibunya yang memang sudah menanti nantikan hari itu langsung berlari dan menuju dermaga.
Karna memang sudah ada jadwal kapan kembali, sang ayah terpaksa menunggu saat kapal besar penangkap ikan itu akan berlabu.
Dari jauh kini terlihat seorang pria berbadan besar dan kekar mirip dengan Adrian berlari sesaat kapal itu menepi.
Sang ibu yang dapat melihat jelas suaminya akhirnya kembali dari melaut langsung berlari dan merekapun berpelukan di sana.
Adrian yang melihat momen bahagia kedua orang tuanya hanya tersenyum dan berjalan mendekat.
Ia sengaja melambatkan langkahnya agar tak mengganggu momen mesra kedua orang tuanya saat itu.
“Judy...bagaimana caranya kamu bisa sembuh total?...apa yang sebenarnya terjadi?”
“Entahlah, yang jelas aku merasa tubuhku sangat sehat...sayang selamat datang kembali.”
Sambil berjalan mendekat, Adrian yang melihat ayahnya juga tersenyum cerah.
“Selamat datang kembali yah.”
“Ad..Adrian...apa kamu Adrian?” ucap sang ayah dengan ekspresi bingung.
Tentu saja ia bingung, baru tiga bulan lalu ia pulang dan keadaan sang anak masih normal. Tapi saat ini di hadapanya, Adrian yang sudah Glow Up membuat sang ayah pangling.
“Tentu saja, ini anakmu Adrian tapi dengan versi mempesona.” Balas Adrian.
Hari itu keluarga kecil Adrian akhirnya berkumpul kembali. Sambil menikmati jamuan yang memang sudah di siapkan untuk menyambut sang ayah, Adrian dan keluarganya kini memakan makanan mewah kesukaan sang ayah bersama sama.
Sambil makan, Adrian dan ibunya juga melarang sang ayah untuk bekerja kembali di kapal asing.
Tapi tanpa di larang pun sang ayah juga sudah memutuskan untuk berhenti bekerja karna ia ingin lebih menikmati momen bersama sang istri tercinta karna sudah tujuh tahun terpisah.
Malam itu Adrian yang sudah kekenyangan hanya berbaring dan bersantai di kamar.
Ia menghabiskan waktu berjam jam bermain hp sampai suara ******* sang ibu mulai terdengar secara samar oleh kuping Adrian.
__ADS_1
Tujuh tahun orang tuanya tak bersama, jadi wajar saja mereka melakukannya.
“Astaga, sepertinya rumah ini memamg harus di renovasi.” Ucap Adrian sambil menutup telinganya dengan Headset.