
Adrian yang sedang senggang duduk di pinggir pantai Bluesky. Ia yang beberapa saat lalu di peringatkan Sea kalau pria bernama Evan Hanz itu berbahaya mulai memikirkan langkah pencegahan.
Saat itu Adrian bertanya pada Sea berapa % kemungkinan ia bisa menang melawan Hanz dalam pertarungan satu lawan satu.
Lalu jawaban dari Sea benar-benar mengejutkan Adrian. Kemungkinan ia bisa menang dalam wujud manusia alias human form adalah 0%.
Parahnya lagi jika dalam wujud terkuatnya alias dalam mode Raja Laut, itu bahkan tak sampai menyentuh angka 50%. Semua itu karna kemampuan hebatnya juga masih memiliki batas limit.
Untungnya jika pertarungan benar-benar terjadi antara BaneHallow dan Sea Army secara keseluruhan, maka kemungkinan Adrian untuk menang bisa meningkat pesat.
Itu semua tak lain karna kehebatan Sea Army itu sendiri.
Sadar dirinya masih sangat lemah, Adrian akhirnya mengerti dan memahami letak kelemahan dari pasukan hebatnya yaitu dirinya sendiri.
“Huuf, sepertinya aku harus bertabah kuat lagi...”
Saat sedang melamun dan menatap Laut Bluesky, sosok yang sudah ia tunggu-tunggu sampai dan berbicara padanya.
“Tuan...aku sampai, hehehehe.”
“Aspidochelone...akhirnya kamu sampai juga.”
Siang itu Adrian langsung menemui Aspidochelone yang tiba di laut Bluesky.
Karna tak ingin menarik banyak mata, Adrian menahan sejenak Aspidochelone untuk sesaat karna siang hari laut Bluesky masih sangat ramai.
Malam harinya, Aspidochelone akhirnya berjalan kembali sampai ia tiba tepat di belakang kantor Adrian.
“Dah...untuk sekarang kamu di sini dulu.”
“Baik bos...”
“Terus, aku memiliki satu permintaan padamu Aspi.”
“Apa itu bos?”
Sambil duduk di punggung Aspi{nama singkatan yang Adrian berikan}, Adrian mulai menceritakan ide gilanya untuk membangun markas besar di atas punggung kura-kura raksasa itu.
Aspi yang mendengarkan keinginan Sang Raja yang sudah menyelamatkannya juga setuju bahkan sangat senang.
Dengan begitu mereka akan lebih sering berjumpa dan bisa bersama.
“Begitulah...karna itu apa kau mau membantuku?”
“Kenapa harus meminta izin bos, saya yang berhutang nyawa ini akan melakukan apapun itu untuk membalas kebaikan anda bos.”
“Begitu ya...syukurlah, mulai sekarang akan ada banyak orang yang bekerja di atas tubuhmu jadi mohon kerjasamanya.”
“Baik bos serahkan padaku...”
Hari itu Adrian yang sudah merencanakan kegilaan dan impian besarnya benar-benar melakukan itu.
Kemunculan Aspidochelone yang merupakan pulau besar secara tiba-tiba di pinggir laut Bluesky juga menjadi banyak perbincangan warga lokal.
__ADS_1
Bahkan beberapa media masa indonesia dan asing juga mulai membicarakan kemunculan pulau besar itu yang tiba-tiba.
Tapi gilanya lagi, Adrian yang saat ini menguasai kota Bluesky justru dengan terang-terangan membangun markas besar Baruna Grub di sana.
Rencananya ia akan membangun Mansion mewah, Hotel berbintang 7, Rumah Aquarium terbesar dan terlengkap di dunia dll.
Dan jelas yang utama pasti markas besar Seven Sea dan anggota Sea Army yang akan terus bertambah nantinya.
Satu bulan kemudian...
Adrian yang benar-benar sibuk sebulan ini hanya bisa fokus mengurus semua keperluan di Bluesky.
Bisnisnya yang makin gila, pembangunan mega proyek super duper besar di atas Aspidochelone, acara ulang tahun ibunya yang sudah di depan mata dll.
Mengurus semua itu membuat Adrian benar-benar kewalahan. Bahkan sebulan ini ia sampai tak bisa menyelesiakan limit memancing tingkat tinggi.
Meskipun Basil sudah mengatakan akan mengurus sisanya, tapi Adrian yang tak ingin terlalu membebani Basil juga ikut membantu.
Saat Adrian sedang mengecek dokumen di kantornya, seseorang dari pemerintahan indonesia yang sudah Adrian tunggu-tunggu akhirnya datang ke kantornya.
“Tok..tok...tok...permisi pak ada tamu yang ingin bertemu anda."
“Masuk, pintunya gak di kunci.”
Lalu seorang wanita kantoran dan dua pria tua bangka langsung masuk ke dalam ruangan Adrian.
“Selamat siang pak, ini ada utusan dari pemerintah pusat yang ingin bertemu dengan anda.”
Siang itu Adrian yang sudah tau peraturan aneh dan segala macamnya yang ada di negeri wakanda juga tau maksud dari kedatangan pejabat korup yang saat ini ada di hadapannya.
Ia yang sudah menyiapkan uang sogokan dalam jumlah besar juga sudah paham cara kerja sistem pemerintahan negeri konoha.
Untungnya berkat hubungan baik dengan Mr Suvillian tetap terjaga, semua emas miliknya laku dengan cepat.
“Jadi begitu mas Adrian...gak sembarangan anda bisa bangun sesuatu di atas pulau sebesar itu yang masih menjadi hak milik negara.”
“Ohh, begitu ya pak...maklum pak saya cuman pengen memiliki pulau pribadi kayak yang lainnya dan pulau itu juga tak terdata jadi harusnya gak terikat dong sama peraturan negara ini.”
“Ohhh tidak bisa, semua yang masih dalam batas negara ini masih menjadi milik negara dan Mas Adrian sebagai WNI juga harus menurutinya.”
Seperti berbicara muter-muter dengan orang yang serakah yang haus akan uang, Adrian yang hanya berbasa-basi di awal akhirnya mengeluarkan jurus andalannya.
“Hehehe, yaudah maklum pak, tapi proyek saya sudah jalan...apakah gak ada cara buat kita sama-sama enak?”
“Hemmm, untuk itulah kami kemari...sini Mas saya jelaskan.”
Akhirnya setelah perundingan panjang, Adrian di haruskan membayar uang dalam jumlah yang besar jika harus membangun bisnis di pulau itu.
Ia yang harusnya memiiki pulau berjalan itu karna memang miliknya di paksa membayar dengan sangat mahal.
“Yaudah kalo gitu saya bakalan bayar, tapi saya mau itu pulau benar-benar menjadi milik saya dan ada perjanjian tertulis yang jelas dari negara.”
“Ohhh tenang Mas, serahin semuanya sama kami.”
__ADS_1
“Kalau begitu saya percayain sama bapak berdua dan kalau semuanya lancar saya juga akan kasih bonus yang besar jadi kita sama-sama enak.”
Akhirnya dua pejabat bangsat utusan dari pusat yang ingin meraup keuntungan dari bisnis Adrian yang makin besar pergi dari sana.
Adrian sebagai warga negara yang baik hanya bisa menghela nafas saat di paksa membayar padahal Aspidochelone adalah pulau berjalan miliknya.
Ia mau tak mau harus membayar uang dalam jumlah besar jika menginginkan pulau itu.
Tapi jika bisnisnya makin lancar dan semuanya sudah selesai, maka uang yang banyak itu jelas akan kembali lagi kepadanya.
Adrian yang ingin membuat tempat hiburan eksotic super langka dan satu-satunya di dunia di atas Aspidochelone hanya ingin mewujudkan mimpi besarnya bersama sang kekasih.
“Huuf, semoga saja semuanya tetap terkendali dan lancar.”
Adrian yang sudah lelah akhirnya pulang ke rumah. Di rumahnya saudara dan sanak family juga sudah berkumpul.
Karna ulang tahun sang ibu tinggal beberapa hari lagi, semua kenalan berkumpul di rumahnya dan mempersiapkan pesta super besar.
Pesta itu nantinya akan di hadiri seluruh orang di Bluesky.
Karna sang ibu yang sudah sembuh dari komanya selama tujuh tahun, ibu Adrian ingin di hari ulang tahunnya yang berdekatan dengan Adrian merayakan hari berbahagia mereka bersama semua orang.
Saat sampai di rumah, rumah besar yang sudah seperti pasar itu terlihat sedikit berantakan karna memang sedang di dekorasi oleh banyak pekerja.
Bayangkan saja ibunya mengundang semua orang di Bluesky, gak kebayang persiapannya bakalan kayak gimana.
Baru sampai di rumah, sang ibu yang melihat anak kesayangannya pulang dari kantor langsung mendatanginya.
“Adrian...”
“Gimana kerjaan kamu, lancar?”
“Iya mah, semuanya baik-baik aja.”
“Hehehe, bagusulah dan jangan lupa ya hadiah ulang tahun mama harus spesial...”
“Hooh, Adrian dah siapain kejutan spesial jadi tunggu aja waktunya nanti.”
“Bagus itu baru anak mama, muahhh...”
Setelah di kecup, Adrian langsung ke kamarnya dan mandi.
Tak lupa juga ia menelepon Basil yang sedang di luar negeri dan menanyakan soal hadiah yang akan ia berikan pada sang ibu.
Di hari ulang tahun ibunya, Adrian berencana memberikan sebuah Jet pribadi yang sudah ia beli Cash dan akan menjadi hadiah darinya untuk sang ibu.
__ADS_1