
Adrian yang melihat tubuh sexy tanpa busana Kandita hanya termenung seperti orang bodoh.
Pikirannya saat ini benar-benar sudah di penuhi nafsu. Caliburnya berdiri tegak dan terlihat ingin keluar secara paksa dari sarungnya.
Di tambah Kandita yang saat ini membelai dadanya dengan halus dan manja membuat Adrian tak tahan lagi.
“Buktikan padaku kalau kau adalah Raja sejati...”
Adrian yang mendengar ucapan mesra dari Kandita di telinganya langsung menarik tubuh wanita itu.
Tubuh Kandita ia peluk dan bibir merah meronanya langsung Adrian kecup.
Belum lama berciuman, lidah mereka langsung terhubung seutuhnya dan saling memutar.
Dengan penuh nafsu Adrian mencium dan menikmati mulut Kandita yang lembut dan sexy.
Nafas Kandita yang sewangi bunga melati juga membuat Adrian makin tak tahan.
Aroma tubuh Kandita yang sangat kuat seperti membawa Adrian pada puncak impian tiap pria dan Adrian langsung mengangkat dan membaringkan Kandita di tempat tidur.
Kandita yang berada di bawah juga tetap aktif seakan ia tak mau kalah.
Secara cepat Adrian membuka baju dan celananya. Bajunya bahkan ia sobek karna sudah tak tahan lagi.
“Kandita...”
Adrian yang Caliburnya sejak tadi malam sudah meronta-ronta langsung ia keluarkan dari sarungnya.
Kandita yang melihat Calibur besar milik Adrian juga tersenyum dan berbisik manja di telinganya.
“Berikan padaku...” kata Kandita sambil menggigit telinga Adrian dengan mesra.
Malam itu Adrian sudah tak bisa berfikir apa-apa lagi selain kenikmatan duniawi. Ia menusuk dan menghantam lobang Sang Penguasa Laut Selatan dengan brutal.
Berbeda ketika bercinta bersama sang kekasih di mana Adrian sedikit menahan diri dan lemah lembut.
Di hadapan Kandita, Adrian sama sekali tak merasa malu dan melakukan apapun yang ia mau pada tubuh Ratu itu.
Ia mencium dan menjilati setiap lekukan dari tubuh Kandita semaunya. Dada besar dan bulat itu bahkan sudah penuh air liurnya.
Kandita yang di dominasi juga tak tinggal diam. Seperti tak mau kalah, mereka berganti posisi lagi dan lagi.
Mulai dari yang saling berpelukan, berdiri, melingkar-lingkar sampai yang terbalik mereka lakukan.
Adrian yang di kuasai nafsu juga sudah tak memikirkan apa-apa lagi. Meskipun awalnya ia merasa bersalah pada sang kekasih, tapi tubuhnya seperti berkata lain.
“Lagi...berikan padaku lagi tuan...”
“Kandita...terima ini....”
“Crootttt....”
__ADS_1
Adrian yang keluar di dalam juga tak berhenti dan terus bergoyang. Seperti tenaganya tak ada habisnya, ia terus menikmati tubuh Kandita yang super sexy.
Dengan hanya melihat tubuh itu saja Calibur Adrian akan di paksa tegak kembali dan terus berperang.
Malam itu kamar Ratu Istana Laut Selatan bergoyang hebat dan suara kenikmatan tak henti-hentinya terdengar nyaring di kamar Sang Ratu.
Dari malam sampai pagi datang Adrian terus menikmati setiap inci dari tubuh Kandita.
Tubuhnya yang sudah keluar tak terhitung lagi mulai merasa kelelahan. Tapi Kandita yang bahkan masih terus bergoyang mulai mengambil alih dan saat ini berada di atas Adrian.
Sambil bergoyang dengan manja, Kandita mulai berbicara.
“Apa hanya segini saja kemampuan anda tuan?...permainan bahkan belum mulai...”
Kandita yang melihat Adrian kelelahan mulai bergerak makin cepat. Adrian yang di timpa kelembutan dan kenikmatan tiada tara itu hanya menutup matanya.
Ia saat ini tak bisa memikirkan apa-apa lagi dan hanya memiliki satu tujuan yatu menaklukkan Penguasa Laut Selatan.
Saat Kandita bergerak makin cepat, Adrian yang mulai merasakan sesuatu keluar kembali dari tubuhnya langsung bergetar dan cream miliknya lagi-lagi di peras.
“Aaahhh...kelu...keluarrrrr....”
“Crottt...”
Di tembakan yang ke sekian kalinya, Adrian yang di paksa keluar kembali terlihat sudah tak bergerak.
Kandita yang menatap Adrian dari atas juga langsung mendekat dan berbisik di telinga Adrian dengan manja.
“Hanya segini saja?...”
Kandita yang melihat Adiran sudah KO sambil menutup matanya berniat menyudahi hubungan mereka saat itu.
Ia yang tau manusia memang memiliki nafsu berlebih dan tak tahan lama hanya bisa menghela nafas.
Ia yang terlalu berharap atau memang Adrian yang tak sekuat dan seperkasa yang ia fikirkan, Kandita berdiri lalu berniat mengambil kain miliknya.
Tapi belum sempat ia melangkahkan kakinya, Adrian yang bangun kembali langsung memeluk Kandita dari belakang dengan erat dan berbisik di telinganya.
“Mau kemana kau...bukankah kau yang bilang permainan baru akan di mulai...”
Dengan brutal Adrian menghantam Kandita kembali dari belakang. Kini gaya berdiri langsung mereka lakukan.
Kandita yang sudah memastikan Adrian kehabisan energi juga di buat bingung dan terkejut.
Tapi itu hanya sesaat karna saat Calibur Adrian masuk dan menusuk, Kandita tersenyum horny kembali dan mereka melanjutkan permainan yang baru saja di mulai.
“Aaahhh....”
“Lagi....”
“Berikan padaku lagi...”
__ADS_1
Adrian yang sudah meminum air suci langsung kembali pada kondisi puncaknya.
Kandita yang di perlakukan dengan kasar juga hanya menikmati dan MenDesah hebat.
******* penuh gairah dari sang Ratu Laut Selatan menggema di kamar besar dan megah itu tanpa henti.
Mereka yang memulai dari malam hari terus melanjutkan permainan sampai malam kembali.
Adrian yang sudah meminum beberapa botol Air Suci juga tak segan-segan dan terus menghantam lobang Kandita dengan kencang.
“AAhhhhh...”
“Itu...itu curang tuan...anda tak boleh...”
“Berisik...akan ku tunjukkan padamu siapa jagoannya di sini...”
Adrian yang sudah kehilangan akal dan terjatuh dalam kenikmatan hanya memiliki satu tujuan.
Menaklukan Sang Ratu Penguasa Laut Selatan dan menjadikannya miliknya seorang.
Tubuh super sexy dan kenikmatan tiada tara itu akan ia jadikan miliknya pribadi dan Adrian bersungguh-sungguh dalam melakukan itu.
Tak terhitung lagi Air Suci yang sudah ia habiskan. Kandita yang tangguh di paksa berteriak dan mengerang kenikmatan secara terus menerus tanpa henti.
Sampai tiga hari tiga malam sudah berlalu dan Kandita yang akhirnya menyerah sudah tak bergerak lagi.
“A...aku menye...rah tuan.”
"Tolong lepaskan aku...”
Kandita yang akhirnya di taklukkan di hari ketiga di paksa menyerah. Tapi Adrian yang sudah di butakan nafsu dan terjerumus ke jalan setan tak berhenti dan terus bergoyang.
Ia yang tau tak semua wanita setangguh Kandita terus melancarkan aksinyanya dan semua fantasy liarnya yang tanpa batas.
Bahkan kini bukan hanya lobang V milik Kandita yang ia nikmati. Tapi semua lobang yang ada ia kendalikan dan Kandita yang menyerah di beri Air Suci oleh Adrian.
Saat di paksa meminum Air Suci, Kandita yang tenaganya kembali langsung mengerti kehebatan dan keperkasaan salah satu Raja terpilih yang ada di hadapannya.
“Air Suci...pantas saja anda sangat perkasa tuan...”
“Kalau kau mengerti maka bergeraklah...kau sendirikan yang bilang ingin di taklukkan dengan cara ini!"
Di butakan oleh kenikmatan, dua Supremacy itu melanjutkan apa yang mereka mulai.
Sampai 12 hari berlalu dan kamar Kandita yang luas sudah di penui botol Air Suci yang tak terhitung lagi.
Kamar dan kasur yang awalnya rapi juga sudah tak berbentuk. Semua barang juga terlihat acak-acakan.
Adrian dan Kandita yang selalu berganti posisi dan tempat membuat kamar luas itu tak berbentuk lagi.
Dan puncaknya di hari ke 13, Kandita Solon III mengaku kalah dan tunduk pada keperkasaan Adrian.
__ADS_1
Saat Adrian sibuk di butakan kenikmatan, saat itu juga kapal besar Bangsa Atlantis terlihat memasuki Tutorial Kerajaan Solon.
Di hari itu juga Adrian akan menyadari kebodohan terbesar dalam hidupnya dan akan memulai kehidupan barunya di neraka terdalam Underworld.