
Secara perlahan isi perut Eka dan Dwi di keluarkan. Usus mereka di tarik dan dalam keadaan sekarat, tangan mereka berdua di paku ke besi beton menggunakan tulang kuat milik Orca.
Semua orang yang ada di sana juga sama. Semuanya di bunuh secara perlahan dan brutal.
Isi perut mereka di keluarkan dan dalam keadaan masih bernyawa, tangan mereka semua di paku.
Sampai hanya sisa seorang pria tua gemuk seperti babi yang terliat ketakutan dan bersembunyi di pojokan.
Melihat Orca yang mendekatinya, pria itu berteriak.
“Jangan mendekat...aku sudah membayar kalian dengan mahal, kenapa masih menargetkan kami?”
Seakan tak peduli, Orca mendekat dan melakukan hal yang sama pada pria gemuk itu.
“Lepaskan...”
“Aku adalah Big Dady, kau tak bisa...”
“Greeekkkk.”
Semua isi perut Big Dady di keluarkan dan tubuhnya di paku bersama orang-orang lainnya.
Manta dan Polpo yang sudah membunuh semua musuh yang ada di luar juga masuk dan kini melihat aksi gila dan psikopat yang Orca lakukan.
Tapi dengan ekspresi biasa saja, Polpo justru mengeluarkan hp miliknya dan mengfoto target operasi beserta semua orang yang di paku bagaikan serangga saat itu.
Di dalam ruangan baja itu, Eka, Dwi, Big Dady dan seluruh petinggi Mafia Big Dady yang memang sedang berkumpul di bunuh secara kejam dan brutal.
“Misi selesai...waktunya kembali.”Ucap Manta kepada dua rekannya.
Tapi Orca yang merasakan ada Aura dan gelombang kuat dari seseorang yang menuju tempat itu tak mendengarkan ucapan Manta dan berjalan ke luar Mansion.
Sambil menatap ke arah pintu masuk, tiba-tiba saja sebuah mobil sport masuk dan langsung mendatangi mereka.
Dengan santainya dua orang keluar dari mobil itu.
Satu seorang pria muda dengan pakaian super trendy. Rambut pirang dan kulit putih, serta bola mata berwarna orange cerah menatap dan berjalan mendekati Orca.
Lalu satu lagi seorang wanita cantik yang juga terlihat masih muda. Pakaian seksi dan mempesona miliknya menambah kecantikan wanita itu.
Mata biru seperti blue saphire, tubuh tinggi dan super seksi, serta rambut hitam dan panjang membuat tiap pria pasti melirik ke arahnya.
Melihat pembantaian yang ada di sana, pria yang tak lain adalah sala satu anggota BaneHallow yaitu Steve Justine dan budaknya Mikaela Rai langsung mendatangi Orca dan Manta.
“Apa-apaan ini bajingan...apa kalian yang melakukan hal gila ini?” ucap Justine sambil menatap Orca.
Tubuh besar Orca juga seperti tak membuat pria muda arogan itu takut. Bahkan Aura membunuh yang Orca keluarkan juga tak mempengaruinya.
__ADS_1
Tapi Orca yang memang baru pertama kali beraksi tak banyak omong dan langsung menyerang Justine saat itu juga.
Perutnya di tusuk oleh tangan tajam Orca dan semua isi perutnya di keluarkan dengan brutal.
Mikaela yang melihat itu langsung ketakutan dan gemetaran. Sangking takutnya, Mikaela sampai tersungkur dan pucat seketika,
“Jus..Justine...”
Justine yang perutnya di serang secara tiba-tiba dan isi perutnya di keluarkan langsung memuntahkan banyak darah dan tersungkur di tanah.
Tapi anehnya pria itu justru tersenyum...
“Sialan...berani sekali ka...”
Belum sempat Justine menyelesaikan omongannya, Orca langsung menginjak kepala pria itu sampai hancur lebur. Semua isi otaknya berserakan.
Mikaela yang melihat partnernya di bunuh dengan brutal bahkan tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi terlihat ketakutan bukan main.
Tapi lama kelamaan, ekspresi takutnya berubah dan wajah pucat itu langsung tertawa terbahak bahak.
“Jus...Justine...hahahaha, akhirnya si bodoh itu mati juga.”
“Hahahaha....”
Saat Mikaela tertawa kencang, saat itu juga racun milik Polpo membunuhnya.
Terkena racun Polpo, Mikaela tak dapat bergerak dan mati dengan cepat.
Kepala yang hancur dan isi perut yang berserakaan kembali menyatu.
Melihat keanehan itu, Manta sedikit terkejut sedangkan Orca tersenyum seperti psikopat.
Sambil menunggu musuh bangkit seutuhnya, Orca mengatakan pada dua temannya itu untuk tak mengganggunya.
“Jangan ada yang mengganggu, yang ini adalah mainanku.”
Setelah beberaa saat, Justine hidup kembali. Secara ajaib pria muda itu hidup kembali dan seluruh tubuhnya menyatu dengan sempurna.
“Sialan, sakit tau...setidaknya biarkan aku menyelesaikan perkataanku dulu bajingan!”
Justine yang sudah tak tahan lagi langsung mengeluarkan pisau aneh berwarna hitam pekat. Dengan kecepatan yang gila, ia menerjang ke arah Orca dan menyerangnya.
Sangking cepatnya gerakan Justine, Orca yang sedikit telat menghindar terluka dan bagian lehernya sedikit lecet lalu mengeluarkan darah.
Manta yang ada di sana di buat sangat kaget dan tak menyangka. Tubuh kuat Orca dapat terluka karna pisau kecil aneh itu.
Orca yang lehernya terluka bukannya takut tapi justru tersenyum seperti psikopat gila. Lalu dua pria itu bertarung satu sama lain.
__ADS_1
Orca dengan kecepatan dan kekuatannya langsung membunuh Justine berkali-kali. Justine yang terus bangkit seakan tak kenal takut dan terus melawan dengan semua kekuatannya.
“Hahahaha, ini seru sekali...matilah kau bajingan.”
Dengan pisau aneh miliknya, Justine terus bangkit dan menyerang Orca.
Atas perintah dari Orca, Manta dan Polpo hanya menyaksikan dua monster itu bertarung dan tak mengganggu.
Orca yang senang karna menemukan mainan yang tak langsung mati juga membunuh dan menyiksa Justine tanpa ampun.
Setelah pertarungan berjam-jam lamanya, Justine yang sudah tak kuat lagi merengek dan minta untuk di bunuh.
Sudah ratusan kali ia mati dan di hancurkan. Tapi karna kemampuannya, ia tak bisa mati dan Orca terus menjadikannya mainan.
“Sialan...bunuh saja aku, dasar monster aneh...”
“Tentu saja, aku akan membunuhmu sebanyak yang kau mau.”
“Daboommm.”
Tinju kuat Orca langsung menghancukan kepala Justine berkeping-keping.
Setelah menunggu beberapa saat, Justine yang bangkt kembali sudah tak ingin melawan Orca si psikopat gila.
Kali ini ia yang tak ingin merasakan sakit lagi langsung lari sekuat tenaga.
Tapi Orca tak membiarkan itu dan terus membunuh Justine sampai pria abadi itu memohon dan menangis seperti bayi untuk di bunuh selamanya.
“To...tolong ampuni aku dan bunuh saja aku untuk selamanya...”
Ketika bangkit kembali, Justine yang sudah tak bergerak dan tak ingin melawan hanya pasrah sambil menangis.
Sikap sombong dan argonnya di awal tadi menghilang seketika.
Melihat mainannya sudah tak melawan, Orca langsung memakan tubuh Justine. Seluruh tubuhnya di makan dan saat ini hanya menyisakan kepalanya saja.
Justine yang di permainkan dan di permalukan hanya bisa menangis dan memohon untuk di bunuh.
“Dasar monster....cepat bunuh aku bajingan.”
Seakan tak peduli, Orca yang sudah puas bermain dengan mangsanya langsung membawa kepala Justine dan memakukanya di antara tumpukan mayat para anggota Big dady.
Tak lupa juga ia membawa mayat Mikaela dan memakunya tepat di sebelah kepala Justine.
Setelah melakukan itu, akhirnya anggota Sea Army yang telah menyelesaikan misi kembali ke kota Bluesky.
Saat ini Justine yang hanya tinggal kepala terus berteriak seperti orang gila.
__ADS_1
Nama besarnya dan kelompok BaneHallow seperti tak ada harganya.
Di hadapan monster psikopat itu, Justine yang merupakan salah satu anggota terkuat BaneHallow dengan julukan “ZombieMan” di buat trauma dan tak berkutik.