System Of Sea

System Of Sea
Serangan Senja


__ADS_3

Karna penasaran, secara perlahan Yuki mulai membuka botol parfum S-69 dan sesaat botol itu di buka, Yuki langsung dapat menghirup aroma yang sangat segar keluar dari sana.


Saat menghirup aroma itu, Yuki hanya bisa menutup matanya sambil menikmati aroma yang sangat aneh dan juga unik dari botol itu.


Sebuah aroma yang untuk pertama kalinya membuat ia sampai merasa seperti berada di surga dan terbang ke angkasa sukses membuat wanita cantik itu terpesona.


“Gila...wangi banget.”


“Kamu beli di mana ini?”


“Itu aku beli khusus dan tak bisa di dapatkan di manapun selain di tempat aku beli.”


“Heh, aku beliin satu dong...berapa harganya?”


“Itu gak di jual Yuk, pokoknya itu parfum berbahaya.”


Karna memang khawatir terjadi hal hal aneh yang tak di inginkan, Adrian yang memang mengetahui khasiat parfum itu langsung memintanya kembali.


Ia yang sadar dengan kebodohannya karna memberikan parfum itu pada Yuki langsung memintanya kembali setelah wanita cantik itu melepaskan rasa penasarannya.


“Dah kan, sekarang balikin.”


Tapi bukannya mendengarkan ucapan Adrian, Yuki yang sangat menyukai aroma dari parfum S-69 seperti enggan memberikannya dan justru menyembunyikannya.


Adrian yang melihat tingkah aneh Yuki menjadi panik dan langsung mendekat lalu berniat mengambil kembali benda pusaka itu.


“Yuk udahkan, balikin sekarang.”


“Ihh pelit amat sih, ntar dulu...aku belum puas ngirup aromanya.”


Karna bingung harus berbuat apa, Adrian yang melihat Yuki hanya duduk sambil menghirup kembali parfum itu jadi tak enak hati untuk mengganggunya.


Mungkin jika terkena kulit efeknya akan sangat bahaya, tapi jika hanya di hirup dari botol, khasiatnya juga tak terlalu efektif.


Itu semua ia ketahui karna memang seperti itulah yang di jelaskan di deskripsi parfum S-69 saat ia membelinya.


Sadar dengan tingkah aneh Yuki, Adrian yang tak ingin melakukan kesalahan hanya bisa pasrah dan menunggu sampai gadis itu memberikannya kembali.


“Yaudah, kamu bisa ngirup aromanya tapi jangan kamu pake, ngerti?”


“Oke...”


Karna memang hari sudah sore, Adrian yang tak enak membawa seorang gadis bersamanya lama lama langsung bersiap siap untuk pulang.


Ia yang tau tak memiliki waktu lagi hari itu berniat melanjutkan kegiatannya itu esok hari.


Sambil merapikan segala keperluan, Adrian secara perlahan mulai merasakan ada sesuatu yang aneh dengan dirinya.


Bulu di tangan dan hampir seluruh tubuhnya berdiri secara spontan.


Di tambah lagi pedang excalibur miliknya seakan terbangun dengan sendirinya padahal ia sama sekali tak membuka segelnya.


Sadar dengan keanehan itu, Adrian langsung melirik dan melihat ke arahYuki.


“Yuk, kamu gak pake parfumnya kan?"


“Enggak, kenapa sih kok kamu takut banget kalo aku pake?”


“Bukan gitu, itu parfum bahaya buat kulit kalo di pake, jadi jangan coba coba.”

__ADS_1


“Ehhhh, kalo dikit gpp kan?”


“Huh.”


Mendengar ucapan Yuki, Adrian langsung paham dengan situasi yang ia alami saat itu. Dengan cepat ia langsung menyuruh Yuki untuk terjun ke laut dan membasuh dirinya.


“Kamu...kan dah ku bilang jangan di pake.”


“Sekarang ilangin parfumnya sana, cepet mandi lagi di laut.”


“Apa sih yan, inikan cuman parfum...terus kenapa aku harus berenang lagi, basah lagi dong badanku.”


“Pokoknya kamu loncat sekarang!” ucap Adrian sambil berteriak.


Mendengar Adrian yang berteriak agak keras, Yuki menjadi kaget dan tak sengaja menjatuhkan parfum yang ia pegang.


Sadar dengan kesalahannya, Yuki mulai mengambil parfum yang tergeletak di bawah kapal dan mencoba memasukkannya ke dalam botol kembali.


“Maaf, aku gak sengaja jatuhin.” Ucap Yuki sambil mengambil dan mencoba memasukkan sisa sisa cairan yang berserakan.


“Yan maaf, aku gak senga-.”


Dubrak...


Yuki yang sedang sibuk memasukkan cairan parfum S-69 yang berserakan dengan tangannya langsung di tindih oleh Adrian yang sudah kehilangan kewarasannya.


Kini tubuh Adrian menindih Yuki dan kedua tangan milik Adrian mencengkarm erat tangan gadis itu.


“Yan, kamu ngapain...lepasin aku.”


“Tolongggg....”


Yuki yang di tindih dan tubuhnya mulai di endus dan di raba raba oleh Adrian mencoba sekuat tenaga melawan.


Tapi di hadapan Adrian yang kuat dan perkasa, wanita cantik dan atletic itu sama sekali tak berkutik dan kini Adrian yang terlihat kehilangan kewarasannya mulai memperkaos Yuki.


Tubuh seksinya di belai dengan lembut, kedua boba besar miliknya di permainkan oleh Adrian layaknya stick ps. Paha besar dan lembutnya di cengkram dan juga di belai dengan erat.


Yuki yang sadar Adrian seperti kehilangan kewarasannya menjadi teringat dengan cerita temannya dan peringatan Adrian sebelumnya.


“Astaga...jangan bilang karna parfum ini...”


Sambil berusaha mempertahankan kesuciannya, Yuki beberapa kali mencoba menyadarkan Adrian yang sudah seperti orang gila sambil menjilati sekujur tubuhnya.


Pakaian tipis yang ia kenakan juga sudah robek karna tarikan kuat oleh Adrian.


Setiap inci dari tubuhnya kini di nikmati Adrian dengan seksama. Tiap lekukan di tubuhnya juga di jilati secara perlahan dan Yuki yang tak dapat melawan saat itu hanya bisa menangis.


“Hiks...hiks...hiks...”


“Hiks...hiks...hiks...”


Sambil menangis dan meratapi nasibnya, Adrian yang entah kenapa sadar kembali langsung mencoba menahan dirinya dan menyuruh Yuki untuk melompat ke laut.


“Yu...Yuki...cepat basuh tubuhmu ke laut.”


Sadar dengan cengkraman Adrian yang melemah, Yuki tak menyia nyiakan kesempatan itu dan langsung mendorong Adrian lalu melompat ke laut.


Jeburrr....

__ADS_1


Yuki yang masih syok langsung berenang dan menjauh dari kapal meninggalkan Adrian yang terlihat sudah tak waras.


Sangking gilanya Adrian, ia bahkan juga ikut melompat ke laut dan mengejar Yuki.


Tapi Adrian yang seperti orang gila telihat langsung tenggelam sesat ia melompat ke laut.


Yuki yang ketakutan hanya bisa pasrah saat melihat Adrian yang mulai tenggelam...


Sambil menahan air matanya, Yuki tetap berusaha mengapung di laut dan tak lama sosok Adrian muncul kembali.


Karna tubuhnya yang spesial, Adrian yang terkena air dan tenggelam langsung mendapatkan kesadarannya kembali.


“Huh, karna efeknya terlalu kuat, aku bahkan sampai lupa jika terkena air bisa langsung pulih...Adrian kau benar benar bodoh.” Ucap Adrian dalam hati.


Tapi mau bagaimana lagi, di situasi seperti itu nafsu Adrian yang lebih kuat dari kewarasaanya memang seakan akan mengambil alih tubuhnya.


Ia yang juga tau bisa menetralkan efek parfum itu jika terkena air seperti tak bisa berfikir waras dan melakukan hal gila barusan.


Sadar dengan kegilaan yang ia lakukan, Adrian mulai menatap Yuki yang menangis dan terlihat sangat ketakutan.


Secara perlahan Adrian mulai mendekati Yuki yang terlihat masih sangat syok.


“Menjauh dariku...”


“Papa, tolong Yuki...”


“Mama...”


Sambil menangis, Yuki mencoba berenang dan lari dari Adrian, tapi karna Adrian berenangnya sangat cepat, tak membutuhkan waktu lama bagi pria itu untuk menangkap Yuki.


“Lepaskan...”


“Kumohon jangan lakukan itu.” ucap Yuki sambil menangis.


“Aku tau itu...maaf karna aku sempat kehilangan kendali, sekarang semuanya sudah aman.” Ucap Adrian sambil memeluk dan menenangkan Yuki.


“Beneran?"


"kamu udah sadar kan?”


“Iya, maafkan aku Yuki...aku benar benar minta maaf atas kejadian barusan.”


Karna semuanya sudah terkendali, Yuki yang akhirnya bisa bernafas lega langsung berpegangan erat pada Adrian.


Dengan santai dan secara perlahan Adrian mulai berenang membawa Yuki dan kembali ke atas kapal.


Secara cepat juga Adrian langsung mengambil ember dan menyiram semua sisa sisa parfu S-69 yang berserakan di bawah kapal.


Setelah semuanya sudah bersih dan aman, Yuki langsung di angkat oleh Adrian naik ke atas kapal.


“Nih anduknya.”


Dengan hanya memakai handuk, kini Yuki hanya duduk dan terlihat sangat terpukul atas kejadian yang menimpanya.


Sedangkan Adrian hanya bisa termenung dan benar benar merasa bersalah atas kebodohan yang baru saja ia lakukan.


“Maafkan aku, semua ini bisa terjadi karna kebodohanku.” Ucap Adrian sambil melihat matahari senja yang mulai tenggelam.


 

__ADS_1


 


__ADS_2