
~~ Debuarrrr ~~
Suara kaca yang pecah dan pintu yang hancur terdengar jelas di lantai bawah Casino mewah tujuh lantai tersebut.
Adrian yang datang dengan penuh emosi tak menghindahkan adanya penjaga yang ada di sana.
Mereka semua yang menghalangi di dorong hingga terpental.
“Tuan...anda tidak bisa...”
“Berisik, berhentilah berbicara atau ku potong lidahmu.” Ucap Squalo dan kelompok Sea Army yang mengikuti Adrian dari belakang.
Saat masuk ke dalam sana, semua orang di lantai satu yang merupakan tempat bermain slot game dan tempat memesan makanan dan minuman itu di buat terkejut oleh suara pintu yang di hancurkan.
Semua orang terdiam dan mulai menatap Adrian yang melihat sekeliling mereka dengan tajam.
Saat tak menemukan sang ayah, ia lanjut ke lantai dua. Di lantai dua yang merupakan tempat judi terlihat sangat ramai.
Sangking ramainya, Adrian terpaksa menggunakan Sense tinggi miliknya.
Menggunakan kelebihannya itu, ia akhirnya menemukan sang ayah yang ternyata berada di pojokan bersama dua gadis muda.
Dengan langkah kaki yang cepat, Adrian langsung mendatangi sang ayah.
Sampai kini ia tiba di hadapan ayahnya yang terlihat mabuk sambil di temani dua wanita.
Melihat Adrian yang berdiri di hadapan mereka dengan ekspresi marah tak terkira, dua gadis itu sedikit ketakutan dan tanpa basa basi Adrian mengangkat meja kaca yang ada di sana dan membantingnya.
Suara meja kaca yang pecah langsung membuat semua orang menatap ke arah Adrian.
Dj yang asik memainkan musik juga berhenti. Dua wanita yang menemani sang ayah juga kabur karna takut terlibat.
Ayahnya yang melihat Adrian berada di sana hanya diam saja dan tetap meminum minuman beralkohol yang di pegangnya tanpa mempedulikan meja yang pecah dan berserakan.
“Hoi...apa yang kau lakukan di sini?”
Seperti acuh tak acuh, sang ayah hanya diam dan saat di tarik oleh Adrian, ia balik menyerang.
Ketika bajunya di tarik, sang ayah yang memang memiliki tubuh besar sebagai pelaut handal mencengkram tangan Adrian dengan kuat.
Tapi kekuatan itu bagi Adrian bagaikan cengkraman anak kecil dan dengan brutal, Adrian mengangkat dan membanting tubuh ayahnya di sana.
“DABOOMMM...”
Suara besar tubuh yang di banding di atas meja kaca yang pecah terdengar jelas saat itu. Beberapa penjaga lain yang mencoba mendekati juga di hadang oleh Sea Army.
“Jangan menganggu atau ku kuliti kalian.” Ucap Squalo.
Puluhan penjaga bertubuh besar di paksa untuk memutar balik. Bahkan beberapa dari mereka sampai di hajar oleh Squalo dan Cano.
“Woi...apa kalian tak tau tempat ini di bawah perlndungan tuan Luca.”
__ADS_1
“Berhentilah membuat onar atau...”
“Atau apa?...sekali lagi ku katakan jangan ada yang mengganggu atau ku bunuh kalian semua.” Ucap Squalo kepada semua penjaga yang di hadang.
Di sana Adrian menghajar sang ayah dengan brutal. Tangan besarnya menghantam wajah sang ayah dengan kuat.
Ayahnya yang memang bertubuh besar dan berotot juga tak tinggal diam dan balik menyerang. Kekuatan tinju pelaut profesional menghantam wajah Adrian dengan telak.
Tapi sang ayah yang melihat Adrian tak terluka dan biasa saja langsung sadar memang ada yang aneh dengan anaknya itu.
“Siapa kau sebenarnya...di mana anakku?”ucap sang ayah yang terkejut tinju besar dan kuatnya sama sekali tak melukai wajah sang anak.
Dengan tenaga kuatnya, Adrian mengangkat sang ayah kembali. Tubuh besar itu di angkat dengan satu tangan dan dengan kekuatan yang sudah melebihi manusia normal, ia menghantam perut ayahnya sampai sang ayah terpental jauh.
Kuatnya pukulan Adrian sampai menerbangkan sang ayah dan menghancuran beberapa meja kaca yang ada di sana.
“Dabuaarrr...”
Beberapa meja kaca hancur lebur. Tak cukup sampai di situ, seakan hilang kendali, Adrian mendatangi ayahnya dan berniat menghajarnya lagi.
Anak kecil yang selalu duduk di atas pundaknya, anak kecil yang selama ini ia tinggal sendiri untuk mencari uang, anak kecil yang tujuh tahun hidup sengsara karna keadaan keluarganya kini menatap sang ayah bagaikan monster kejam yang tak mengenalnya lagi.
Seakan sudah pasrah, ayah Adrian memejamkan matanya. Sebelum tinju kuat Adrian melayang tepat ke wajah sang ayah, suara penyesalan ayahnya terdengar tipis di telinga Adrian.
“Maafkan ayah ya, sepertinya keluarga kita memang tak membutuhkan sampah sepertiku.”
“Jaga ibumu baik-baik...Adrian...”
Tepat sang ayah mengatakan pesat terakhirnya, Basil yang tak tahan melihat perkelahian ayah dan anak itu langsung berlari dengan cepat dan menahan tinju kuat milik Adrian.
Semua anggota Sea Army yang melihat keberanian Basil mengganggu sang Raja hanya menaruh respec padanya.
Siapa yang berani menghentikan Raja mereka di posisi seperti itu. Bahkan Orca yang terkuat juga cuek dan tak berani mengganggu.
Kuatnya pukulan Adrian menghantam Basil dan menerbangkannya bersama dengan sang ayah.
Tangan basil yang menghentikan tinju kuat Adrian langsung berdarah dan hancur.
__ADS_1
Saat Basil menatap Adrian, mata biru indah miliknya seakan hilang dan berubah menjadi merah darah.
Basil yang melihat Bosnya sedikit aneh langsung berteriak.
“Hentikan Bos...apa Bos sudah gila ingin membunuh ayahmu sendiri.”
Teriakan Basil menggema di tempat ramai dan sunyi tersebut. Sebagian tempat terlihat hancur dan beberapa orang yang ketakutan juga terlihat sudah pergi dari tempat itu.
Adrian yang dalam kondisi setengah mabuk juga sebenarnya tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Saat ini kesadarannya seakan menghilang dan sosok aneh seperti mengambil alih tubuhnya.
Di alam bawah sadarnya, karna teriakan dari basil, Adrian tersadar kembali. Mata merah bagai darah itu perlahan kembali normal dan berubah biru.
Seakan Jiwanya terhubung dengan Basil, Adrian yang tersadar langsung menyesali perbuatannya.
Orang terpercayanya saat ini ia lukai. Lebih kejam dari itu, sang ayah saat ini sekarat dan berlumuran darah.
Melihat keadaan yang benar-benar kacau, Adrian yang lagi-lagi tak dapat mengontrol emosinya hanya diam termenung.
“Apa yang sebenarnya terjadi padaku...kenapa?” ucap Adrian dalam hati.
Lalu dari belakangnya, Luca dan Thomas yang juga berada di sana turun dari lantai VIP yang ada di atas. Melihat Adrian membuat onar, Luca dan Thomas langsung mendekatinya.
“Adrian...apa yang...”
Belum sempat ia mendekat, Squalo langsung melompat dan menghadang rombongan itu.
Dengan santai dan gaya arogannya, ia mengancam Luca dan seluruh anteknya di sana.
“Berisik tua bangka, tetap di sini atau ku cincang-cincang kalian.” Ucap Squalo kepada Luca.
Thomas dan anak buah Luca yang lain seakan tak terima dengan itu dan langsung menodongkan pistol mereka ke arah Squalo.
“Menyingkir atau ku keluarkan isi kepalamu bajingan.” Ucap Thomas.
Squalo yang di arahkan senjata menjadi sangat marah dan langsung mengeluarkan tangan tajamnya.
__ADS_1
Seakan tak peduli lagi, ia berniat membunuh semua orang yang ada di hadapannya.