System Of Sea

System Of Sea
Pasukan Laut Pertama Adrian


__ADS_3

Dengan cepat Adrian melompat dan berenang mendekati lumba-lumba kecil yang terlihat terpisah dari kelompoknya.


“Waduh, siapa sih yang naruh jaring sembarangan kaya gini.”


Sambil melepaskan jaring yang menjerat ikan kecil itu, Adrian yang dapat melihat tubuh lumba-lumba kecil itu terluka parah karna jaring nelayan langsung melapisinya dengan gelembung laut dan menyimpannya ke dalam tas penyimpanan.


“Sekarang istirahat dulu di sana, nanti aku obatin.”


Karna hari sudah makin sore, Adrian yang harus pulang saat makan malam langsung ngebut dan memacu kapal Speed Boad miliknya.


Dengan kecepatan yang max, Adrian tiba di dermaga hanya dalam beberapa menit.


Setelah sampai dermaga, Adrian langsung menuju mobilnya yang terparkir di parkiran mobil dermaga dan langsung menuju kantornya.


Karna hari sudah makin gelap terlihat hanya ada buk Dewi yang memang merupakan karyawan pertama sekaligus manager pemasaran perusahaan Adrian.


Adrian yang melihat kantor masih buka juga langsung masuk. Saat masuk ia bisa melihat buk Dewi Yang kerja lembur.


“Buk, belum pulang?”


“Ehhh, Adrian...dikit lagi, ini lagi nyiapin berkas pengiriman minggu ini.”


“Hehehe, maaf ya buk saya belum bisa bantu banyak, kalo menurut buk Dewi butuh tambahan karyawan lagi rekrut aja buk biar gak terlalu terbebani.”


“Gpp kok Adrian, ibu aja udah seneng kamu bayar dengan mahal kerja di sini.”


“Yaudah, kalo gitu saya ke belakang dulu ya buk.”


Buk Dewi, seorang janda muda yang cantik dan seksi memang Adrian rekrut karna pas wawanara awal sudah membuat Adrian tertarik dengan usulannya.


Jujur saja Adrian yang masih bocah SMA belum terlalu memahami dunia bisnis itu sendiri.


Buk Dewi yang pernah bekerja di kota besar dan perusahaan besar juga baru kembali ke kota kelahirannya dan tak sengaja membaca lowongan kerja asal asalan yang di buat David.


{Di buka lowongan pekerjaan untuk wanita cantik dan seksi yang paham tentang akutansi. Bayaran mahal jika mau bekerja dengan bersungguh sungguh}


Karna lowongan kerja aneh itu juga buk Dewi bisa sampai di sana. Awalnya ia hanya iseng datang dan ketika sampai ada dua bocah yang menyambutnya.


Tapi siapa sangka, dua bocah itu adalah pengusaha hebat yang berpenghasilan Miliaran rupiah dalam seminggu.


Karna sadar masih ada banyak hal yang harus di benahi dalam perusahaan milik Adrian dan David, buk Dewi juga mulai mengajarkan dan membenahi semua kekurangan yang ada.


Semua data kini tercatat dan Adrian bisa melihat itu semua dengan jelas melalui rekap mingguan dan bulanan yang ia kerjakan.


Meskipun belum sempurna, tapi seiring bertambahnya waktu tentu saja semuanya akan menjadi lebih baik.


Adrian yang sampai di tempat rahasia yaitu di mana tabung Ocean Link berada langsung mengeluarkan semua isinya.


Seribu Lobster Mutiara dewasa ia keluaran dan letakkan di dalam tempat penampungan yang mengalir langsung ke ruangan lainnya.

__ADS_1


Setelah itu Adrian langsung mengeluakran lumba-lumba kecil yang ia selamatkan di laut dan memasukkannya ke dalam Ocean Link.


“Ayoo masuk...”


Melihat kondisi lumba-lumba kecil itu yang sangat lemah, Adrian yang tau fungsi Ocean Link bukan hanya untuk membesarkan hewan laut juga langsung memberikan setetes darahnya dan membeli "Inti Jiwa Laut" yang ada di toko sistem lalu menaruhnya ke dalam Ocean Link.


“Dengan ini harusnya kamu bisa sehat dan berevolusi.”


Ocena Link, tabung ajaib dengan kehebatan luar biasa. Selain mendatangkan banyak poin dan uang, tabung itu juga berfungsi untuk mengubah DNA mahkluk laut yang Adrian kehendaki.


Di campur darahnya sendiri dan Inti Jiwa Laut, Adrian mulai melakukan eksperimen anehnya.


Alih alih menyelamatkan, Adrian justru menggunakan lumba-lumba kecil sekarat itu untuk memenuhi fantasi liarnya.


Tentu saja tujuan utamanya tetap untuk menolong lumba lumba kecil yang sekarat itu.


Setelah mongatak atik tombol yang ada di sana. Adrian yang membutuhkan waktu satu jam untuk tabung itu selesai bekerja berniat pulang dahulu dan kembali nanti.


Sambil berjalan pulang, Adrian dan buk Dewi yang selesai kerja sama sama meninggalkan kantor.


Karna hari sudah gelap, Adrian memacu mobilnya dan dengan cepat sampai di hotel Grand Heaven Bluesky. Hotel itu adalah satu satunya hotel bintang lima yang ada di kota Bluesky.


Karna keinginan sang ibu juga Adrian terpaksa menginap dua bulan di hotel super mewah itu.


Tapi tetap saja bagi Adrian yang sudah berpenghasilan Milyaran dalam seminggu menginap di hotel mewah itu tak terlalu membebani kantongnya. Ya, tak terlalu membebani hahaha.


Setelah menaiki lift dan sampai di kamarnya, Adrian langsung mandi dan siap siap untuk makan malam.


Di hotel mewah itu memang ia dan ibunya serta sang ayah selalu makan malam bersama.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Adrian langsung menuju restoran yang ada di sana.


Sambil berjalan dan melihat sekitar, Adrian bisa melihat ibu dan ayahnya yang sudah duduk dan makan duluan. Melihat Adrian yang akhirnya sampai, ibunya langsung mengoceh.


“Sampai juga anak mama, dari mana aja gak bisa di hubungi?”


“Hehehe, Adrian habis mancing di laut ma...ini baru pulang.”


“Hiisss, kamu ini, udah di bilangin jangan ikutin jejak ayahmu masih aja bandel.”


Adrian yang di omelin sang ibu hanya tersenyum dan ikut makan malam. Memang sudah lama ia di larang ibunya memancing di lautan lepas.


Selain berbahaya, itu juga membuatnya jauh dari keluarga. Mungkin ibunya tak sadar kalau ia bisa makan makanan mewah yang ada di meja makan itu karna hasil Adrian memancing.


Tapi apa boleh buat, sebelum tambaknya di buat tak mungkin Adrian melewatkan misi memancing tingkat tinggi yang ada.


Saat ini ia hanya bisa mendengarkan ocehan dan omelan sang ibu. Bahkan ayahnya juga sudah di larang melaut dan tak ada yang bisa menghentikan sang ibu jika sudah memberi perintah.


Malam itu Adrian dan keluarganya makan malam bersama. Sambil makan ia sesekali menghubungi Yuki lewat WA.

__ADS_1


Adrian yang sudah makan dan kekenyangan langsung ke kamar dan beristirahat.


Karna lelah dengan semua aktifitasnya minggu itu, Adrian tanpa sadar tertidur saat memejamkan matanya.


Di tempat lain...


Ocean Link yang sudah selesai bekerja langsung terbuka dengan sendirinya. Kini sosok manusia keluar dari dalam tabung itu.


Saat keluar dari tabung, sosok menyerupai manusia dengan tubuh ramping dan telanjang bulat itu hanya duduk dan melamun.Ia seperti sedang menunggu datangnya seseorang.


Adrian yang terbangun karna suara hpnya yang berdering mulai membuka mata kembali.


Saat ini panggilan dari sang pacar terlihat di layar hp. Saat baru bangun juga notifikasi dari Sea muncul di hadapan Adrian.


Sambil menelepon dan melihat layar hologram Adrian mulai berbicara kepada pacarnya itu.


“Halo...”


“Beb, kok kamu gak nelpon aku sih?”


“Maaf...aku ngantuk dan ketiduran, terus aku ada urusan bentar jadi nelponya ntar aja ya.”


“Hemmm....terserahlah.”


~~ Tittt ~~


Panggilan pun berakhir...


Sadar sudah satu jam lebih ia tertidur, Adrian yang mendapatkan notifikasi Ocena Link selesai bekerja langsung pergi dan bergegas ke kantornya.


Sesampainya di sana ia langsung membuka pintu dan masuk ke ruangan rahasia.


Saat tiba di sana, Adrian langsung di kejutkan dengan kemunculan seorang Manusia misterius.


Manusia itu telanjang bulat dan saat melihat Adrian ia langsung sujud seperti mengangap Adrian adalah Rajanya.


Melihat itu, Adrian yang sudah curiga kalau ternyata eksperimennya benar benar sukses langsung bertanya pada Sea.


“Sea, apa dia lumba-lumba kecil yang ku tolong saat itu?”


[Benar tuan, saat ini Lumba-lumba itu telah berevolusi dengan sempurna]


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2