System Of Sea

System Of Sea
Mampukah Aku Bertahan...


__ADS_3

Adrian yang di beri misi dari Slarken yaitu bertahan selama tiga tahun mulai menguatkan tekadnya.


Bagi penduduk Underworld yang dapat hidup ratusan atau bahkan ribuan tahun, tiga tahun itu tak terlalu lama. Tapi bagi Adrian tiga tahun di neraka Dark Reef benar-benar membuatnya hampir gila dan menyerah.


Sampai satu tahun telah berlalu...


Adrian yang baru saja di sedot energi Supremacy miliknya di kembalikan lagi ke dalam sel tahanan.


Slarken dan narapidana di sel 212 yang melihat Adrian sudah seperti mayat hidup sehabis di serap energinya mulai memberinya pertolongan dan semangat.


“Adrian...jangan menyerah, ini minumlah darahku.” Kata Slarken sambil merobek tangannya dan memberikan darahnya pada Adrian.


“Benar-benar kejam, mereka menyerap hingga tetes terakhir sampai Adrian seperti ini...” lanjut tahanan lain bernama Ebira.


Adrian yang memiliki kemampuan khusus yaitu dapat sembuh dengan cepat setelah terkena air juga rutin tiap tiga bulan sekali di sedot energi Supremacy miliknya.


Berbeda dengan Slarken dan beberapa Supremacy yang akan di serap energinya tiap satu tahun sekali, Adrian di serap tiap tiga bulan dan di siksa habis-habisan.


Di tambah Anabola yang belum juga mengetahui rahasia dari mana Adrian bisa mendapatkan Air Suci terus menyiksanya tanpa ampun.


Meskipun Adrian sudah mengatakan kalau ia hanya bisa mengeluarkan Air Suci ketika Segel Karma di lepas, Anabola yang memang dokter psikopat gila tak mempercayai itu dan selalu menyiksanya bagaikan hewan eksperimen.


Setelah meminum darah Slarken, Adrian pingsan kembali dan tertidur.


Adrian yang tertidur sering memimpikan masa-masa indahnya di Bluesky.


Waktunya bersama keluarga, teman dan sang pujaan hatilah yang masih membuatnya bertahan dan tak menyerah.


Jika ada yang tersisa darinya kini hanyalah seonggok daging yang energinya terus di peras dan tak di biarkan mati dengan mudah.


Kehilangan Sea, Kehilangan Cinta Sejatinya karna sudah berhianat, kehilangan semua yang telah ia miliki membuat Adrian mengerti kebodohan terbesar dalam hidupnya dan perlahan mulai merubah pandangannya tentang kehidupan.


Seminggu kemudian...


Adrian yang terbangun dari mimpi indahnya langsung di kembalikan ke dalam penjara Dark Reef.


“Akhirnya kau bangun, mau sampai kapan kau tidur Adrian...” kata Slarken yang duduk di samping Adrian.


Adrian yang terbangun dari mimpi indahnya langsung duduk dan mulai melihat sekitar.


Tempat gelap, becek dan bau serta menjijikkan membawa kesadarannya kembali ke kehidupan tragis yang harus ia jalani.


“Slarken, berapa lama aku pingsan?”


“Kau sudah pingsan satu minggu lamanya.”


“Begitu ya, aku lapar sekali kapan waku makan berikutnya?”


“Tiga minggu lagi...ini, kami sengaja menyisakan beberapa potong daging untukmu.”


Adrian yang melihat daging yang sudah hampir busuk langsung memakan daging itu.


Ia yang sangat lapar menghabiskan daging yang sengaja Slarken dan tahanan sel 212 sisihkan.

__ADS_1


“Terima kasih makanannya...”


“Ya, santai saja...tegarkan dirimu, jangan sampai mati di tempat seperti ini.”


Adrian yang sudah makan dan beristirahat cukup akhirnya pulih kembali. Setelah pulih ia mulai latihan ringan di dalam sel.


Efek mengerikan dari penyedotan energi Supremacy juga sangat mengerikan. Bisa di bilang seluruh tubuh akan merasakan sakit dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Adrian yang harus merasakan sakit luar biasa seperti itu setiap tiga bulan juga hampir gila.


Jika ada yang membuatnya tetap waras itu adalah ingatan lamanya dan keinginannya untuk kembali ke kehidupan indahnya sebelum terjerumus ke Dark Reef.


Serta dendam besar pada Kandita dan Atlas yang sudah bekerja sama untuk memenjarakan serta menjadikannya sapi perah di Dark Reef.


Tiga minggu kemudian...


Para tahanan di sel 212 yang mendengar suara bel tanda makan langsung berdiri dan menyiapkan senjata mereka masing-masing.


“Akhirnya waktu makan...”


“Adrian...jangan salahkan kami kalau kau tak mendapatkan porsi besar kali ini.” kata Ebira yang merupakan monster Udang berbentuk Manusia berwarna merah tua.


“Hahaha...benar, mau sampai kapan kau di beri makan terus.” Lanjut Elliot yaitu monster mutan berbentuk Belut Air Kuno.


“Aku mengerti, kali ini aku akan menangkap sendiri makananku.”


Adrian yang sudah setahun di penjara mulai mengalami perubahan. Rambut hitam miliknya perlahan menjadi putih bercampur merah karna sering di siksa dan depresi.


Lalu mata biru bercahaya miliknya juga mulai berubah merah karna efek penyedotan energi Supremacy secara terus menerus.


Meskipun jika terkena air Adrian akan sembuh, di Dark Reef air bersih sangat langka bahkan lebih langkah dari pada daging.


Karna itu juga Adrian selama setahun ini hanya meminum darah dari makanannya dan tak pernah lagi merasakan apa itu Air Bersih.


“Teng...teng...teng...”


“Teng...teng...teng...”


“Teng...teng...teng...”


Saat suara bel tanda makan selesai berbunyi, semua sel kurungan terbuka dan pertumpahan darah langsung terjadi di penjara lantai empat Dark Reef.


Adrian yang saat ini menggunakan tulang monster yang panjang seperti tombak langsung berlari dengan cepat bersama kelompok monster di sel 212.


Mereka mengincar tahanan di sel 110 yang mulai menipis dan pertarungan pun langsung terjadi.


“Ora...ora...ora...”


“Daging segar...kami datang...”


Kelompok 212 yang berisikan monster kuat dan mengerikan selalu menjadi momok bagi tahanan lainnya.


Para tahanan yang merupakan perkumpulan dari bawahan Leviathan itu terkenal kuat dan selalu menargetkan kelompok yang lebih lemah dari mereka.

__ADS_1


Adrian yang tergabung dalam kelompok ini juga berlari bersama monster lainnya menuju arah sel 110.


Adrian yang melihat seekor monster kepiting mutan langsung berlari dan berteriak.


“Yang berbentuk kepiting itu milikku, jangan di ambil...” kata Adrian sambil berlari menuju sasarannya.


Monster kepiting yang melihat Adrian yang merupakan salah satu Supremacy menargetkannya juga tak pasrah dan melawan.


Dengan dua capit besar miliknya ia menahan serangan tombak Adrian.


“Jangan meremehkanku manusia, aku adalah Kepiting perkasa dari Selatan...aku yang akan memakanmu.”


“Gahahaha, ayo kita buktikan siapa yang lebih lemah dan layak di makan.”


Akhirnya Adrian mulai bertarung dengan monster kepiting yang menjadi sasarannya.


Adrian yang sama seperti tahanan lainnya yaitu kekuatan mereka di segel terlihat seimbang dengan monster kepiting yang menjadi lawannya.


Tapi pertarungan mereka tak berlangsung lama. Adrian yang sempat berlatih mengendalikan Aura Supremacy dari Slarken langsung mengalirkan energi kuat miliknya ke senjata tombaknya.


Dan dengan Aura Supremacy yang menyelimuti tombaknya, mudah bagi Adrian membunuh monster kepiting yang saat itu ia lawan.


Dengan sekali tusukan monster itu mati. Cangkang kuat miliknya tak bisa menahan kuatnya serangan tombak Adrian yang sudah di perkuat Aura Supremacy.


Setelah membunuh lawannya, Adrian menyeret monster kepiting itu ke dalam sel dan mulai memakan buruannya.


Lalu bel tanda makan berdering dan semua tahanan kembali ke sel mereka masing-masing.


“Teng...teng...teng...”


“Teng...teng...teng...”


“Teng...teng...teng...”


Dengan tergesa-gesa semua tahanan lari kembali ke dalam sel mereka. Karna jika telat masuk, mereka akan di bunuh oleh penjaga sebagai bahan mainan di kala bosan.


Adrian yang menangkap mangsa besar langsung memakan makanannya dengan lahap.


Tak lupa juga para tahanan di sel 212 yang memang kuat juga sama seperti Adrian dan mulai memakan makanan mereka masing-masing.


“Huh...kenyang...”


Setelah memakan satu ekor monster laut, Adrian yang kekenyangan duduk dan beristirahat.


Meskipun awalnya berat, tapi karna tekat kuatnya untuk bebas dari Dark Reef membuat Adrian tetap memilih hidup dan menunggu hari eksekusi yang merupakan satu-satunya harapan ia bisa keluar dari sana.


“Masih dua tahun lagi...Yuki, tunggu aku...”


“Semuanya...aku harap kalian baik-baik saja di sana...”


Adrian yang masih harus bertahan dua tahun lagi duduk sambil menatap kegelapan yang menyelimuti Dark Reef.


Sisa dua tahun lagi sampai harapan terbesarnya mungkin akan terwujud.

__ADS_1


"Dua tahun lagi...mampukah aku bertahan!" kata Adrian dalam hati sambil menatap langit Dark Reef yang gelap.


 


__ADS_2