System Of Sea

System Of Sea
Dua Monster


__ADS_3

Orca yang di serang langsung keluar dari kamar hotel. Dengan lompatan kuatnya, ia langsung berdiri di hadapan lima orang misterius dengan gaya trendy masa kini.


Melihat Orca yang muncul di hadapan mereka dengan sendirinya tanpa di seret, seorang pria langsung berbicara.


“Apa benar ini orangnya Victor?” ucap seorang pria dengan rambut putih panjang terikat.


“Benar...tak mungkin aku salah, darahnya sama dengan darah yang ada di pisau Justine.”


“Hemmm...tak salah lagi, ciri-cirinya juga sama persis dengan orang yang membuat rusuh tadi malam di gudang  Mr Suvillian.” Lanjut seorang wanita cantik yang juga ada di sana.


Kini tiga orang pria dan dua wanita berdiri dan menatap Orca dengan tajam.


Pria pertama bernama Karl Lorenzo. Ia adalah pemimpin kelompok divisi 8 sindikat mafia BaneHallow.


Matanya orange cerah dan sangat tampan. Tubuhnya tinggi dan ramping. Rambutnya yang putih panjang terikat juga menambah kesan maskulin pria tersebut.


Yang ke dua ada Victor Carera.


Ia bukan anggota dari divisi 8 tapi menjadi salah satu anggota BaneHallow paling aktif karna kekuatan pendeteksi miliknya.


Matanya biru dan rambutnya pirang. Perawakannya agak acak-acakan tapi itu tak mempengaruhi ketampanannya.


Yang ketiga ada seorang wanita cantik bernama Angelina Anatasya.


Tubuh super sexy dan tinggi. Matanya biru cerah dan alis matanya sangat menawan.


Rambut short hair abu-abu milikknya juga tak mengurangi kecantikkannya. Pakaian mewahnya juga menandakan bawah ia bukan wanita sembarangan.


Yang ke empat ada pria berbadan besar dan botak licin. Namanya Jhony The Steel dan dari tubuhnya yang besar dan kekar itu akan membuat setiap orang yang menatapnya ketakutan.


Yang terakhir ada Rin yang merupakan anggota Inti dari sindikat BaneHallow. Ia yang memiliki kekuatan teleportasi sengaja datang ke sana bersama anggota divisi 8 karna ada laporan perampokan tadi malam di gudang Mr Suvillian.


Karna musuh memiliki kekuatan aneh, Mr Suvillian salah mengira kalau BaneHallow yang menyerang padahal mereka sudah membuat perjanjian damai.


Atas laporan Mr Suvillian jugalah mereka curiga kalau sosok pengacau itu sama dengan yang mengacau di Madellin lalu mengirim divisi 8 BaneHallow untuk membereskan masalah itu.


Orca yang melihat lima musuh berdiri di hadapannya juga tersenyum. Dari aura yang mereka keluarkan jelas Orca tau kalau mereka bukan manusia biasa.


Saat mendengar ucapan pria berambut putih alias Karl, Orca langsung memperjelas situasinya.


“Apa kalian teman pria yang tak bisa mati itu?”


Mendengar ucapan Orca, semua orang langsung menatapnya dan jelas dari perkataannya barusan ialah orang yang di cari-cari.


“Bajingan...ternyata memang kau ya, apa kau tau sedang berurusan dengan siapa?” ucap Karl sambil berjalan mendekati Orca dan mengeluarkan pedang berwarna hitam miliknya.


Orca yang melihat Karl berjalan mendekatinya tanpa rasa takut hanya cuek dan diam saja.


Di hadapan lima musuh itu Orca justru tersenyum tanpa rasa takut sedikitpun.

__ADS_1


Saat Karl berjalan mendekatinya, Squalo yang ingin ikut bersenang-senang juga langsung lompat dari kamar lantai 12 hotel The Mark dan saat ini berdiri di depan semua orang.


“Hehehe, aku tak tau kalian siapa tapi jika kalian...”


“Berisik, mereka semua mangsaku jadi jangan coba-coba merebutnya.” Ucap Orca yang melihat Squalo tiba-tiba saja datang.


Squalo yang mendengar ucapan Orca langsung menatapnya dan mengeluarkan tangan panjang berbentuk pisau miliknya.


Seakan tak peduli dengan adanya musuh, dua orang itu justru ribut satu sama lain.


“Huh, kenapa kau serakah sekali idiot...ada lima mangsa di sini jadi berikan tiga untukku.” Ucap Squalo sambil berjalan dan kini menatap Orca dengan tajam.


Musuh yang melihat dua orang idiot itu justru berkelahi dan tak takut dengan mereka menjadi sangat kesal.


Lalu Karl yang berada dekat dengan Squalo dan Orca langsung menyerang dalam diam.


Serangan pedang miliknya yang tak terlihat dengan mudah memotong tubuh Squalo bagai kertas.


Squalo yang di serang dari belakang langsung mati tercincang-cincang. Tubuh keras miliknya bagaikan daun kering di hadapan pedang hitam milik Karl dan serangan tak terlihatnya.


Orca yang melihat temannya mati di bunuh secara sadis juga tersenyum dan tak peduli.


Lalu Jhony yang bertubuh besar bagai Gorila juga tiba-tiba saja bergerak dan kini menyerang Orca dari belakang.


Meskipun tubuhnya besar, pergerakannya sangat cepat dan Orca yang melihat Jhony menyerangnya menangkis pukulan kuat Jhony dengan telapak tangannya.


“Rasakan ini bodoh..."


Pukulan super keras Jhony melayang ke arah Orca. Tapi dengan mudah tinju super kuat itu di tahan dan semua anggota BaneHallow di buat terkejut.


Orca dengan santainya mencengkram tangan dan menarik tubuh besar Jhony seperti menarik layangan dan dengan cepat perut Jhony di serang oleh Orca.


Serangan super kuat dari tangan orca langsung melubangi tubuh Jhony yang harusnya sekuat Besi.


Semua orang yang melihat itu terkejut dan masih sedikit tak percaya. Lalu dengan brutal Orca menarik keluar isi perut Jhony.


Usus dan semua isi perut di tarik keluar secara mengerikan dan tanpa ampun.


Jhony yang tak berdaya juga terduduk dan hanya bisa termenung melihat isi perutnya di keluarkan saat ia masih hidup.


Lalu dengan santainya Orca melempar tubuh besar Jhony seperti melempar batu kerikil. Jhony yang di lempar dan isi perutnya di keluarkan juga terbaring dan mati tak berdaya.


Karl yang melihat temannya mati dengan mudah oleh kekuatan mengerikan Orca langsung marah besar.


Kini ia mengambil ancang-ancang aneh dan siap menyerang Orca. Lalu dengan kecepatan bagai kilat, serangan beruntun seperti tebasan pedang yang tak terlihat dari pedang miliknya menyerang Orca.


Tapi bagi orca yang memiliki Sense tinggi dan kecepatan luar biasa dapat dengan mudah melihat dan menghindari serangan pedang milik Karl.


“Apa...bagaimana cara dia melihat seranganku?”

__ADS_1


Karl yang melihat seranganya dapat di hindari dengan mudah oleh Orca bahkan tanpa ia bergerak dari tempatnya hanya bisa di buat bingung dan tak percaya.


Kemudian sesosok monster dengan Aura haus darah langsung muncul dari belakannya dan menyerang Karl secara tiba-tiba.


Karl yang tak sempat menghindar karna telat merasakan Aura mengerikan itu hanya bisa melihat sosok Squalo yang muncul dan menyerangnya.


“Apa...bukankah kau sudah...”


“Sringgg...”


Tangan tajam dan panjang Squalo langsung menyerang Karl secara cepat bagai kilat. Karl yang tak sempat menghindar hanya pasrah dan untungnya Rin menolongnya saat itu.


Sebuah porta aneh menghalangi serangan Squalo dan Karl langsung masuk ke dalam portal itu lalu berpindah tempat ke arah Rin.


Squalo yang melihat mangsanya berpindah dengan cara aneh menjadi marah.


“Sialan...itu curang tau, jangan menggangu calon mangsaku dasar bajingan.” Ucap Squalo yang mengamuk dan menerjang ke arah Rin.


Saat hampir menebas leher Rin dengan tangan tajamnya, Squalo di buat terpental karna ia secara aneh menabrak penghalang yang tak terlihat.


Karna kerasnya tabrakan itu Squalo sampai terpental hebat dan terluka parah.


Orca yang melihat Squalo di permainkan hanya tersenyum jahat.


Squalo yang sudah tak tahan lagi langsung menerjang kembali. Kini ia mencoba memotong penghalang tak terlihat itu.


Tapi mau apapun yang Squalo lakukan itu percuma. Tangan panjang dan tajam miliknya tak dapat menembus penghalang kuat itu.


“Butuh bantuan?” ucap Orca dengan nada mengejek.


“Berisik...jangan menggangguku.”


Squalo yang mengamuk menyerang membabi buta. Angel yang memiliki kekuatan penghalang suci tak kuat lagi menahan penghalang yang ia buat dan hampir menyerah.


Melihat keadaan yang tak baik baik saja, Rin akhirnya menyarankan mereka untuk kabur.


“Ini gawat, mereka bukan musuh yang bisa kita lawan, Karl ayo kita mundur dahulu.”


Karl yang masih tak percaya dengan kekuatan dua monster mengerikan yang ada di hadapannya akhirnya menurunkan harga dirinya.


Kelompok BaneHallow yang tak pernah melarikan diri dari musuh terpaksa harus kabur di hadapan Dua Monster mengerikan itu.


Rin yang melihat Angel tak kuat lagi menahan perisai tak terlihat juga langsung mengeluarkan Portal teleportasi.


Tapi belum sempat mereka masuk ke portal, Orca yang tau musuhnya hendak kabur bergerak secepat kilat dan langsung meninju dan menghancurkan penghalang kuat itu degan kekuatan penuhnya.


Squalo yang melihat Angel terpental dan penghalang hancur langsung menerjang dengan cepat ke arah karl.


Sedangkan Orca juga langsung mengincar Rin.

__ADS_1


Rin yang tak ingin mati langsung kabur sendirian dan meninggalkan tiga temannya di sana dan dengan kejam, Orca dan Squalo membunuh tiga anggota BaneHallow yang tertinggal.


__ADS_2