
Di tempat lain...
Putri Aurora yang sedang berjalan di jalan utama bersama Vaper dan seorang Ksatria Suci utusan dari komandan Dagnu mulai di buat tak nyaman dengan suara tanda bahaya yang terus berbunyi.
Seorang Ksatria Suci bernama Tristan dengan setelan serba putih khas Bangsawan Atlantis terlihat gagah berdiri di samping Putri Aurora yang tanganya di borgol.
Pria muda dan tampan dari bangsawan Atlantis itu yang mendengar suara alarm melirik ke arah Vaper dan sedikit menceloteh.
“Mau sampai kapan suara bising ini berbunyi tuan Vaper...apa yang para penjaga Dark Reef lakukan saat ini?”
“Tak perlu kuatir tuan Tristan, semunya aman terkendali, saya tak tau siapa tahanan yang berhasil kabur tapi mereka tak akan bisa keluar dari Dark Reef.”
Tristan yang mendengar jawaban kepala sipir Vaper terlihat tersenyum tipis dan balik berbicara.
“Aku tau itu...tapi hari ini adalah hari penting, jika sampai Raja Atlas tau ada sedikit saja masalah kepalamu bisa di penggal tuan Vaper...jadi cepat perintahakan anak buah bodohmu itu untuk menghentikan suara bising ini!”
Vaper yang di perintahkan dan juga terganggu dengan suara bising langsung menghubungi bagian Pos keamanan.
“Hoi...bagaimana situasinya?”
“Lapor tuan Vaper...saat ini musuh belum juga di temukan dan tim penjaga sedang di kerahkan untuk menghentikan mereka...”
“Dasar idiot, apa kau tak tau ini hari apa...cepat matikan alarm berisik itu dan cari bajingan yang berani kabur dari dalam sel...”
Setelah Vaper mengamuk dan memarahi bawahannya, suara bising dari alarm tanda bahaya pun di matikan dan menghilang.
Putri Aurora yang hanya di lapisi kain tipis berwarna kuning emas juga terlihat cantik dan anggun.
Seperti berlian yang di benamkan dalam kotornya lumpur, saat diangkat berlian itu tetaplah barang mewah dan tak mengurangi keindahannya.
Tristan yang berjalan di samping Aurora juga terlihat sedikit berbicara dengan putri Raja bangsa Atlantis sebelumnya itu.
Ia yang sejak kecil sudah kenal dengan Atlas dan Aurora mulai membicarakan masa lalu.
“Kau sama sekali tak berubah ya Aurora...jika saja kau mau tunduk pada kakakmu mungkin Atlas akan memaafkanmu dan menjadikanmu Putri Boneka...”
“Kenapa kau memilih cara seperti ini?”
Aurora yang mendengar ocehan Tristan hanya tersenyum dan tetap berjalan.
__ADS_1
Rambut panjang berwarna emas miliknya terlihat sangat indah dan bercahaya.
Kulit putih dan super mulus yang akan membuat tiap pria menelan ludahnya itu juga sangat putih seperti susu.
Di tambah wajah cantik dan berseri miliknya terlihat sangat mempesona.
Jika ada yang kurang dari wanita cantik itu, itu adalah kedua mata indahnya yang sudah di ambil oleh Atlas. Karna itu juga Aurora saat ini buta dan berjalan sambil di pandu.
“Tristan...menurutmu apa itu Ksatria Suci?”
Bukannya menjawab apa yang di tanyakan Tristan, Aurora balik bertanya kepadanya.
Tristan yang mendengar pertanyaan Aurora langsung tertawa terbahak-bahak.
“Hahahaha, kau benar-benar tak berubah ya...aku tak akan bisa menang jika berdebat denganmu jadi sudahi saja obrolan tak berguna ini.”
Tristan yang mengerti betul pertanyaan sederhana tapi sangat menusuk dari Aurora terlihat sedikit kesal.
Ksatria Suci, itu adalah gelar mulia ksatria bangsawan Atlantis yang bertugas menjaga perdamaian dan keseimbangan di Underworld.
Ksatria terbaik dari yang terbaik, terkuat dari yang terkuat dan bermatabat serta sudah sejak lama menjadi cerminan kemegahan bangsa super agung dan terkuat itu kini sudah tak seperti dulu.
Itu seperti melukai harga diri bangsa meraka dan Ksatria Suci terdahulu yang sudah ribuan tahun melindungi dan menjadi pilar utama kestabilan di Underworld.
Karna tau akan hal itu juga Tristan diam dan sedikit kesal.
Sambil berjalan dengan pelan, Aurora yang seperti tau apa yang akan terjadi selanjutnya berbicara di hadapan Tristan dan Vaper dengan pelan.
“Dia datang...”
Vaper yang mendengar ucapan putri Aurora sontak di buat bungung dan bertanya.
“Datang? Siapa yang datang tuan putri?”
“Sang terpilih!” kata Aurora sambil tersenyum.
Tepat saat Aurora berbicara seperti itu, suara dan teriakan dari penjaga mulai terdengar di depan mereka.
Tristan dan Vaper yang mendengar ucapan Aurora dan teriakan di hadapan mereka langsung waspada.
__ADS_1
Lalu tanpa di sangka-sangka, rombongan tahanan dari sel 212 yang menerobos pasukan pertahanan dengan cepat langsung berhadap-hadapan dengan Vaper dan Tristan yang sedang berjalan pelan di jalan utama.
Saat melihat musuh sampai di sana Vaper benar-benar terkejut.
Ratusan bahkan ribuan penjaga sudah di kirim untuk menangkap tahanan yang kabur.
Tapi bukannya berhasil, tahanan yang kabur saat ini dengan mudahnya sampai dan berhadap-hadapan dengan mereka.
Tristan yang merasakan aura kuat juga tersadar dan langsung berhenti di depan Aurora.
“Dasar sekumpulan pencundang...bisa-bisanya mereka sampai di depan kita...”
“Tuan Vaper, sepertinya kepalamu benar-benar dalam bahaya sekarang...”
Tristan yang melihat musuh datang terlihat kalem. Ia sangat percaya diri dengan kekuatannya.
Vaper si kepala sipir Dark Reef yang melihat tahanan sampai di hadapannya menjadi sangat marah dan langsung mengeluarkan senjata berupa pedang bermata dua emas miliknya.
“Maafkan saya tuan Tristan...akan saya bereskan para serangga ini dengan cepat jadi tuan santai saja...”
Dengan kecepatan yang gila, Vaper menerjang ke arah musuh. Slarken yang sampai dan melihat itu langsung menghentikannya.
“TINGGG...”
Suara dua senjata beradu itu terdengar nyaring di jalan utama. Tristan yang melihat Slarken dapat menahan serangan Vaper mulai tersenyum tipis.
Ia dulu sempat bertarung dengan Slarken saat katak itu masih menjadi bawahan Leviathan dan Tristan tau betul kehebatan katak hitam Supremacy di hadapannya.
Bahkan ketika di segel, kekuatan katak itu hampir sama hebatnya seperti dulu.
Adrian yang akhirnya melihat putri Aurora yang merupakan tiket emas mereka bisa bebas dari Dark Reef juga langsung berlari ke arahnya.
Di temani tahanan lainnya, mereka meninggalkan dan mempercayai Slarker untuk menghadapi Vaper dan fokus pada tujuan utama mereka.
Kini mereka yang berumlah 12 orang langsung berlari menuju ke tempat Aurora.
Tapi di depan Aurora, Tristan langsung mengeluarkan pedang bercahaya emas miliknya.
Ia menatap Adrian dan seluruh tahanan lain seperti menatap kotoran dan pertarungan hebat pun terjadi saat itu.
__ADS_1