
Malam itu Adrian dan Yuki bercinta hebat. Sangking hebatnya malam mereka, Adrian dan Yuki sampai kelelahan dan tertidur tanpa sempat mengenakan pakaian kembali.
Adrian yang akhirnya merasakan surga dunia juga tertidur dengan nyenyak setelah melepaskan beberapa tembakan.
Yuki yang tak banyak bergerak dan menyerahkan semuanya ke sang pacar juga kelelahan dan tertidur lelap.
Pagi harinya, Adrian yang terbangun dapat melihat sang pacar yang tertidur dengan manja di pelukannya.
Boba besar dan menggoda milik Yuki terlihat sangat nikmat dan membuat Calibur Adrian berdiri kembali.
Enah kenapa saat Adrian bangun, Yuki juga ikutan bangun.
Melihat Yuki yang bangun, Adrian langsung tersenyum kepadanya.
“Selamat pagi.”
“Ad...selamat pa...”
Yuki yang akhirnya bangun dan sadar tak mengenakan sehelai kain pun di tubuhnya menjadi panik dan malu.
Dengan cepat ia menarik selimut dan menutupi tubuhnya. Adrian yang melihat tingkah imut sang pacar juga tersenyum dan mendekapnya.
Pelukan hangat Adrian langsung Yuki rasakan pagi itu. Setelah beberapa saat, Yuki yang gerah akhirnya berbicara.
“Ad...”
“Kenapa?”
“Aku mau ke kamar mandi kamu ngadep sana dulu.”
Adrian yang melihat tingkah aneh sang pacar hanya tersenyum. Padahal tadi malam ia sangat menikmatinya tapi sekarang malah malu-malu.
Tapi karna sayang, Adrian akhinya menuruti itu.
“Dah...aku dah gak ngelihat.”
Sambil menjinjit dan berjalan dengan pelan, Yuki akhirnya masuk ke kamar mandi.
Adrian dengan Sense luar biasa juga dapat melihat tingkah laku Yuki yang Lucu.
Yuki yang sampai di kamar mandi juga langsung menyalakan dan mengisi bak mandi dengan air hangat.
Sambil menunggu bak mandinya penuh, Yuki melihat tubuhnya yang sangat sexy dari kaca besar yang ada di sana.
Karna keperkasaan Adrian tadi malam di bagian lehernya juga terlihat tanda kecupan Adrian yang tak mau hilang.
Karna masih mengingat rasa nikmat malam itu entah kenapa tubuh Yuki menjadi horny kembali.
Dengan pelan dan manja ia membelai dadanya. Saat sedang asik sendiri, tiba-tiba seekor kecoak datang entah dari mana dan mengagetkan Yuki.
Yuki yang kaget dan jijik dengan hewan merayap itu langsung berteriak.
“Ahhh...”
Adrian yang sedang melihat hpnya langsung kaget saat mendengar suara teriakan Yuki.
__ADS_1
Karna khawatir ada musuh, ia langsung berlari dan mendobrak kamar mandi dengan paksa.
Saat pintu di dobrak, Adrian dapat melihat tubuh telanjang Yuki dengan jelas tanpa sehelai kain pun.
Tubuh super sexy dan boba super besar milik Yuki membuat Adrian diam terpana kembali.
Apa lagi melihat paha besar dan V sempir berwarna pink itu makin membuat Adrian gila dan tak bisa berpikir lagi.
Melihat itu Adrian menelan ludahnya dan Calibur besar milik Adrian tegak kembali.
Yuki yang melihat Adrian datang tanpa handuk dan apapun yang menutupi tubuhnya teriak kembali sambil menutup matanya saat melihat Calibur Adrian yang tegak dengan perkasa.
“Ahhhh....”
Tapi Adrian yang sudah tak tahan lagi langsung mendekati sang kekasih dan menenangkannya.
“Kenapa, ada apa?”
“Huh...itu, tadi ada kecoak di bawah sana.”
Adrian yang melihat dengan sense tinggi miliknya juga dapat merasakan ada seekor kecoak di balik toilet.
Tapi karna kecoak itu momen yang Adrian tunggu-tunggu terjadi. Adrian lalu membiarkan kecoak itu dan kini menatap sang kekasih yang dengan manja menempel dan memeluk dirinya.
Karna tak tahan, Adrian langsung mencium bibir Yuki yang berwarna pink seperti bayi dan kini mereka berciuman dengan intens.
Yuki yang juga masih horny berat terlihat pasrah dan hanya menikmati saat Adrian dengan leluasa mengendus dan mencium seluruh tubuhnya.
“Ad...”
Sambil berciuman manja, kini Adrian mengangkat sang pacar.
Dengan tenaga kuatnya Yuki di angkat dengan mudah dan sambil tetap berciuman mereka berendam bersama di bak mandi.
Air hangat pagi itu juga menambah gairah mereka dan Adrian yang benar-benar sudah tak tahan dan masih belum puas melanjutkan apa yang tadi malam ia lakukan.
Di dalam bak mandi, Yuki yang duduk di hadapan Adrian juga tak mempedulikan apa-apa lagi.
Ia yang akhirnya merasakan nikmatnya menjadi seorang wanita hanya mengikuti alur yang Adrian buat dan menikmati itu dengan manja.
Pagi itu Adrian bercinta kembali dengan Yuki di dalam bak mandi dan tanpa pengaman.
Dua pasangan yang sedang di mabuk cinta itu sama sekali tak memikirkan apa-apa lagi dan hanya fokus pada kenikmatan yang mereka rasakan.
Seperti tubuh mereka tercipta untuk bersatu, Adrian yang sedikit berpengalaman karna pernah menonton film esek mulai memuaskan fantasy liarnya.
Pria yang baru tadi malam melepaskan keperjakaannya kini bergoyang layaknya profesional.
Yuki yang tak berkutik di hadpan pria perkasa seperti Adrian juga hanya mendesah hebat dan menikmati itu semua.
\*\*\*\*\*\*\* kuat Yuki yang tak henti-hentinya memenuhi dan menggema di kamar mandi super mewah dan pagi itu Adrian dan Yuki akhirnya mengerti arti cinta yang sesungguhnya.
__ADS_1
Setelah dua jam penuh nafsu dan kenikmatan, Adrian yang melihat Yuki sudah pingsan di pelukannya akhirnya membawa sang pacar dan membaringkannya di tempat tidur.
Melihat Yuki sampai pingsan, Adrian merasa sedikit bersalah. Mungkin ia sudah berlebihan sampai membuat sang pacar pingsan karna kenikmatan.
Setelah puas, Adrian mandi kembali dan berganti pakaian.
Sambil melihat hpnya, beberapa panggilan dari Basil terlihat di layar hp.
Adrian yang ingin tau apa yang sebenarnya terjadi di hotel The Mark akhirnya menelepon Basil kembali.
“Hallo bos.”
"Basil, bagaimana, apa sudah ada kabar?”
“Sudah bos, Manta sudah menceritakan semua kejadian dan saya juga sudah bernegosiasi lewat telfon dengan Mr Suvillian.”
“Bos, apa semalam bos tak melarang Squalo dan Orca membunuh orang?”
Saat mendengar ucapan Basil, Adrian yang ingat waktu itu ia sedang mabuk hanya memberi perintah untuk mengambil hewan aneh yang di lelang waktu itu.
Entah karna lupa atau sedikit mabuk juga ia tak menekankan agar Squalo dan Orca tidak membunuh dalam misi mereka.
Sadar dengan kecerobohannya, Adrian akhirnya menyadari awal mula kekacauan itu.
“Astaga...aku lupa memberitau mereka untuk tak menyakiti penjaga dan hanya mengambil hewan itu.”
“Memangnya kenapa, berapa banyak penjaga yang mereka bunuh?”
“Bos...kemarin malam Squalo dan Orca membunuh 125 orang penjaga di gudang Mr Suvillian.”
Mendengar perkataan Basil, Adrian langsung termenung. 125 orang, itu bukan membunuh lagi tapi membantai.
“Jadi bagaimana situasinya sekarang...apa Mr Suvillian mau berdamai?”
“Mau bos, Mr Suvillian juga meminta setengah dari penjualan emas kita jika ingin damai.”
“Begitu ya, terus siapa orang yang mereka bunuh dalam video itu.”
“Itu dia masalah utama yang akan kita hadapi bos, kata Mr Suvillian orang yang di bunuh Orca dan Squalo di depan The Mark hotel adalah anggota BaneHallow dan kelompok itu sangat berbahaya.”
Mendengar ucapan Basil, Adrian hanya bisa menghela nafas sambil menatap pemandangan dari atas hotel ia menginap.
BaneHallow, Adrian yang pernah mendengar nama itu juga tau sepak terjang dan kebrutalan kelompok yang akhir-akhir ini sangat di takuti dan di segani di dunia bawah.
Dari kabar yang beredar juga sindikat mafia terkuat “The Godfather” sudah musnah karna tak mau tunduk di bawah kekuasaan mereka.
Adrian yang sadar sudah memusuhi kelompok berbahaya hanya bisa mencoba yang terbaik terlebih dahulu.
Jika masih bisa di selesaikan dengan damai, Adrian akan dengan senang hati membayar uang kompensasi atau ganti rugi berapapun itu.
Tapi jika mereka tak mau damai dan mencoba menyakiti orang-orang tersayang bagi Adrian.
Maka Adrian yang tak punya pilihan selain berperang akan membinasakan mereka semua tanpa sisa.
__ADS_1