
Adrian yang melesat sangat cepat di dalam air membuat sebagian orang yang melihatnya terkejut.
Bahkan Calvin yang melihat itu juga di buat penasaran karna Adrian sejak pertama melompat langsung meninggalkan yang lainnya secara telak.
Sadar dengan kecepatannya yang sudah di luar nalar, Adrian mulai melambatkan tempo.
Semakin lama kecepatannya makin menurun, sampai di akhir lap ia finish di posisi pertama tapi hanya lebih cepat beberapa detik dari yang lainnya.
Sadar ada yang aneh dengan Adrian, Calvin yang melihat pemuda itu seperti sengaja melambatan temponya menjadi tidak senang.
Tapi mau bagaimana lagi, Adrian yang bisa di bilang sudah bukan manusia normal tetap harus setidaknya menyembunyikan kekuatan besar miliknya yang berlebih.
Jika ingin menang, ia harus menang dengan cara wajar dan tak ingin menarik lebih banyak perhatian.
“Baiklah sebelum memulai babak final, silahkan istirahat dulu selama sepuluh menit.”
Saat istirahat makin banyak orang yang datang ke kolam renang untuk menyaksikan babak final.
Dari bawah Adrian dapat melihat Yuki yang datang dengan rombongannya. Kedatangan ketua OSIS dan kelompoknya tentu membuat atmosfir di sana sedikti berubah.
Sambil melihat ke bawah, Yuki yang melihat Adrian menatapnya dari bawah langsung buang muka.
Adrian yang sudah tiga minggu ini selalu di jauhi juga hanya bisa menghela nafas. Mungkin gadis itu masih belum bisa melupakan kejadian waktu itu.
“Oke anak anak sudah saatnya kita lanjutkan pertandingan renang 100 meter gaya bebas pria.”
“Harap semua pemenang memasuki lapangan pertandingan.”
Adrian yang sudah berisitirahat langsung menuju tempatnya, sebenarnya ia yang sekarang sama sekali tak kelelahan.
Bahkan di dalam air bisa di bilang ia memiliki tenaga dan kekuatan yang tak terbatas.
Saat ke enam peserta lomba memasuki arena, banyak dukungan dan teriakan yang menyemangati mereka.
Tentu saja nama Adrian juga terdengar jelas saat itu. Bukan hanya dari teman teman sekelasnya, tapi dari adik kelas juga banyak yang menukung Adrian karna memang belakangan ini ia sering menjadi perbincangan para wanita di sekolahnya.
“Semuanya ambil posisi masing masing.”
“Tiga.”
“Dua.”
“Satu.”
--Pritt--
Sesaat peluit di tiupkan, saat itu juga suara Sea terdengar di kepala Adrian.
[Selamat tuan menerima misi Harian]
[Menjadi juara satu lomba renang hadiah 25.000 Poin Sistem]
Mendapatkan misi membuat Adrian merubah rencananya. Ia yang awalnya hanya ingin menempati posisi tiga langsung meluncur bagai roket dan mulai mendominasi.
__ADS_1
Tak ada lagi alasan bagi anak muda itu untuk berbelas kasih. Dengan cepat ia mulai menyalip dan meninggalkan peserta lainnya.
Sambil tetap berusaha normal, Adrian menjadikan Calvin yang ada di sebelahnya sebagai acuna dan kini ia berenang sejajar dengan pemuda yang menyandang gelar dunia tercepat renang seratus meter gaya bebas.
Sangat mudah bagi Adrian mengikuti tempo Calvin. Sadar Adrian berenang sejajar dengannya, Calvin mulai menambah kecepatan.
Secara sekilas setiap kali ia menghadap ke arah Adrian, ia bisa melihat pemuda itu tersenyum sambil menatapnya.
Tatapan dan senyuman Adrian yang seperti orang bodoh membuat Calvin sedikit marah.
Ia yang berusaha mati matian menambah kecepatan untuk meninggalkan Adrian di buat makin kesal karna mau sekuat dan sekencang apapun ia berenang, Adrian pasti tetap berada di sampingnya.
Di dua lap terakhir, Calvin yang sudah menyimpan tenaga terakhirnya untuk meninggalkan Adrian akhirnya menggunakan gaya kupu-kupu rahasianya.
“Hahaha, dasar bodoh...coba kau ikuti aku sekarang kalau bisa.”
Dengan gaya kupu-kupu yang merupakan teknik rahasianya, Calvin mulai menambah kecepatan. Tapi sayang, di hadapan manusia ikan bernama Adrian, Calvin dengan kekuatan penuh bukanlah apa apa.
Adrian yang masih bisa sejajar dengannya sambil bermain dan meniup gelembung tetap berenang dengan santai.
Sampai di lap terakhir, Calvin yang merupakan ketua klub renang dan selalu memenangkan lomba tahunan itu meggunakan teknik andalannya.
Kini gaya bebas yang menjadi kebanggaannya ia gunakan. Senjata terakhirnya itu ia pakai dan mulai meninggalkan Adrian.
“Hemm, rasakan itu...tak ada orang yang bisa me-.”
Belum lama ia meninggalkan Adrian, pemuda yang membuatnya jengkel itu kini berenang kembali bahkan sambil menggunakan gaya punggung.
Sadar ada yang tak beres dengan Adrian, Calvin yang sudah hampir sampai finish menambah kecepatan.
Sesaat ia naik, saat itu juga suara Sea terdengar.
[Selamat tuan telah berhasil menyelesaikan misi Harian]
[Selamat hadiah 25.000 Poin Sistem telah di dapatkan]
Saat Adrian memenangkan lomba, banyak murid yang bersorak dan memberikan selamat.
Calvin yang terkenal sedikit sombong dan tak terkalahkan di dalam air kini hanya terduduk lesu.
Para pendukungnya juga sebagian ikut senang dengan kemenangan Adrian dan membuat club fans itu terpecah.
Yuki yang melihat dari jauh juga nampak sangat senang dan membuat teman temannya penasaran.
Hari itu Adrian menghancurkan Pride dan kebanggaaan klub nomor satu di sekolanya.
Bahkan menurut catatan waktu guru ia berhasil mengalahkan waktu tercepat rekor dunia.
Tapi tetap saja di perlombaan tak resmi itu waktu Adrian tak tercatat dan itu hanya di ketahui oleh beberapa orang saja.
Bagi Adrian memecahkan rekor dunia sangatlah mudah bagaikan meniup gelembung.
~~ ~~
__ADS_1
Sehabis memenangkan lomba, Adrian yang sudah berkumpul dengan teman temannya kini pergi ke lapangan utama sekolah mereka.
Bisa di bilang seluruh murid memang saat ini bersama sama menuju lapangan utama sekolah karna acara utama dan puncak dari festival olahraga sekolah akan di adakan di sana.
Adrian dan kelompoknya yang berjumlah sepuluh orang juga sudah bersiap siap.
“Yes, skor kelas kita sama kelas lain beda tipis.”
“Hooh, kalo kalian menang dan menjadi juara satu kelas kita bisa jadi juara satu di festival olahraga.”
“Ayo semangat guys, kalian pasti bisa.” Ucap para gadis dari kelas Adrian.
Sekarang total sepuluh pria pilihan dari kelas Adrian yang bertubuh lumayan besar akan bertanding di lomba tarik tambang.
Jika mereka bisa menempati posisi pertama, maka sudah jelas kelas mereka akan menjadi pemenang di festival olahraga tahunan.
“Oke guys, saatnya kita tunjukkan kehebatan kelas 3 C...ayo kita habisi mereka semua.” Ucap Boby yang merupakan ketua kelas Adrian.
“Siyap, gas...kali ini kelas kita pasti juara.”
“Hohoho, waktunya balas dendam anak anak.” Lanjut yang lainnya.
Saat ini total 12 kelas bertanding di acara paling bergengsi bagi anak pria di sekolah itu.
Selain untuk menunjukkan kekuatan dan kejantanan mereka, acara itu juga di saksikan oleh semua orang dan tentu saja para wanita.
Karna hal inilah para pria sangat serius dan antusias dalam lomba terakhir ini.
Tarik tambang, selain harus memiliki tenaga dan kekuatan ekstra, teknik dan kerjasama kelompok sangat di perlukan di sini.
Kelas Adrian tahun lalu hanya berhasil menempati posisi ketiga setelah kalah dari kelas David yaitu kelas 3 D.
Kini kelas Adrian mendapatkan lawan pertama yaitu anak kelas 2 C. Walaupun beda setahun, postur tubuh mereka tak terpaut jauh.
Apa lagi ada Reza yang bertubuh seperti badak dari kelas 2 C yang membuat adik kelas mereka itu yakin menang.
“Oke selanjutnya kelas 3 C melawan kelas 2 C semua peserta harap bersiap siap.”
Adrian yang bertubuh paling besar kini berada di posisi paling belakang, sedangkan Boby yang merupakan ketua kelas seperti biasa selalu di depan dan bertugas sebagai pemandu.
“Baiklah semuanya bersedia di posisi masing masing.”
“Tiga.”
“Dua.”
“Satu.’
~~ Pritt ~~
Setelah peluit di tiupkan, tali tambang yang tebal langsung di tarik dan kedua kelas pun bertarung.
__ADS_1