System Of Sea

System Of Sea
Musnahnya Sindikat Mafia Big Dady


__ADS_3

Dalam perjalanan ke Colombia, Polpo yang menaiki tubuh Manta di buat kesulitan bahkan untuk tetap berpegangan erat.


Kuatnya angin serta lajunya Manta di udara membuat tubuh Polpo terbang melayang layang.


Tapi melihat Orca yang duduk santai sambil mencengkram pungung Manta, Polpo yang lebih senior mencoba tetap bertahan dan menggunakan tentakelnya untuk berpegangan erat.


Dalam kecepatan yang gila, mereka tiba di tujuan hanya dalam beberapa jam.


Madellin, Colombia...


Manta, Orca dan Polpo yang sampai di kota para Mafia tersebut langsung turun dan mulai membaur.


Selama perjalanan panjang berjam-jam, Manta sama sekali tak terlihat kelelahan dan tetap terlihat cool seperti biasanya.


Polpo dengan mode kamuflase juga mengikuti dua orang itu dan mereka tiba di sebuah gedung besar tempat di mana Eka mungkin berada.


Sambil berjalan mendekat, Manta yang memegang foto melihat beberapa tempat yang sudah tertulis di balik foto itu.


“Bank lokal Medellin...kita coba cek tempat ini dahulu.” Ucap Manta sambil berjalan masuk sedangkan Orca dan Polpo mengikuti dari belakang.


Karna tak tau dan tak pernah bertemu dengan orang yang ada di gambar membuat mereka mau tak mau menggunakan cara classic yaitu bertanya.


Mungkin jika pernah bertemu sekali saja, maka Orca akan dapat mengetahui langsung lokasi mereka dari sinyal dan gelombang tubuh yang di pancarkan.


Bagi Orca yang memiliki kemampuan khusus, ia dapat mengetahui tiap orang yang pernah di jumpainya jika masih berada dalam radius kemampuannya.


Sejatinya tiap manusia memang memiliki pancaran enegri unik masing-masing dan dari sanalah Orca dapat mengetahui lokasi setiap orang yang ia kenal.


Untuk perbandingan saja, kemampuan dan radius dari kehebatannya ini dapat mencangkup seluruh kota Bluesky, artinya kemampuannya ini memiliki luas sampai ribuan kilo meter.


Sambil bersikap kalem dan membaur, mereka mulai bertanya di tiap tempat. Tapi mau apapun yang mereka katakan, kebanyakan orang yang di tanya tak tau soal foto yang mereka berikan.


Sampai mereka akhirnya tiba di salah satu kediaman pribadi yang masih menjadi lingkup kekuasaan Big Dady.


Melihat ada banyak penjaga, Orca yang mulai bosan sama sekali tak peduli lagi dan langsung mendekati mereka.


Melihat ada orang asing yang mendekat, penjaga yang ada di sana langsung memperingatkan mereka.


“Hai bung...ini bukan tempat bertamasya jadi silahkan per...”


Belum sempat penjaga dengan senapan laras panjang itu menyelesaikan omongannya, Orca langsung menarik kepala dan mencengkram kepala orang itu dengan kuat.


“AHHHH....sakit...”


Mendengar teriakan, penjaga lainnya langsung mendekat dan melihat. Tapi mereka semua langsung di serang dan di bunuh oleh duri aneh milik Manta dan tewas seketika.

__ADS_1


“Di mana orang ini?" ucap Orca sambil menunjukkan foto Eka dan Dwi.


“Itu...itu...mereka ada di markas utama.”


“Markas utama, di mana itu?”


“Markas besar ada di....”


Setelah memberitahukan lokasi Eka dan Dwi, kepala penjaga itu langsung di hancurkan oleh Orca hingga berkeping keping.


Lalu Manta berubah kembali ke mode Hybrid dan mereka bertiga terbang menuju markas utama Mafia Big Dady.


Saat sampai di sana, markas itu ternyata merupakan Mansion yang sangat besar dan luas. Di sana juga terlihat banyak penjaga yang menjaga tempat itu di tiap sudutnya.


Tempat luas dan besar itu di penuhi oleh banyak penjaga dengan senapan laras panjang. Hampir tiap meter ada orang yang berjaga.


Tapi seakan tak peduli, Orca Manta dan Polpo masuk dari atas langit. Melihat ada musuh yang turun dari langit, alarm tanda bahaya langsung berbunyi dan para penjaga langsung menembaki mereka.


Polpo langsung masuk ke dalam mode kamuflase dan membunuh satu persatu penjaga secara diam-diam.


Sedangkan Manta menggunakan jarum beracun yang ia keluarkan dari tangannya dan menembaki tiap penjaga yang ada di atas menara dan ketinggian.


Orca tanpa mempedulikan itu semua langsung masuk ke dalam Mansion mewah tersebut dan pembantaian pun terjadi.


Saat masuk, puluhan orang dengan senjata lengkap langsung menembaki Orca. Tapi tajamnya peluru bagi Orca seperti tetesan hujan dan sama sekali tak membuatnya terluka.


Sadar musuh yang mereka hadapi memiliki kemampuan aneh, semua orang berteriak dan mulai melarikan diri.


“Monster...kabur, ada anggota BaneHallow yang menyerbu.”


“Sialan...belum cukupkah mereka membuat onar.”


Karna perselisihan mereka dengan sindikat BaneHallow, beberapa orang salah mengira kalau Orca adalah anggota BaneHallow.


Tapi bagi Orca itu tak penting dan dia membunuh serta mencari dua orang yang menjadi target utama.


Dengan cepat Orca masuk kedalam Mansion mewah itu dan membunuh tiap orang yang ia jumpai.


Tangannya yang sekuat baja dan gerakannya yang cepat membuat puluhan bahkan ratusan orang mati dengan cepat.


Melihat peluru tak mempan, salah seorang musuh menggunakan Bazoka dan menembak Orca dari jarak dekat.


“Rasakan ini bajingan...”


“BOOOAAMMMM.”

__ADS_1


Di tembak Bazoka, Orca terpental dan sebagian pakaiannya rusak. Tapi senjata dengan daya ledak besar itu tak cukup untuk membunuh seorang Orca.


Secara brutal Orca menerjang dan langsung membunuh orang yang menembaknya.


Tangannya menusuk perut orang itu dan semua isi perutnya di keluarkan saat ia masih hidup.


Di sisi lain, Manta yang melihat ada banyak orang kabur tak tinggal diam. Ia berubah ke mode Hybrid dan terbang ke udara.


Di atas langit, ia membunuh tiap musuh yang mencoba melarikan diri. Dari atas langit, tak ada satupun musuh yang dapat kabur dari penglihatannya.


Polpo juga sama, dalam diam dan sunyi, ia membunuh tiap musuh yang di jumpai. Dengan racun kuat miliknya, tiap orang mati dengan begitu mengenaskan.


Orca yang sampai di bagian terdalam Mansion mewah itu akhirnya menemukan orang yang di cari-cari.


Walaupun mereka mencoba kabur lewat terowongan bawa tanah, tapi bagi Orca sangat mudah menemukan mereka dari pancaran energi dan gelombang yang mereka keluarkan.


Di bawah tanah, Orca akhirnya menemukan Dwi yang bersembunyi.


Melihat Dwi, Orca langsung menerjang ke arahnya dan mencengkram kepala Dwi dengan tangan kiri miliknya.


“Ahhhh...lepaskan aku bajingan..."


“Lepaskan...”


Seakan tak peduli dengan musuh lainnya, Orca langsung membunuh semua orang yang ada di sana lalu pergi mencari gelombang energi yang sama dengan Dwi.


Sambil menyeret Dwi yang tak berdaya, Orca akhirnya menemukan Eka yang bersembunyi di balik pintu baja.


Saat pintu baja itu di hancurkan, beberapa petinggi mafia Big Dady yang ada di sana terlihat ketakutan bukan main.


Dinding baja yang harusnya sangat kuat itu di hancurkan hanya menggunakan tangan kanan milik Orca. Tak terbayang lagi betapa kuatnya tangan yang dapat mengancurkan baja dengan mudanya itu.


Melihat Eka, Orca langsung berjalan mendekatinya.


Eka yang melihat sang adik Dwi di seret sambil kepalanya di cengkram kuat berlumuran darah juga tak tinggal diam dan menembaki Orca dengan pistol miliknya.


“Mati kau bajingan...”


“Dorr...dorr...dorr...”


Tapi di hadapan si paus pembunuh, pistol kecil itu bagaikan mainan dan kepala Eka langsung di cengkram dengan tangan besar milik Orca.


Di angkat dengan kedua tangannya, kakak beradik itu tak berdaya dan dengan kejam tanpa berbelas kasih, mereka di bunuh secara perlahan dan menyakitkan.


 

__ADS_1


 


__ADS_2