
Aurora dan Adrian yang melihat Ratu Hera di pasung sambil telanjang bulat langsung mendekatinya.
Saat melihat dari dekat, Aurora yang melihat tubuh guru yang sudah banyak mengajarkan banyak hal padanya langsung menangis dan menitihkan air matanya.
Meskipun tak bisa melihat, dengan Aura ia bisa mengetahui kalau gurunya itu benar-benar tersiksa bahkan lebih tersiksa dari dirinya yang di penjara di Dark Reef.
Adrian yang melihat Aurora sampai menangis dan Ratu Hera yang tubuhnya di penuhi luka lebam dari ujung kaki sampai kepala mengepalan tangannya dengan kuat.
Bahkan bagian terpenting wanita itu terlihat sudah tak berbentuk lagi dan itu benar-benar membuat Adrian terdiam sesaat.
“Sudah cukup...Aurora, sepertinya aku tak bisa lagi menahan amarahku...aku akan menyelamatkan mereka semua dan membunuh para bajingan itu.”
Adrian yang tak dapat lagi menahan emosinya ketika melihat perbudakan dan penindasan kejam yang di lakukan Ksatria Suci langsung melemparkan beberapa botol Air Suci kepada Aurora.
“Berikan ini kepada wanita itu dan tahanan lainnya, aku akan membunuh Ksatia Suci yang berjaga.”
Adrian yang tak enak hati melihat wanita di hadapannya dan beberapa tahanan wanita lain yang bernasib serupa langsung pergi.
Belum lama Adrian melangkah menjauhi Aurora, putri dengan gelar Gadis Suci itu menoleh ke arahnya dan berbicara dengan pelan.
“Aku tau ini terdengar sedikit kejam, tapi kita tak bisa menyelamatkan semua orang...di tambah Atlas yang sedang mencari keberadaan kita, jika ia sampai tau kita berada di sini akan lebih banyak orang lagi yang mati...”
“Adrian...jangan pergi...”
Adrian yang mendengar ucapan Aurora yang mencoba bersikap kuat hanya tersenyum bahkan tanpa membalikkan badannya.
Sambil tetap berjalan, ia mengeluarkan Aura Supremacy super kuat dan sangat mengintimidasi.
“Tenang saja, Aku Adrian Devano berjanji akan menyelamatkan kalan semua, jadi kamu tolong saja para tahanan.” Kata Adrian dengan keren sambil berjalan meninggalkan Aurora.
Di tempat lain, dua orang Ksatra Suci yang merasakan Aura kuat dan menyeramkan dari sel tempat tahanan langsung sadar ada yang tak beres.
Salah satu dari mereka yang sedang menyiksa tahanan langsung tersenyum dan satu lagi yang tertidur langsung terbangun dengan tatapan tajam.
“Sialan...sepertinya yang di katakan Raja Atlas benar adanya...Kon, kau duduk saja dan hubungi pusat...biar aku yang melawannya.”
Kon yang baru terbangun karena merasakan Aura membunuh kuat dari Adrian juga hanya diam dan langsung mengambil sebuah kerang aneh yang fungsinya sama dengan telepon.
Dengan kekuatan Suci, kerang Ajaib itu dapat menyalurkan energi seperti layaknya telepon di dunia kita dan ia langsung menghubungi pangkalan pusat.
Tapi belum sempat Kon menghubungi pusat, tiba-tiba saja hidungnya mengeluarkan darah dan pandangannya sedikit kabur.
“Huuuh, apa...a...pa ini...”
__ADS_1
“Brughhhtt...”
Seperti bingung dengan apa yang terjadi, Kon yang merupakan salah satu Ksatria Suci langsung terjatuh dan tak sadarkan diri.
Lary yang melihat Kon terjatuh dan tak sadarkan diri langsung tau apa yang terjadi.
Seperti mereka sudah di kelabui, Lary yang merasakan Aura kuat dari musuh yang agak jauh langsung mengeluarkan Aura miliknya dan pedang emas kebanggaannya.
“Sialan...jadi begini cara bermain kalian...”
Dengan fokus yang tinggi, Lary mulai merasakan keberadaan musuh di sekitar mereka.
Adrian yang sebenarnya juga sudah sampai di sana memang ingin membunuh dua Ksatra Suci itu dengan cepat.
Dan benar saja, dengan perpaduan skill unik membelah diri dan skill kamuflase miliknya Adrian lalu mengeluarkan asap beracun super mematikan yang ia pinjam dari ubur-ubur kotak dan menyerang kembali dalam diam.
Tapi Lary yang terlanjur sadar dan sudah menggunakan Aura dapat menahan asap racun milik Adrian dan dengan ayunan pedang emas miliknya, asap beracun tak kasat mata milik Adrian berhasil ia hilangkan.
“Keluarlah bajingan, apa kau seorang pengecut yang...”
Belum sempat Lary menyelesaikan perkataannya, Adrian dengan hawa keberadaan yang tak dapat ia rasakan sudah menusuk jantung Lary dengan tangannya yang tajam bagai tombak.
Jari yang di perkuat Aura supremacy berwarna merah itu sukses membuat Lary muntah darah tanpa bisa menghindar.
“Berisik bodoh, sampah sepertimu tak memiliki hak berbicara padaku.”
“Bsssttt...”
Dengan cengkraman kuatnya, Adrian menghancurkan jantung Lary. Ksatria Suci itu langsung mati sama seperti temannya tanpa sempat menatap wajah Adrian.
Lalu Adrian yang tau Tristan bisa hidup kembali layaknya Sea Army langsung menarik sebuah bola berwarna emas yang ada di dalam jantung Lary.
“Jadi ini...ini hampir sama dengan inti jiwa laut milik pasukanku.”
[Benar tuan, tuan harus menghancurkannya agar mereka benar-benar mati]
Dengan kekuatan cengkraman miliknya yang sudah di perkuat Aura, Adrian meremas Inti Jiwa Lary dan menghancurkannya.
Setelah itu ia pergi ke arah Kon dan melakukan hal yang sama.
Di tempat lain...
Atlas yang merasakan inti jiwa dua bawahannya yang berada di Sunken Islen lenyap tak tersisa langsung tersenyum.
__ADS_1
Ia yang sedang berbaring di temani beberapa mermaid cantik di istana emas miliknya langsung mengambil kerang ajaib dengan kekuatan seperti telekenesis dan menelepon seseorang.
“Hallo, tuan ada perlu apa menelepon saya?”
“Dagan, pergi ke Sunken Islen sekarang karena Aurora ada di sana.”
Dagan yang mendengar kabar mengejutkan dari Atlas terlihat santai dan seperti mengerti.
“Baik tuan...semua pasukan terdekat akan langsung bergerak.”
Dengan cepat keberadaan Aurora yang ada di Sunken Islen langsung menyebar ke seluruh kapal pencari dan setiap Ksatria Suci langsung pergi menuju Sunken Islen.
Adrian yang tau inti jiwa Ksatria Suci hampir sama seperti Inti Jiwa laut milik Sea Army juga tau kalau mereka semua harus pergi dari sana dengan segera.
Dengan kecepatan suara, Adrian langsung kembali menuju tempat Aurora. Saat sampai di sana, Ratu Hera yang sudah di berikan Air Suci terlihat sudah baikan.
Beberapa tawanan juga sudah sembuh dan mereka semua seperti menunggu-nunggu kehadiran Adrian.
Aurora yang melihat Adrian kembali dengan cepat tanpa lecet dan keringat sedikitpun juga tau kalau Adrian telah membunuh Ksatria Suci yang berjaga.
Aurora yang tau tentang Inti Jiwa Ksatria Suci juga sudah paham kalau mereka semua harus segera kabur.
“Adrian...bagaimana sekarang, aku yakin Ksatria Suci yang lain pasti sekarang sedang menuju ke sini.”
Sambil tersenyum ke arah Aurora dan semua tahanan, Adrian berkata dengan santai.
“Kumpulkan semua orang dan aku akan membawa kalian semua pergi.”
Aurora dan Hera yang mendengar ucapan Adrian dengan santai juga masih sedikit ragu.
Ada ribuan tahanan yang ada di sana termasuk yang di pekerjakan sebagi budak. Bagaimana Adrian bisa membawa mereka semua sekaligus.
Tapi karena di pepet waktu, semua orang langsung berlari dan menuju tempat tambang.
Di sana Hera langsung mengumpulkan semua tahanan dan kini semua orang berdiri di hadapan Adrian dan Aurora.
“Tuan...sebelumnya terima kasih sudah menolongku, tapi bagaimana caranya anda membawa semua orang, beberapa dari kami bahkan sudah tak kuat berjalan.” Kata Hera mewakili semua tahanan yang terlihat sangat lesuh dan lemah.
“Santai saja...serahkan semuanya padaku.”
Dengan cepat Adrian membuka toko Sea dan membeli benda yang dapat mengeluakan mereka dari situasi saat itu.
__ADS_1