
Saat ini di dalam kelas Adrian, wali kelas dan beberapa murid petugas lomba olahraga mulai berdiskusi bersama.
Adrian yang kebagian tiga lomba juga sudah bersiap siap dengan murid pria lainnya.
Lomba pertamanya yaitu lomba lari sprint seratus meter.
Sambil menunggu bagiannya, Adrian dan beberapa murid dari kelasnya hanya menonton pertandingan yang ada.
Karna waktu yang singkat, pertandingan di adakan di banyak tempat sekaligus dan finalnya baru di tonton bersama.
“Oke, abis ini bagian anak cowok kan?”
“Bener, lari seratus meter si Adrian sama Egi.”
Karna bagiannya suda tiba, Adrian dan teman sekelasnya Egi langsung bersiap siap dan pergi memasuki lapangan pertandingan.
Lari sprint seratus meter, olahraga yang simple tapi juga perlu kekuatan fisik yang kuat.
Biasanya mau pria dan wanita pasti bisa dan tak akan mengalami kesulitan melakukan olahraga ini, tapi untuk menjadi yang tercepat itu beda cerita.
Adrian dan Egi yang merupakan perwakilan kelas 3 C juga sudah berada di lapangan bersama pria dari kelas lainnya.
“Yan, kalo kita bisa juara satu dan dua skor kelas kita bisa naik derastis, jadi usahain menang.”
“Aman Gi, serahin sama aku.”
Egi yang merupakan anak dari eskul futsal juga memiliki kecepatan lari yang luar biasa.
Ia yang di pilih bersama Adrian di wajibkan menang karna selama dua tahun berturut turut kelas mereka tak pernah juara dalam lomba olahraga tahunan.
Bukannya para pria yang ada di kelas Adrian lemah, hanya saja di kelas lain memang para pria lebih jago dan bisa di andalkan.
Di tambah lagi di kelas 3 B ada anak dengan lari tercepat se kota Bluesky, ia bahkan menjadi perwakilan kota pesisir pantai itu untuk mewakili kotanya di lomba lari tingkat nasional dan selalu menjadi juara pertama di lomba lari tahunan sekolanya.
“Baiklah anak anak, karna waktu kita terbatas harap langsung mengambil posisi masing masing.”
Kini guru olahraga yaitu pak Jono menjadi pengatur dalam lomba lari seratus meter anak laki-laki.
Tiap angkatan ada empat kelas dan dua perwakilan, berarti saat ini total 24 orang mengikuti lomba lari seratus meter.
Mereka di bagi lagi menjadi dua tim dan dari tim A dan B akan ada 2 orang perwakilan yang mana di final nanti akan bertanding ulang.
Adrian yang sudah di posisi juga tak akan segan segan, mungkin dengan tubuh besarnya akan membuat ia kesulitan untuk bersaing dengan teman temanya yang memiliki tubuh ramping yang mana lebih di untungkan dalam hal kecepatan dan adu sprint.
Tapi keadaan saat ini berbeda dengan tahun lalu, berkat Sea kini Adrian sudah makin kuat dan cepat.
__ADS_1
Bahkan karna meningkatkan status Agility dengan penuh, Adrian juga tak pernah tau sampai mana batas kecepatannya saat ini.
“Oke kalau suda siap ayo kita mulai...semuanya ambil posisi.”
“Tiga.”
“Dua.”
“Satu.”
"Mulai."
Dengan kecepatan penuh Adrian langsung berlari. Awalnya semua peserta lomba yang memang sudah di pilih karna kekuatan fisik mereka yang kuat itu terlihat seimbang.
Bahkan Egi yang merupakan salah satu anggota tim Futsal juga meluncur bagaikan roket.
Adrian dengan tubuh besarnya terlihat mulai tertinggal, tapi bagi Adrian yang sedang mengukur kecepatan larinya sendiri hanya tersenyum tipis karna saat ini ia baru saja menggunakan sebagian kekuatan miliknya.
Ia yang tak ingin terlalu menonjol juga secara perlahan mulai menyusul. Satu, dua, tiga dengan cepat ia menyusul teman temanya. Empat, lima, enam semua peserta lainnya di balap dengan mudah.
Sampai di akhir garis finish, Adrian yang sudah melihat kemenangan Egi mulai menyamakan tempo dan akhirnya meraih posisi ke dua dari tim lari seratus meter grub A.
“Yes...kelas kita masuk kedua duanya ke babak final.”
“Yuhu...Egi, Adrian sini minum dulu.”
Para wanita yang memang tak terlalu mahir dalam olahraga juga memberikan dukungan terbaik untuk teman teman pria dari kelasnya.
Bakan Adrian yang mendapatkan posisi dua juga langsung di suguhi minuman berenergi agar tenaganya kembali dan siap bertarung di final lomba berikutnya.
Akhirnya setelah grub B selesai, final lomba lari seratus meter pria pun di mulai.
Adrian dan Egi menjadi perwailan dari grub A dan juga kelas mereka. Di grub B ada Jamal sang pelari kebanggaan kota Bluesky dari kelas 3 B dan galang dari kelas 2 C.
Setelah mengambil posisi masing masing, empat pria tercepat di sekolah Adrian akhirnya siap bertanding.
Dengan ancang ancang yang sudah siap dan dari arahan pak Jono, lomba final lari seratus meter pria pun di mulai.
“Tiga.”
“Dua.”
“Satu.”
“Mulai...”
__ADS_1
Seperti yang di harapkan dari Jamal sang pelari handal, baru saja mulai ia langsung melesat bagai kilat dan meninggalkan yang lainnya.
Memang sudah dua tahun ia selalu menjadi juara di lomba olahraga lari seratus meter pria.
Ia yang suka sekali berlari juga sering latihan dan membuat tubuh ramping dan kaki panjangnya makin terbiasa berlari.
Tapi di hadapan Adrian, kecepatan dan langkah panjang milik Jamal bukan apa apa.
Dengan mudahnya Adrian kini berlari sejajar dengan Jamal. Melihat Adrian yang menyusulnya, Jamal makin menambah kecepatan.
Untuk pertama kalinya ada orang yang dapat bersaing secara seimbang dengannya membuat pria muda itu makin bersemangat.
Bahkan Jamal berlari makin kencang dan saat ini sudah melewati batas kecepatan ia yang biasanya.
Saat melihat garis finish di hadapannya dan yakin sudah menang, Jamal mulai tersenyum.
Tapi tanpa di sangka sangka Adrian dengan langka besarnya mengejar Jamal dan setelah berpaspasan, Adrian sempat terseyum dan memberikan jempol untuk Jamal.
Melihat Egi yang tertinggal paling akhir, mau tak mau Adrian harus meraih posisi pertama agar mendapatkan banyak poin.
Saat itu juga Adrian akhirnya berhasil menjadi pemenang di lomba lari seratus meter sprint pria dan memecahkan rekor tak terkalahkan Jamal Mardat.
Sebagian penonton yang melihat aksi hebat Adrian juga langsung memberikan dukungan dan selamat.
"gila...Jamal kalah dong."
"Selamat kak Adrian..."
“Astaga...Jamal kalah di lomba lari...yang bener aja nih”
“Wih, siapa ya tuh orang kok kaya baru lihat...larinya cepet banget lagi.”
“Cih dasar kuper, itu Adrian yang akhir akhir ini sering di bicarakan para gadis.”
“Oohhh, jadi dia.” Ucap para penonton yang mayoritas pria.
Egi dan teman kelas Adrian yang tak menyangka Adrian bisa menang juga terlihat sangat senang.
Dengan ini skor keseluruhan dari total poin kelas mereka makin bertambah.
Kelas 3 C yang biasanya paling belakang dalam hal olahraga kini mulai mendominasi kembali di akhir akhir masa indah mereka di sekolah.
__ADS_1