
Adrian dan tahanan lainnya yang berlari ke arah Aurora langsung merasakan energi mencekam dari Tristan yang ada di hadapan mereka.
Lalu dengan sekali ayunan pedang, energi aneh berwarna emas langsung membunuh tiga dari mereka.
“Sreeennnggg...”
Tiga dari mereka tewas dan tubuhnya hancur terbelah. Adrian dan sisa tahanan lain langsung berhenti karna terhalangi energi emas bercahaya yang kini mengelilingi Aurora.
“Dia...Ksatria Suci...” kata Elliot.
“Sialan, kenapa mereka mengirim Ksatria Suci!” lanjut Ebira.
Ebira yang melihat seorang Ksatria Suci sampai mengawal Aurora dari lantai dua terlihat sangat marah.
Jika ada hal yang membuat rencana pelarian mereka gagal total itu adalah apa yang mereka temui saat ini.
“Jangan menyerah...dia cuman sendirian, kita masih bisa melakukan ini!” kata Garaga sambil meyakinkan yang lainnya.
Adrian yang melihat kekuatan musuh juga tak banyak membantu.
Menurut informasi dari Slarken, jika sampai ada Ksatria Suci yang mengawal putri Aurora maka kesempatan mereka untuk bisa bebas akan menurun drastis.
Tapi tak ada jalan kembali dan Adrian yang memantapkan tekadnya menguatkan Aura Supremacy miliknya dan langsung menerjang ke arah Tristan.
“Ikuti aku...akan ku tahan kekuatan aneh ini.”
Semua tahanan lain yang melihat Adrian bergerak langsung mengikuti dari belakang.
Tristan yang melihat musuh masih memiliki semangat juang untuk melawannya hanya tersenyum jahat dan langsung mengayunkan pedangnya kembali.
Saat di ayunkan, energi berwarna emas lagi-lagi tercipta dan langsung mengarah tepat ke arah Adrian.
Adrian yang melihat itu menguatkan Aura miliknya dan dengan tombaknya, serangan Tristan di hentikan.
“Apa...”
“Dasar Supremacy sialan...”
Melihat Adrian dan tahanan lain makin mendekat, Tristan akhirnya mengeluarkan salah satu teknik terhebat miliknya.
Ia mengangkat pedang bercahaya miliknya dan dari sana pedang itu mengeluarkan cahaya terang yang sangat menyilaukan.
“Sadari posisi kalian dasar sekumpulan serangga...”
“Rasakan ini...Luminous Sword!”
Dengan kekuatan pedang suci, Tristan mengeluarkan energi ilahi yang sangat besar dan memenuhi semua tempat.
Semua orang termasuk Adrian dan Slarken yang terkena pancaran cahaya ilahi dari Tristan juga langsung merasakan tubuh mereka terbakar dari luar dan dalam.
“Kekuatan ini...sialan.” kata Slarken.
“Ahhhh...panas.” lanjut Garaga.
Hanya butuh waktu beberapa detik bagi Tristan untuk membuat semua tahanan dari sel 212 terbaring tak berkutik.
Mereka semua kini di paksa mencium lantai dan menggeliat sambil bermandikan darah seperti belatung yang kepanasan.
__ADS_1
Adrian yang terkena efek luar biasa dari pedang suci juga tak berdaya dan terbaring di lantai.
“Sialan...apa aku akan mati?”
“Kenapa aku selemah ini...”
Vaper yang melihat musuh sudah tak berdaya dan terbaring di lantai mulai membunuh mereka satu per satu.
Slarken ia tusuk dan lanjut ke yang lainnya. Tristan yang tak ingin mengotori pakaian kebanggaannya juga hanya diam di depan Aurora sambil tersenyum.
Sampai ke bagian Adrian dan dengan kejam Vaper menusuk Adrian dari punggungnya.
“Sruuuppp...”
“Matilah dasar manusia bodoh...”
Adrian yang menyadari misi pelarian mereka gagal dan semua orang mati hanya bisa menatap Aurora dari jauh.
Semua kerja kerasnya selama tiga tahun di hancurkan dengan mudah oleh orang yang memakai pakaian yang sama dengan yang menyegel kekuatannya.
“Ksatria Suci sialan...aku akan memb-“
“Sruppp...”
Sekali lagi Vaper menusuk punggung Adrian dengan pedang emas miliknya.
“Dasar serangga sialan, kau tak pantas menyebut nama Ksatria Suci.”
Adrian yang di tusuk menggunakan senjata suci merasakan sakit yang teramat mengerikan.
Seperti semua tubuhnya di bakar dari dalam, Adrian hanya bisa meratapi nasibnya yang tragis.
“Akhirnya...”
Adrian yang ajalnya sudah dekat memejamkan matanya dan akhirnya kehilangan kesadarannya.
Tapi belum sempat ia menghembuskan nafas terakhir, Aurora yang berhasil lepas dari borgol datang entah dari mana dan langsung memeluk dan mengalirkan energi ilahi ke dalam tubuh Adrian.
Energi suci melawan energi suci, dua energi yang saling menyatu itu berubah dan mulai mengobati Adrian.
Energi yang awalnya panas itu berubah sejuk dan hangat. Adrian yang merasakan tubuhnya di obati mulai membuka matanya secara perlahan.
Lalu sosok Aurora yang cantik jelita terlihat sudah memangku Adrian di paha lembutnya.
“Ka...kau...”
“Akhirnya kau bangun juga.”
“Di...dimana ini?”
“Ini masih di Dark Reef, hanya saja aku menghentikan waktu sesaat dan saat ini hanya kita berdua yang dapat bergerak.”
Adrian yang mulai melihat sekitarnya akhirnya paham apa yang di katakan Aurora.
Semua orang diam mematung. Bahkan Tristan dan pedang hebatnya juga diam sama seperti yang lainnya.
“Apa yang sebenarnya kau lakukan?”
__ADS_1
“Tidak ada waktu untuk menjelaskan...saat ini aku akan melepaskan segel Karma Laut yang ada di dalam tubuhmu.”
Adrian yang mendengar ucapan Aurora hanya mengangguk. Tubuhnya belum benar-benar pulih dan masih lemah.
Tapi satu hal yang ia tau adalah kekuatan Suci di dalam tubuhnya bergejolak dan cahaya aneh berbentuk Segel Karma yaitu lambang bangsa Atlantis yang unik mengelilingi Adrian dan Aurora.
Adrian yang di pangku juga merasakan kekuatannya perlahan di bebaskan. Rasa sakit di dadanya juga mulai bertambah.
“Tahan itu...aku yakin kau pasti bisa melakukannya.” Kata Aurora sambil memegang dada Adrian.
Dengan paksa segel Karma Laut yang ada di dada Adrian di angkat dan dengan cepat kekuatan luar biasa miliknya di kembalikan.
Bahkan suara yang sudah tiga tahun tidak ia dengan langsung muncul dan mengagetkan Adrian.
[Segel Suci berhasil di lepaskan, Tuan selamat datang kembali]
Adrian yang mendengar suara Sea langsung menitihkan air matanya dan menangis.
Kekuatan luar biasa miliknya kembali bersamaan dengan berkah dari seluruh lautan.
“Sea...aku kembali.”
Sesaat segel karma di angkat, cahaya ilahi dari tubuh Aurora mulai menghilang.
Ia yang sudah menggunakan kekuatan terakhirnya kini tersenyum tipis dan berbicara pelan kepada Adrian.
“Pergilah lalu hentikan kakakku...dan jangan sampai kehilangan jati dirimu wahai sang terpilih...”
Setelah mengucapkan itu, Aurora pingsan dan waktu yang terhenti bergerak kembali.
Tristan yang mengetahui kekuatan Aurora yang dapat menghentikan waktu sesaat terlihat murka dan langsung bergerak cepat ke arah Adrian.
Dengan pedang bercahaya miliknya, ia menyerang Adrian dalam kecepatan yang melebihi suara.
“Mati kau...”
Tapi Adrian yang mendapatkan kekuatannya kembali langsung menahan pedang Tristan dengan tangannya.
“Beessss.”
Tristan yang serangan pedangnya di tahan dengan mudah menggunakan satu tangan oleh Adrian di buat terkejut.
Lalu Adrian yang sudah mendapatkan kekuatannya kembali bahkan sudah lebih kuat dari dirinya yang dulu langsung bergerak secepat kilat dan memukul Tristan tepat di bagian perutnya.
“Kau yang akan mati bajingan...”
“Boooommmm."
Tinju kuat Adrian langsung menerbangkan Tristan.
****
__ADS_1