
Di hari sabtu pagi yang cerah, Adrian yang terbangun langsung cuci muka dan mengerjakan rutinitas hariannya.
[Selamat misi Check In Harian berhasil di aktifkan]
[Lakukan joging pagi selama satu jam, hadiah 30.000 Poin Sistem]
“Oke waktunya bekerja.”
Adrian yang sudah satu bulan memiliki Sea selalu mengerjakan misi Check In harian dengan teratur.
Misi yang awalnya hanya berhadiah 1.000 Poin Sistem itu sudah berubah menjadi 30.000 dan akan terus bertambah asalkan Adrian tak bolos mengerjakannya.
Pagi itu kota Bluesky yang indah di kelilingi Adrian dengan bersemangat. Entah karna tubuhnya yang kian bertambah kuat atau memang karna sudah sering berkeliling membuat Adrian sama sekali tak merasa lelah ketika berorahraga di pagi hari.
Karna sering berkeliling juga makin banyak orang yang ia kenal. Bukan hanya berkeliling pagi sambil mengerjakan misi Check In harian, terkadang juga ada misi khusus dan harian yang muncul seakan menyuruh Adrian untuk berinteraksi dengan orang orang yang ada di kota Bluesky.
Karna hadiah misi, Adrian mau tak mau melakukan hal itu. Anak yang memang sedikit pendiam dan sulit bersosial itu makin hari makin terbiasa dan mulai berubah.
Sambil berlari dengan santai, Adrian yang sudah membeli toko baru yang sempat ia incar dulu kini tiba di depan toko kecil miliknya.
Karna uang hasil menjual permata saat itu sudah ia dapatkan dari pak Luca, Adrian kini memiliki banyak uang.
Dari hasil lelang berlian itu saja Adrian mendapatkan 50 Milliar. Bahkan permata berwarna biru laut milik Adrian itu laku denga harga fantastis saat di pelelangan.
Itu karna permata indah yang di beli Adrian dari toko Sea memang bukan permata biasa.
Cahaya yang di keluarkan permata itu sukses membuat harga permata itu melambung tinggi dan akhirnya ada Sultan Arab yang tertarik dan mau membeli dengan harga fantastis.
Adrian yang kecipratan sedikit saja mendapatkan 50 Milliar, tak terbayang berapa banyak tua bangka Luca mendapatkan uang dari permata itu.
“Huh...masih tersisa enam permata...jika di jual bisa dapat banyak uang, tapi...”
Karna tau dengan keistimewaan permata miliknya, Adrian yang masih memiliki stok enam permata di toko Sea dengan warna berbeda beda menjadi sedikit bimbang untuk menjual atau menyimpan semua permata itu.
Jika di jual maka jelas Adrian akan menjadi wong sugih dan tak perlu bekerja keras lagi.
Kebahagiaan dan kebutuhan dirinya dan seluruh keluarganya pasti tercukupi tanpa terkecuali jika ia menjual enam sisa permata itu.
__ADS_1
Tapi yang menjadi pertimbangan adalah tujuh batu permata betuah yang di jual Sea bukanlah batu sembarangan.
Jika Adrian mampu mengumpulkan ke tujuh batu maka ia di katakan dapat membuka gerbang istana laut selatan dan saat bertanya pada Sea, di dalam sana akan ada banyak harta yang tak ternilai jika Adrian mampu membukanya.
Sadar dengan hal itu Adrian menjadi bimbang antara menjual atau mengumpulkan sendiri semuanya, di tambah lagi satu batu sudah di beli Sultan Arab dan akan sangat sulit untuk mendapatkan batu itu kembali.
Sambil melihat toko kecil miliknya, Adrian yang sadar rumahnya sudah ia rubah menjadi akuarium mini menjadi tak enak karna itu seperti mengaggu sang ibu saat di dapur.
Ia saat ini memang mau memindahkan semua ikan peliharaan dan juga memulai bisnis. Walapun masih belum fokus, tapi ia sudah memiliki beberapa pelanggan tetap dari rekomendasi pak Dio.
Bagi Adrian yang memiliki Ocean Link dapat memenuhi semua kebutuhan pelanggannya dengan cepat dan tentunya kualitas yang terbaik.
Tanpa perlu pakan dan obat ataupun hal lainnya, cukup menaruh benih maka semuanya akan di kerjakan secara ajaib oleh Ocean link.
Dari sana pundi pundi uang yang sangat banyak juga mulai mengalir deras ke kantong Adrian.
“Hemmm...di sini bagian Administrasi, di sini bagian bibit...”
“Terus di sini ruangan rahasia di mana Ocena Link akan ku simpan.”
“Sepertinya masih butuh banyak waktu sampai semua tempat siap.” Ucap Adrian dalam hati.
Sebenarnya ia enggan, tapi karna itu membuat sang ibu tak nyaman, Adrian akan memindahkannya semetara di sini.
Setidaknya di sini ikan ikan peliharaannya aman dan tetap terjaga sampai ia bawa kembali ke rumah besarnya nanti.
Ia juga sudah berencana merenovasi rumahnya, walaupun awalnya ayah dan ibunya curiga ia mendapatkan uang yang sangat banyak dari cara kejahatan dan ilegal.
Tapi secara mengejutkan tuan Luca datang sendiri dan mengatakan kalau uang itu uang halal karna Adrian mendapatkannya dari hasil bisnis menjual permata yang ia dapatkan di tengah laut.
~~ ~~
Setelah menyelesaikan misi Check In harian, Adrian pulang kembali ke rumah dan bersiap ke sekolah.
Tak seperti biasanya, kini tiap pagi pasti sudah ada makanan hangat dan minuman buatan sang ibu yang menyambutnya.
Sang ayah juga sudah menggunakan kapal baru Adrian dan dengan kapal itu ayahnya bisa melaut dan melakukan pekerjaan yang memang juga sudah menjadi hobinya.
__ADS_1
Walaupun sebernarnya sudah tak perlu karna Adrian dan keluarganya sudah memiliki banyak uang, tapi tetap saja sang ayah yang masihlah kepala rumah tangga tak enak jika harus menerima uang dari sang anak yang bahkan masih bersekolah.
Setelah mandi dan sarapan, Adrian akhirnya pamit dan pergi ke sekolah.
“Buk, Adrian berangkat sekolah dulu ya.”
“Yaudah hati hati, jangan lupa nanti sore janjinya.”
“Iya iya...nanti Adrian langsung pulang terus kita beli mobil baru.”
Akhrinya Adrian pergi ke sekolah berjalan kaki, memang karna sudah menjadi kebiasaan, setelah kaya rayapun Adrian masih tampil sederhana bahkan ia masih ke sekolah dengan berjalan kaki.
Memang ia sudah lama ingin beli kendaraan pribadi seperti mobil, tapi ia yang juga belum bisa menyetir tak ambil pusing dan tepatnya pulang sekolah nanti ia sudah janjian dengan sang ibu untuk beli mobil baru.
Ibunya yang memang sudah koma selama tujuh tahun seperti terlahir kembali dan memiliki banyak keinginan.
Di tambah sang anak yang memang punya banyak uang membuat ibunya makin boros tak terkontrol.
Tapi bagi Adrian, kebahagiaan ibunya adalah kebahagiaan dirinya, jadi ia selalu mengabulkan apa yang di ingikan sang ibu.
Di sekolah...
Adrian yang sampai kini duduk di bangkunya.
Hari sabtu ini memang ada acara Festival Olahraga di sekolahnya, karna itu juga ia akan pulang sampai sore hari.
Di tambah lagi acara perpisahan anak kelas tiga yang makin dekat membuat semua murid makin bersemangat.
Di kelas Adrian juga setiap murid sudah di pilih secara selektif dan Adrian yang memang terkenal kuat sudah di paksa mengikuti beberapa lomba.
Ada lomba renang yang merupakan lomba favorit di sekolahnya, lalu ada lomba lari dan terakhir lomba tarik tambang yang dia ikuti.
Perubahan diri Adrian sebulan ini juga membuat pria pendiam itu mulai di dekai oleh teman temannya, terlebih lagi para wanita.
Bahkan Bella saja kini merasa was was ketika ada wanita lain yang mendekati teman masa kecilnya itu.
Ia seakan tak rela semua orang kini dapat melihat sosok asli Adrian yang sangat tampan dan mempesona.
__ADS_1