
Sambil menunggu malam, Adrian kembali ke kantor dan mengecek beberapa berkas.
Selama tiga bulan ini orderan di perusahaannya sudah over price. Lobster, Kepiting, Tuna, Caviar, semua makanan laut kelas atas saat ini Adrian jual.
Walaupun belum terlalu banyak, tapi karna kualitasnya yang sangat unggul, itu membuat hampir seluruh perusahaan makanan di dunia ingin bekerja sama dengannya.
Pendapatannya bulan ini juga meningkat drastis. Jika di awal ia bisa menghasilkan 7,5 M dalam seminggu, maka sekarang sudah jauh melebihi itu.
Sangking banyaknya orderan, Ocean Link yang sudah bekerja 24 jam sehari hampir tak bisa memenuhi itu semua. Karna hal ini juga ia tak bisa menambah pasukan lebih banyak lagi.
Untuk melahirkan Cano, ia membutuhkan waktu 17 jam lamanya dan itu membuat jadwal mingguan menjadi kacau.
“Huh, sepertinya Ocean Link harus ku upgrade ke versi 2 secepatnya.”
Sambil mengecek dokumen yang menumpuk, Adrian yang memang sudah ingin mengupgrade Ocean Link hanya bisa menunggu waktu yang tepat.
Mungkin jika bisa membeli lagi ia akan membeli 100 sekaligus. Tapi Ocean Link hanya ada satu.
Lalu ukuran Ocena Link hanya berdiameter 100 CM alias satu meter. Tapi jika di upgrde, ukurannya akan menjadi 10 Meter dan itu jelas akan membutuhkan tempat yang sangat besar untuk menyembunyikannya.
Sampai sekarang yang tau tentang Ocean Link saja hanya David, ayahnya dan pasukan Sea Army.
Sambil mengecek berkas, panggilan yang Adrian tunggu-tunggu muncul di layar hp miliknya. Melihat nama Yuki, Adrian lansung mengangkat panggilan tersebut.
“Halo, akhirnya kamu menelepon juga.”
“Hehehe, maaf baru bisa nelpon, aku lagi sibuk banget di sini.”
“Iya gpp, jadi kamu udah ke terima di Havard?”
“Udah, ini aku lagi di perpustakaannya sambil lihat lihat....”
Sambil menelepon dengan sang pujaan hati, tanpa terasa waktu sore menjadi malam dengan cepat.
Adrian awalnya juga ingin lanjut kuliah di Amerika bersama Yuki. Saat di rayu sang pacar, ia hampir berubah haluan dan ikut bersamanya di sana.
Tapi karna saat ini adalah saat yang paling penting untuk bisnisnya, ia mau tak mau harus fokus dan merelakan hubungan mereka saat ini hanya sebatas LDR.
“Dah malam di sini Yuk, aku mau pulang dulu.”
__ADS_1
“Ohhh, yaudah nanti ku telpon lagi...dadah sayang.”
Setelah panggilan mesra dengan sang pacar berakhir, Adrian yang melihat jam sudah pukul 7 malam langsung bergegas pergi ke Sebastian Tower.
Sangking banyaknya pesanan, bahkan saat ini beberapa orang masih terlihat lembur di kantor Adrian.
Saat melihat Bos mereka pergi, beberapa karyawan tersenyum cerah ke arahnya. Mereka seperti menaruh respec dan rasa hormat tinggi padanya.
Walaupun masih muda, Adrian sangat baik kepada semua karyawannya. Gaji mereka saja tiga kali lipat lebih banyak dari UMR kota Bluesky.
Belum sampai Adrian ke mobil, panggilan dari nomor yang sebelumnya menghubunginya langsung terlihat di layar hp.
Saat di angkat, panggian itu langsung di matikan. Sadar ia sudah di undang, Adrian langsung pergi mengendarai mobil Mercedes Biru kesayangannya ke arah ujung barat kota Bluesky.
Sebastian Tower, tower besar dan tinggi milik keluarga konglomerat Sebastian. Selain ada hotel mewah, di sana juga merupakan base camp dan tempat orang-orang dari kelompk itu menghasilkan uang.
Walaupun keluarga itu terkenal karna kontribusinya di bidang hukum dan pemerintahan, tapi sebenarnya bisnis utama mereka adalah Narkoba.
Dengan nama besar dan koneksi keluarga itu, mereka dapat menjalankan bisnis kotor dengan leluasa.
Adrian yang sadar itu juga mulai di buat tak nyaman dengan bisnis kotor yang ada di kotanya.
Sambil mengendarai mobilnya, Adrian langsung menghubungi Basil.
“Haloo, Basil apa semuanya sudah di posisi?”
“Sudah tuan...”
“Berapa orang yang mengintai ibu dan ayahku?”
“Ada tiga orang yang mengawasi Bu Judy, lalu kata Polpo ada dua orang yang mengawasi Pak Yoga.”
“Tolong jaga ibuku baik baik.”
“Baik tuan, saya berjanji akan menjaga ibu tuan dengan nyawa saya sendiri.”
“Terima kasih...maaf karna tak bisa mengajakmu bersenang senang malam ini.”
“Tak apa tuan, saya mengerti.” Ucap Basil sambil memegang hp dengan lehernya karna saat ini seluruh tubuhnya sudah di penuhi belanjaan ibu sang bos.
__ADS_1
Dari ke lima anggota Sea Army saat ini, Basil adalah satu satunya yang sudah di kenalkan oleh Adrian secara langsung dengan keluarganya.
Ia sengaja di kenalkan dan menjadi pengawal pribadi sang ibu ketika ibunya pergi keluar kota atau keluar negri seperti sekarang.
Karna ibunya saat ini ada di jakarta dan sedang berbelanja bersama teman temanya, Adrian terpaksa mengirim Basil yang memang sudah sangat dekat dengan sang ibu.
Walapun sang ibu awalnya menolak karna ia tak terlalu suka di kawal, tapi karna Basil sangat tampan dan bisa di andalkan mangkanya ibunya mengizinkan Basil ikut dan menemani dirinya.
“Mereka sampai mengirim tiga orang untuk mengawasi ibuku di tempat yang jauh...seperti yang di harapkan dari keluarga konglomerat.”
Setelah beberapa menit, Adrian tiba di Sebastian Tower. Entah untuk apa tower besar itu di dirikan, yang jelas di sana sangat banyak orang yang berjaga.
Saat sampai, Adrian langsung di datangi oleh dua orang pria bersetelan hitam. Setelah di cek aman dan tak bersenjata, Adrian langsung di bawa ke dalam.
Di tempat lain...
Polpo yang menjaga sang ayah sedang dalam mode kamuflase dan bersembunyi.
Karna ayahnya sangat benci di awasi, Adrian sengaja mengirim polpo yang mahir kamuflase untuk melindungi ayahnya malam ini.
Walaupun tak setiap hari, tapi ketika saat-saat seperti ini Adrian selalu menjaga keamanan keluarganya dan itu selalu menjadi priorotas utamanya.
Di sisi lain, Arcier yang sudah di posisi menembak ideal dan berada di atas bukit tinggi juga sudah mengintai dari kejauhan.
Skill menembak yang sangat hebat, bukan hanya itu kelebihan Arcier.
Dengan pandangan mata bagaikan sang cakrawala, Arcier dapat melihat segala hal yang ada di depannya bahkan dalam kedadaan gelap gulita.
Di tambah kemampuan uniknya dalam mengendalikan peluru air, ia bisa menembak dan membunuh siapa saja karna peluru airnya dapat bergerak dan di kendalikan dengan kemampuannya.
Tak akan ada target yang bisa lepas jika Arcier sudah menembak.
Adrian yang di bawa ke dalam tempat itu juga terlihat sangat santai dan tenang.
Sambil matanya di tutup, ia terus di giring ke tempat aneh.
Tapi bagi Adrian yang memiliki Sense tinggi, bahkan jika matanya di tutup, ia bisa melihat keadaan sekitar dengan jelas.
Adrian yang sadar ada banyak orang di sana bukannya takut tapi justru tersenyum jahat seperti psikopat gila.
__ADS_1