
“Terima kasih anak kesayangan mama.”
Setelah membeli mobil baru, Adrian yang penasaran dengan kemampuan Kertas Scroll S-88 langsung mencoba mobil barunya saat itu juga.
Kini bersama sang ibu, ia berniat pergi berjalan jalan ke mall.
“Yakin kamu bisa bawa mobil?”
“Santai ma, serahin sama Adrian.”
Setelah mobil di hidupkan, Adrian yang sudah mempelajari skill mengemudikan apa saja dengan mudahnya mengemudikan mobil Porsche 911 putih milik sang ibu.
Hari itu Adrian menghabiskan uang sebanyak 13,7 Miliar dengan begitu cepat.
Tapi baginya itu tak masalah, Adrian yang saat ini memiiki bisnis Lobster Mutiara dengan kualitas terbaik mampu menjual tiap ekornya dengan harga 7,5 juta rupiah.
Ia yang sekarang sudah bekerjasama dengan beberapa restoran ternama dunia atas rekomendasi pak Dio dapat menjual 1.000 ekor lobster dalam seminggu.
Dengan kata lain pendapatan perminggu Adrian adalah 7,5 Miliyar dan itu baru lobster saja.
Mungkin saat ini belum, tapi setelah perusahaannya selesai di bangun ia akan menjual lebih banyak makanan laut kelas atas yang tentunya akan mendatangkan lebih banyak uang ke dalam kantong Adrian.
Sambil mengendarai mobil barunya, sang ibu yang memang sudah koma selama tujuh tahun terlihat sangat senang. Melihat sang ibu senang, Adrian juga tersenyum cerah.
Kemudian ibu dan anak itu berbelanja barang barang mewah di mal selama berjam jam.
Adrian yang sudah berjanji hari itu akan membelikan apa saja untuk sang ibu juga sudah menyiapkan banyak uang tentunya.
“Aduh ma, dah malam...ayah juga dah nelpon dari tadi.”
“Iya iya bentar lagi, abis beli baju di sini kita baru pulang.”
Saat ini Adrian yang terlihat sudah kusut hanya dapat menghela nafasnya. Semua tubuhnya di penuhi barang belanjaan sang ibu.
Gelang, Kalung, Baju, Tas, semua barang mewah di beli sang ibu tanpa memikirkan harga yang tertera.
Memang sejak kesembuhannya tingkah laku dan sifat ibunya sedikit berubah.
Ibunya yang memang berasal dari keluaraga konglomerat seperti terlahir kembali dan menjadi dirinya yang dulu.
Adrian bahkan masih ingat cerita kalau ibunya dulu merupakan anak dari pengusaha kaya raya. Tapi semenjak ayahnya bangkrut sifat ibu Adrian yang boros mulai berubah.
Di tambah kerasnya hidup akhirnya membuat sang ibu berakhir di kota kecil pesisir pantai itu dan menikahi sang ayah.
Tapi sejak meminum Mata Air Kehidupan bukan hanya tubuh, tapi sifat ibunya juga kembali pada saat ia masih remaja dulu.
__ADS_1
Adrian yang tak menyangka efek hebat Mata Air Kehidupan bisa sampai seperti itu hanya bisa menerima itu semua.
Yang terpenting saat ini sang ibu sehat dan bisa hidup berbahagia.
Setelah berbelanja sampai larut malam, akhirnya Adrian pulang kembali ke rumahnya.
Saat sampai di sana terlihat rumah itu dalam tahap renovasi dan banyak bahan bahan bangunan yang menumpuk di perkarangan rumah.
Mungkin beberapa hari lagi mereka akan segera mengungsi di hotel karna rumah itu akan mulai di bangun ulang.
Menurut jadwalnya juga pembangunan ulang rumah Adrian akan memakan waktu kurang lebih dua bulan. Jadi selama dua bulan ini Adrian harus mencari uang lebih banyak lagi.
Saat sampai, baru saja pintu di buka sang ayah yang menunggu Adrian dan ibunya terlihat sedikti marah.
Tentu saja ia marah, ayah Adrian yang memang di besarkan dengan sederhana dan keras tak suka gaya hidup berfoya foya.
Jika punya uang lebih baik di tabung karna masa depan itu tidak ada yang tau.
“Dari mana aja sih kalian...itu mobil baru di depan ada tiga kamu yang beliin Yan?”
“Iya...semuanya di beliin Adrian, kenapa sih emangnya?”
“Judy, kamu harusnya sadar...anak kita ini mendapakan uang dengan cara aneh, kan udah ku bilang jangan di pake uang dari Adrian.”
“Tapi uang itu uang halal, kan si Luca sendiri yang datang ke sini waktu itu untuk jelasin.”
“Udahlah mas, harusnya kalo kamu ayahnya kamu juga percaya sama anakmu bukan malah terus ributin asal usul uang itu.”
Adrian yang baru saja pulang sudah melihat kedua orangtuanya bertengkar langsung masuk ke dalam rumah dan meletakkan semua barang belanjaan sang ibu.
Mungkin sang ibu tak mempermasalahkan dari mana uang Adrian berasal. Tapi sang ayah berbeda.
Ayahnya yang tau siapa itu Luca menjadi khawatir anaknya terlibat masalah besar.
Di tambah lagi melihat Adrian yang dengan mudahnya mendapatkan dan menjual Lobster Mutiara besar dari dalam tabung aneh membuat sang ayah makin khawatir dengan anaknya itu.
Walaupun sudah di beritau, tetap saja ayah Adrian masih tak bisa menerima itu semua dengan cepat.
Dari dalam rumah, Adrian masih bisa mendengar orang tuanya terus saja ribut. Karna tak ingin mendengar itu ia keluar lewat pintu belakang dan berjalan jalan.
Sambil berjalan ke minimarket, Adrian yang sejak sore tak sempat untuk memegang ponsel langsung membuka ponselnya dan menghubungi nomor seseorang.
Sambil meminum minuman dingin dari minimarket, Adrian kini duduk di pinggir pantai dan menelepon Yuki.
Setelah beberapa panggilan, akhirnya panggilan Adrian di jawab.
__ADS_1
“Halo...siapa sih malam malam nelpon?”
“Yuki, ini aku Adrian.”
“Ad...Adrian, kenapa baru sekarang nelponya sih?”
“Maaf, aku sibuk dari sore tadi, kamu udah ngantuk belum?”
“Kenapa emangnya?”
“Ggp, kalo belum temenin aku ngobrol.”
Malam itu Adrian dan Yuki akhirnya mengobrol panjang lebar. Mungkin awalnya mereka sedikit kaku dan bingung harus membicarakan apa.
Tapi ketika membahas laut, mereka yang memiliki kesamaan yaitu menyukai hewan hewan laut menjadi lupa waktu dan mengobrol lama sekali.
Sampai di akhir panggilan, Adrian yang memberanikan diri akhirnya mengajak Yuki untuk jalan jalan besok di hari minggu.
“Oke, besok aku jemput di rumahmu ya."
“Sepp...hoaaamm...Yan aku dah ngantuk banget.”
“Yaudah, selamat tidur.”
Setelah menghabiskan waktu telfonan, Adrian yang melihat jam sudah pukul 12 malam lewat langsung kembali ke rumahnya.
Saat sampai di depan rumah, ia bisa melihat sang ayah yang duduk di depan rumah sambil ngudud.
Melihat Adrian yang akhrinya pulang, ayahnya langsung melambai lalu ayah dan anak itu akhirnya duduk bersama dan mulai mengobrol panjang lebar.
“Jadi gitu, jangan terlalu manjain ibu kamu, segala hal yang berlebihan itu gak baik.”
“Iya yah.”
“Terus ayah masih bingung bagaimana cara kerja tabung gede itu, cuman biarlah...yang terpenting dari nasehat ayah cuman satu, kamu jangan deket deket lagi sama orang bernama Luca.”
“Iya yah, hubungan Adrian sama dia juga cuman sebatas bisnis jual beli permata jadi sekarang udah gak ada urusan lagi.”
“Baguslah kalau begitu.”
Malam itu Adrian akhirnya menemani sang ayah sampai larut malam.
Ayahnya yang di suruh tidur di luar kamar juga tertidur di sofa sambil menonton tv.
Sedangkan Adrian yang sudah mengantuk tertidur di kamarnya yang kini di penuhi oleh ikan-ikan peliharaannya.
__ADS_1