
Adrian yang energi Supremacy miliknya di sedot habis kini terbaring tak berdaya di sel tahanan Dark Reef.
Setelah melewati neraka panjang, Adrian yang benar-benar menderita tak bisa memikirkan apa-apa lagi.
Tubuhnya sakit mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut. Jangankan untuk berjalan, menggerakkan jari saja ia sudah kesusahan.
Berbeda dengan tahanan lain yang dalam satu selnya ada banyak orang dan yang terkuat akan memimpin di sel tersebut.
Adrian yang spesial di perlakukan khusus dan di penjara seorang diri.
Itu semua tak lain karna saat waktunya tiba nanti energi Supremacy miliknya akan di sedot ulang dan karna itu Anabola sengaja meminta Vaper untuk tak menggabung Adrian dengan tahanan lainnya.
Jika sampai itu terjadi Adrian akan langsung jadi santapan para monster yang ada di sana.
Secara perlahan tapi pasti, luka di tubuh Adrian mulai sembuh dan setelah beberapa hari akhirnya Adrian mulai bisa bergerak pelan.
Sambil memperhatikan tempat gelap itu, Adrian mulai melihat-lihat monster aneh yang ada di sel lainnya.
“Yang itu pasti pemimpinya...”
“Di sel 24 pasti monster besar itu yang memimpin...”
Adrian yang tak menyerah mulai memikirkan rencana pelarian. Meskipun sangat sulit, ia tak menyerah dan selalu menjaga akal sehatnya.
Jika tak ada harapan maka ia sendiri yang akan membuat harapan itu menjadi nyata. Itu adalah perkataan sang ayah yang sampai sekarang masih ia ingat.
Sambil memperhatikan tiap orang yang mungkin menjadi pemimpin di masing-masing sel, Adrian mulai merencanakan idenya untuk kabur.
Jika mau keluar dari tempat besar itu maka sudah pasti ia membutuhkan bantua tahanan lain.
Karena itu juga Adrian dengan sense tingginya mulai memperhatikan dengan seksama tiap monster yang ada di sana.
Sambil menahan lapar karna sudah hampir seminggu di penjara tak di berikan makanan, Adrian tetap mencoba bertahan.
“Sialan...apa mereka tak memberikan makanan kepada para tahanan?”
“Aku lapar sekali...”
Sampai akhirnya satu bulan berlalu, Adrian yang tak memakan makanan dan mimuman sedikitpun sudah sangat kelaparan.
Tubuhnya sudah kurus kering dan tak bertenaga. Sangking laparnya ia sampai hampir memakan beberapa kecoak dan hewan melata yang ada di lantai dan dinding sel kotor miliknya.
Ia hampir kehilangan akal dan tak peduli lagi dengan yang namanya jijik dan higienis.
Itu juga karena melihat beberapa tahanan lainnya yang melakukan hal menjijikkan seperti memakan kecoak dan lipan.
Sampai secara tiba-tiba suara aneh seperti bel terdengar nyaring di penjara Dark Reef.
“Teng...teng...teng...”
“Teng...teng...teng...”
__ADS_1
“Teng...teng...teng...”
Adrian yang mendengar itu langsung bangun dan melihat keluar sel. Saat ini semua tahanan berdiri di depan sel mereka masing-masing dan terlihat tersenyum jahat.
Semua tahanan yang merupakan monster aneh dan mengerikan seperti sudah tak sabar akan hal yang sudah mereka tunggu-tunggu.
Adrian yang melihat itu dan mendengar suara bel beserta teriakan dari beberapa tahanan lain juga mulai menunggu apa yang akan terjadi.
“Cepat buka sel ini...berikan pada kami daging segar...”
“Ora...ora...ora...”
“Daging...”
“Daging...”
“Daging...”
“Saatnya makan anak-anak, ambil senjata dan posisi kalian masing-masing...” kata beberapa tahanan dengan bersemangat.
Adrian yang mendengar teriakan penuh semangat dari para tahanan awalnya di buat bingung.
Mereka semua seperti siap bertarung dan berteriak daging, daging dan daging. Tapi tak lama bagi Adrian untuk menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya.
Saat suara bel selesai berdering, semua sel terbuka dan tiap tahanan langsung saling menyerang dan membunuh serta memakan satu sama lain.
Mau yang berbadan besar dan kecil mereka semua berkelahi dan saling memakan.
Semua tahanan di siksa dan tak di beri makan lalu parahnya lagi mereka harus memakan tahanan lainnya agar tetap hidup.
Adrian yang melihat beberapa kelompok yang sama dengannya waktu pertama kali masuk ke Dark Reef di bantai dan di cincang-cincang oleh tahanan lain menjadi sedikit mual.
Tapi ketika melihat darah dari beberapa monster yang berwarna hijau, merah, coklat dan sebagianya yang mengalir deras beserta daging segar yang sangat menggoda, Adrian mulai tak tahan.
“Daging...”
“Aku mau daging juga...” kata Adrian sambil melihat pembantaian di hadapannya.
Karna pintu selnya juga terbuka, Adrian mulai berjalan dan berniat mencari sesuatu yang bisa di makan.
Lalu di sana ia melihat beberapa monster sedang memakan monster cumi-cumi dan berniat ikut numpang makan.
Tapi ketika melihat Adrian, tiga monster aneh yang berbentuk belut, kepiting dan ikan aneh langsung menerjang ke arahnya.
Adrian yang tak memiliki tenaga sama sekali karna energinya habis di sedot dan sudah sebulan tak makan mencoba melawan.
Tapi dirinya yang lemah bahkan untuk berjalan saja sudah kesusahan. Lalu dengan kejam Adrian di gigit dan di makan hidup-hidup.
“Ahhh...sakit, hentikan...”
“Hentikan monster sialan...”
__ADS_1
Adrian yang di gigit dan di makan hidup-hidup mencoba memberotak. Tapi karna tubuhnya sama sekali tak memiliki tenaga, ia langsung terjatuh dan di tindih lalu di gigit dengan brutal.
Gigi tajam dan cakar kuat monster yang ada di hadapannya mengoyak kulit dan daging di tubuh Adrian dengan cepat.
Adrian yang tak berdaya mulai memikirkan kematiannya yang menyedihkan.
Ia yang menganggap dirinya sudah sangat kuat saat ini terjatuh ke dasar neraka Underworld dan mulai kehilangan harapan.
“Sialan...kenapa aku bodoh sekali...”
“Aku terlalu mengangap remeh musuh sampai terjebak di tampat biadab ini...”
“Ayah...Mama...”
“Yuki...”
Saat Adrian sudah menyerah, seekor monster aneh berbentuk Katak langsung membunuh tiga monster lainnya yang mencoba memakan Adrian hidup-hidup.
Adrian yang di tolong melihat dengan jelas sosok monster kecil yang menyerupai Katak mencoba menolongnya.
Adrian yang di tolong lalu di seret kembali ke dalam sel tahanan miliknya. ia di lemparkan ke dalam sel beserta beberapa potong daging dari monster lainnya.
Lalu dengan cepat pesta pembantaian itu berakhir ketika suara bel seperti di awal tadi terdengar kembali.
“Teng...teng...teng...”
“Teng...teng...teng...”
“Teng...teng...teng...”
Tiap tahanan yang mendengar suara bel itu langsung kembali ke kelompoknya masing-masing dan kembali ke dalam sel tahanan mereka.
Tak lupa juga daging dan mayat yang berserakan mereka ambil dan bawa ke dalam sel tahanan. Kemudian dengan cepat sel tahanan tertutup kembali.
Adrian yang saat ini berada satu sel dengan katak aneh berwarna hitam mencoba bangkit dan berbicara padanya.
“Apa maumu...kenapa kau menolongku?”
Saat mendengar perkataan Adrian, Katak itu hanya diam saja dan memakan daging dari tiga monster yang ia bunuh sebelumnya.
Sambil memakan daging itu, Katak aneh itu berbicara kepada Adrian.
“Apa kau tak mau makan?”
“Jika kau masih mau hidup makan dan pulihkan tenagamu...” ucap Katak hitam itu sambil terus mengunyah daging segar di hadapanya.
Adrian yang mendengar itu dan melihat daging segar di hadapannya juga mencoba bangkit lalu mendekat.
Kemudian ia mengambil potongan tubuh monster belut yang sudah di potong Katak itu dan memakannya mentah-mentah.
Adrian yang akhirnya memakan daging setelah sebulan kelaparan memakan makanannya dengan lahap.
__ADS_1