System Of Sea

System Of Sea
Awal Mula Bisnis


__ADS_3

Setelah menyimpan sisa lobster yang berjumlah seratus ekor, Adrian dan David duduk sambil beristirahat di ruangan tengah.


Sambil bermain hp sejenak untuk menghilangkan rasa lelah, tiba-tiba suara Sea terdengar di kepala Adrian.


[Selamat tuan menerima misi khusus]


[Memasak makan malam istimewa untuk David, hadiah 10.000PS]


Saat mendapatkan dan mendengar misi yang di berikan Sea, Adrian sedikit mual. Tentu saja ia mual, membuat makanan isitmewa untuk David.


Mungkin jika itu untuk Yuki atau Bella, Adrian akan dengan senang hati melakukannya. Tapi karna hadiahnya yang sangat bayak, Adrian tak punya pilihan dan mengerjakan misi khusus tersebut.


Sambil berjalan mendekat ke sahabatnya yang terbaring sambil main hp, Adrian langsung bertanya.


“Pid mau ku masakin apa?”


Saat mendengar ucapan Adrian, David menyipitkan matanya sambil menatap sahabtnya itu.


Dalam hatinya ia merasa sahabatnya itu sudah makin aneh. Seumur hidup baru kali ini Adrian mau memasakkan makanan untuknya, padahal selama ini selalu David yang melakukan hal itu.


“Serius kamu mau masak?...”


“Iya, bilang aja mau makan apa malam nih?”


“Kalo gitu aku mau coba Lobster besar itu.”


“Oke tunggu ya, serahin semuanya sama aku.” Ucap Adrian dengan sangat bersemangat.


David yang melihat itu menjadi sedikit khawatir dan hanya bisa pasrah sambil menunggu masakan aneh apa yang di bawa sahabatnya nanti.


Memang Adrian yang tak ahli memasak sering di larang David untuk membantunya ketika ingin masak dan makan bersama di rumah sahabatnya itu.


Baginya di bantu Adrian sama saja dengan membuang buang makanan.


“Masak apa ya yang enak dan mudah dari Lobster segede ini.”


Sambil melihat hp, Adrian mulai mencari tutorial memasak lobster yang baik dan benar.


Biasanya ia kalau masak sendiri pasti langsung masak aja seadanya. Kalo mau di goreng yang langsung goreng. Kalo mau di bakar ya tinggal bakar. Gak pake banyak bumbu dan seadanya, karna itulah rasanya juga tak begitu enak.


Tapi bagi Adrian yang memang menyukai hewan laut, makan tanpa bumbu juga rasanya sudah cukup bagi anak itu.


Kini sambil melihat tutorial masak, Adrian mulai memasak lobster mutiara sebesar lima puluh cm dengan berat hampir tiga kilogram.


Dua lobster besar itu ia belah dan kukus di dalam wajan. Setelah setengah matang ia  ambil dan goreng kembali di dalam minyak panas.


Adrian yang memang tak suka micin dan bumbu aneh hanya menambahkan sedikit garam laut dan makanan siap di sajikan.


Dua ekor lobster besar yang sudah terbelah dua siap di santap.


Sambil membawa dua piring yang berisi lobster, David dari kejauhan sudah dapat mencium aroma yang menggugah selera.


Saat makanan sampai, tanpa basa basi lagi dua pemuda iu langsung menyantap lobster goreng buatan Adrian.


“Hemm enak...pake bumbu apa nih?”


“Gak ada, cuman garem doang.”


“Beneran cuman garem, kok enak banget.”


“Siapa dulu yang masak...”


Karna memang sejatinya lobster yang mereka makan adalah makanan kelas atas yang sudah sangat enak. Tanpa di beri bumbu berlebih juga daging lobster itu sudah gurih dan nikmat.


Di tambah nasi putih dan kecap, malam itu kedua pemuda yang sudah bersahabat sejak kecil kekenyangan dan akhirnya tertidur.




Saat pagi hari datang, Adrian yang terbangun langsung cuci muka dan melihat tabung Ocean Link yang sudah selesai melakukan tugasnya.



Kini seribu benih kuda laut yang awalnya hanya sebesar semut sudah dewasa dan berukuras sebesar gelas bir.


__ADS_1


Karna melihat David yang masih terlelap dan mungkin kelelahan karna membantunya kemarin, Adrian dengan mandiri dan penuh perjuangan membawa seribu kuda laut kecil dengan ember dan mulai melepaskannya ke lautan lepas.



Di pagi hari buta yang masih sangat gelap, Adrian tanpa kenal lelah mengerjakan misi Achievement Sea yaitu pencapaian terhadap laut.



Seperti namanya, pencapaian. Artinya apa pencapaian yang telah Adrian lakukan terhadap laut itu sendiri. Misalnya melepaskan hewan laut langka kembali ke lautan lepas, dengan itu ia akan di berikan CP dll.



Intinya semua pencapaiannya yang memberikan manfaat terhadap laut akan di berikan Contributio Poin.



\[Selamat misi Achievement melepaskan 100 Kuda Laut Dewasa kembali ke lautan lepas telah selesai\]



\[Selamat tuan mendapatkan hadiah 1.000 CP\]



“Yosh, tinggal sembilan ratus lagi.”



Selama dua jam Adrian bolak balik dari rumahnya ke pantai dan melepaskan semua Kuda Laut yang berhasil di kembangbiakkannya. Bukan kembangbiakkan, lebih tepatnya membesarkan.



Tapi waktu yang di perlukan yang harusnya bisa bertahun tahun itu ia selesaikan hanya dalam waktu beberapa jam berkat Ocean Link.



Setelah dua jam lebih, akhirnya ember terakhir diangkat dan Kuda Laut terakhir berhasil di lepaskan.



\[Selamat misi Achievement melepaskan 1.000 Kuda Laut Dewasa kembali ke lautan lepas telah selesai\]




“Huh, akhirnya selesai."



Setelah dua jam lebih, keadaan yang gelap mulai berubah menjadi cerah. Langit yang gelap mulai memunculkan warnanya.



Tak menyia nyiakan waktu, Adrian langsung mengaktfkan misi Check In harian.



\[Berhasil mengaktifkan misi Check In harian\]



\[Marathon pagi selama satu jam, hadiah 9.000PS berlaku kelipatan\]



“Oke...ayo Adrian, waktunya lanjut bekerja.”



Setelah beristirahat sejenak dan meletakkan benih hewan laut lainnya ke dalam Ocean link, Adrian yang mengejar satu juta poin lanjut mengerjakan semua hal yang bisa mendatangkan poin untuknya.



Sehabis marathon berkeliling kota Bluesky, ia yang sudah penuh keringat langsung mandi dan bersiap siap ke sekolah.


__ADS_1


David juga sudah pulang dengan motor N Max barunya dan di sekolah Adrian seperti biasa hanya menjadi murid baik dan bersikap kalem.



Ia yang memang sedikit sulit bersosial hanya menghabiskan waktu seperti biasa.



Bahkan ketika tubuhnya sudah tidak bau ikan lagi dan wajahnya, serta penampilannya sudah berubah drastis, tetap saja sifat alaminya masih butuh penyesuaian.



Sesekali ia melihat Yuki yang merupakan ketua OSIS dan hendak mendekatinya, tapi Yuki yang seakan menghindar membuat Adrian paham dan mungkin gadis itu masih butuh waktu untuk melupakan kejadian waktu itu.



Setelah pulang sekolah, mobil seseorang yang sudah Adrian kenal terparkir di depan sekolahnya.



Melihat itu, Adrian yang juga sudah di hubungi mendekat dan dari balik mobil kakek Dio terlihat sedang menunggu Adrian.



“Maaf kek, udah lama nunggunya?”



“Engga, baru aja nyampe, katanya kamu masih sekolah, yaudah karna sekalian lewat sini mangkanya kakek mampir.”



“Yaudah kek yok langsung ke rumah saya.”



Siang itu Adrian yang sudah menghubungi kakek Dio di malam sebelumnya berniat akan menjual semua lobster miliknya.



Di perjalanan kakek Dio lagi lagi bertanya soal gambar yang Adrian kirim. Tentu saja ia masih tak percaya seutuhnya.



Lobster Mutiara dewasa yang bisanya hanya sebesar 20-30 cm, di foto yang Adrian berikan memiliki ukuran 50 cm lebih bahkan itu terlihat gemuk dan di penuhi daging.



“Oke, sampai juga...yuk kek langsung aja kita lihat, lobsternya saya simpan di kamar mandi.”



Dengan santai Adrian dan Kakek Dio di temani supir langsung berjalan dan memasuki rumah Adrian.



Sambil menhobrol mereka menuju kamar mandi dan di sana kakek Dio di kejutkan dengan tumpukan Lobster Mutiara jumbo yang di letakkan dan di tumpuk oleh Adrian seperti sampah.



“As-astaga...apa apaan ini, bagaiamana bisa kamu meletakkan sembarangan makanan berkelas seperti ini.”



Sambil melihat dan memeriksa lobster jumbo milik Adrian, kakek Dio yang memang ahli langsung memborong semua lobster besar milik Adrian.



“Dika, langsung hubungi kantor dan suruh orang untuk membawa semua lobster ini.”



“Adrian saya akan membeli semua lobster mutiaramu...tolong sebutkan harganya?.”



Melihat antusianya kakek Dio. Adrian hanya bisa tersenyum dan membalas ucapan kakek itu.

__ADS_1



“Santai saja kek, masih ada banyak jadi mari kita duduk dulu.”


__ADS_2