
Dua hari kemudian...
Adrian dan dua anggota terkuatnya yaitu Orca dan Squalo sedang berada di bandara.
Mereka terlihat rapi dan duduk di pesawat VIP yang akan terbang pagi itu ke Amerika.
Setelah dua hari kejadian berdarah malam itu, sang ayah yang masih merasa bersalah dan syok kini tinggal mengontrak sendirian.
Sedangkan sang ibu sudah kembali ke rutinitas biasanya dan sedang berfoya-foya bersama beberapa temannya dan saat ini sedang berada di Paris.
Basil yang saat ini pergi ke Jepang dan Korea bersama David untuk urusan bisnis juga sedang sibuk-sibuknya.
Rencana awalnya ia yang akan menemani Adrian, tapi karna Baruna Grrub akhir-akhir ini makin terkenal, itu membuat makin banyak perusahaan internasional yang ingin bekerja sama.
Akhirnya pagi itu Adrian, Orca dan Squalo pergi ke Amerika. Sebenarnya bisa saja mereka pergi mengendarai Manta.
Tapi karna sebagian anggota sedang sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing, Adrian memilih menggunakan pesawat biasa.
Tanpa terasa Adrian sampai di tujuan. Saat ini ia tiba di bandara internasional yang ada di New York.
Setelah semua dokumen dan paspor di cek, mereka bertiga langsung pergi ke sebuah hotel berbintang yang ada di sana.
Malam ini mereka akan menghadiri pelelangan di salah satu Black Market.
Pelelangan itu di bentuk oleh sindikat Mafia terkenal dan di hadiri oleh hampir seluruh orang penting dan hebat dari seluruh dunia.
Mau itu mafia, pejabat pemerintah, agen rahasia, pengusaha, semuanya yang memenuhi syarat dan lulus seleksi bisa menghadiri acara itu.
Saat malam tiba, Adrian yang sudah bersiap-siap bersama Squalo dan Orca terlihat rapi dan gagah dengan setelan hitam mereka.
“Bagaimana penampilanku bos, keren kan?”
“Hemmm, kau luar biasa.”
“Hehehe, apakah malam ini kita akan beraksi Bos?”
“Lihat nanti, tujuan utama kita ke sini untuk berbisnis jadi jangan mengacau karna aku tak ingin mencari masalah dengan orang-orang yang ada di sana.”
“Aman bos, meskipun aku tak terlalu pintar tapi aku bukan orang idiot seperti yang ada di sana.” Ucap Squalo sambil menyindir Orca yang duduk cuek sambil merokok.
Adrian yang melihat sifat Orca yang pendiam juga masih di buat khawatir dan sedikit tak percaya.
__ADS_1
Mungkin jika di lihat sekilas Orca seperti pria cupu penyendiri yang tak suka bertarung. Tapi jauh dari sifat pendiamnya itu, sebenarnya ia adalah psikopat gila yang suka menyiksa musuhnya.
Jika Squalo akan membunuh dan memakan hidup-hidup mangsangnya dengan cepat, Orca tipical yang lebih suka mempermainkan musuhnya.
Dari beberapa laporan anggota Sea Army, Adrian juga tau Orca suka membunuh musuh secara perlahan.
Ia bahkan sengaja membuat luka fatal yang tak mungkin bisa di obati dan membiarkan musuhnya mati dalam kesakitan secara perlahan.
Sambil menatap Orca, Adrian memperingatakan anggotanya itu sekali lagi.
“Orca, aku sengaja membawamu agar kau tak bosan dan berulah lagi, jadi jaga sikapmu kali ini.”
“Baik bos, saya mengerti.”
Malam itu akhirnya Adrian, Orca dan Squalo pergi ke sebuah tempat rahasia yang sudah di beritahukan kepada mereka.
Saat sampai di sana, tempat itu adalah sebuah Casino super besar di pusat kota New York.
Adrian, Orca dan Squalo yang sampai di sana juga langsung menggunakan topeng mereka. Kini identitas mereka di samarkan dengan topeng aneh yang mereka kenakan.
Saat sampai di sebuah pintu, Adrian yang menunjukkan kartu lelang langsung di cek dan di antar oleh seorang penjaga.
Mereka menuju bawah tanah dan ketika sampai di pintu lainnya, mereka di cek ulang.
Dari lamanya mereka di dalam lift, Adrian tau mereka masuk sampai ke dalam tanah hinggah jauh sekali.
Lalu saat sampai di tempat tujuan, pintu lift terbuka dan jalan kecil di terangi penerangan seadanya terlihat di sana.
“Silahkan masuk dan tempat tujuan anda ada di ujung jalan ini tuan-tuan.”
Tanpa basa-basi, Adrian di temani dua anggotanya langsung masuk dan berjalan di jalan kecil yang terlihat sangat tua tersebut.
Squalo yang melihat tempat aneh itu menjadi sangat bersemangat.
Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah tempat lelang yang sangat luas. Jika jalan menuju ke sana sangat kotor dan becek serta terlihat tua, tapi ketika sampai di ujung tempat itu semuanya terlihat berbeda.
Saat ini ratusan tamu lainnya yang juga menggunakan topeng sama seperti mereka terlihat duduk dan mengelilingi tempat seperti teater abad pertengahan.
Tempat itu sangat mewah dan di jaga oleh penjaga di tiap sudutnya. Di atas tempat itu juga terdapat beberapa ruangan VIP.
Saat tiba di sana, Adrian yang memang baru pertama kali menghadiri acara Black Market langsung mencari tempat duduk.
__ADS_1
Sambil menunggu waktunya tiba, makin lama tempat itu makin ramai. Dari pakaian dan penampilan para tamu yang ada di sana Adrian bisa tau kalau mereka adalah orang-orang kaya dan berpengaruh dari berbagai belahan bumi.
Sampai seorang pria tua berkulit putih dengan janggut panjang muncul di tengah panggung besar itu dan mulai berbicara.
“Selamat datang para tuan dan nyonya, saya Alfonso Suvillian menyambut anda semua dan akan memulai acara pelelangan kita malam ini.”
“Sebelum itu, mari kita saksikan acara pembukaan pelelangan Black Market malam hari ini.”
Saat itu beberapa penari erotis langsung muncul dan menari di atas panggung. Adrian yang melihat orang setengah telanjang itu menari nari juga terlihat bosan.
Ia yang sebenarnya hanya ingin melelang emas miliknya tanpa membayar pajak hadir di sana juga karna sekalian ingin berjumpa dengan sang kekasih.
Jika tidak maka ia akan mengirim Basil dan tak akan repot-repot hadir.
Sampai pembukaan selesai dan acara itupun langsung di mulai.
Beberapa kotak yang di lapisi kain merah langsung di bawa ke atas panggung. Anehnya Adrian dengan Sense tinggi miliknya tak dapat melihat ke dalam isi kotak-kotak aneh dengan berbagai ukuran itu.
Seperti tersegel oleh energi aneh, semua isinya benar-benar tersembunyi dan rahasia.
“Baiklah para tuan dan nyonya, dengan segala hormat saya akan memulai acara lelang kita malam hari ini.”
Lalu sesaat pembawa Acara berbicara, seorang wanita cantik langsung membawa kotak pertama dan mendekatinya.
Kotak itu tak terlalu besar dan didorong dengan mudah.
“Yang pertama adalah...”
Saat kain merah di buka, emas batangan milik Adrian langsung terlihat di hadapan semua pengunjung.
Adrian yang melihat barang dagangannya di lelang pertama juga sangat senang.
“Para hadirin, ini adalah harta karun peninggalan jaman VOC, sang pemilik memiliki lebih dari seratus peti berisikan emas dengan kemurnian 99%.”
“Pihak kami juga sudah melihat sendiri dan mengecek secara langsung dan emas ini benar-benar asli.”
Saat melihat dan mendengar yang di katakan pembawa acara, hampir semua pengunjung menjadi heboh.
Tentu saja mereka heboh dan tertarik. Di sana hampir semua orang adalah penjahat dan kriminal.
Mereka semua memang mencari-cari hal seperti itu untuk menukarkannya dengan uang mereka.
__ADS_1
Tempat itu juga seperti tempat pencucian uang untuk para kriminal.
Di sana barang hasil rampokan biasa di jual dan dari sana uang gelap hasil korupsi dan kejahatan biasa di cuci dan di bersihkan.