
Adrian yang sampai di hotel langsung kembali ke kamarnya. Setelah bersantai sesaat, ia langsung menelepon sang pujaan hati.
Malam itu seperti biasa, ia telfonan denganYuki sampai larut malam sebelum tidur.
Paginya, setelah mengerjakan misi Check In Harian, Adrian yang sudah berpakaian rapi langsung pergi menuju sekolahnya. tak lupa juga ia menjemput sang pacar terlebih dahulu.
Di sekolah, seperti biasa Adrian yang merupakan siswa teladan belajar dengan tenang dan mendengarkan apa yang gurunya sampaikan.
Sisa tiga bulan lagi sapai ia lulus dan Adrian yang menantikan hal itu menjadi cukup senang.
Walaupun masih ada perasaan sedih karna saat itu juga masa masa indahnya di sekolah akan berakhir.
Tapi dunia ini terus berputar, semua hal tentu ada akhirnya.
Setelah bel pulang berbunyi, Adrian yang sudah ada janji jalan jalan dengan Yuki dan sang ibu langsung pulang dan hari sabtu itu mereka bertiga jalan jalan bersama.
Kedekatan Yuki dan sang ibu juga membuat Adrian senang. Dari kedua keluarga semuanya mendukung hubungan mereka.
Jika ada yang tak setuju itu adalah ibu Yuki. Tapi Adrian yang sudah mapan di usia muda dan sudah berjanji ke ibu mertuanya untuk membahagiakan sang pujaan hati juga perlahan mendapatkan restu.
*********
Tiga bulan berlalu....
Kehidupan sehari hari Adrian sangat indah dan di penuhi warna. Adrian yang saat ini sedang berfoto dengan teman teman sekolahnya saat acara perpisahan menjadi sedikit sedih.
Teman sekolah yang selama tiga tahun ini selalu bertemu dan bersenang senang bersama akhirnya mulai dewasa dan akan menempuh jalan dan masa depan mereka masing masing.
Adrian yang tiga bulan ini juga sudah merencanakan masa depannya dari jauh hari terlihat siap dan menantikan hal itu.
Sambil berfoto, panggilan dari seseorang yang sudah lama tak berhubugan dengannya terlihat di layar hp.
Karna tak enak jika di biarkan, Adrian pun menjawab panggilan itu.
“Halo...ada urusan apa pak menghubungi saya?”
“Adrian...selamat untuk kelulusanmu.”
“Iya pak, terus ada urusan apa pak Luca menelepon saya?”
Adrian yang tak suka berbasa basi langsung mengulangi perkataannya sekali lagi.
__ADS_1
Luca Salamanca, tak mungkin pria itu menghubungi Adrian jika hanya ingin mengucapkan selamat. Adrian yang juga tau hal itu tanpa basa basi langsung bertanya tanpa sedikitpun rasa takut.
“Selama empat bulan kita tidak bersapa sifatmu belum juga berubah ya...baiklah karna sudah tak ada ruang berbasa basi lagi maka aku akan memberi perintah.”
“Malam ini datanglah ke rumahku, ini peritah dan kau harus menurutinya.”
--Titt--
Sesaat mengatakan perintahnya, Luca langsung menutup panggilan.
Adrian yang tak punya pilihan hanya termenung sesaat sampai panggilan dari temanya terdengar kembali.
Setelah momen berfoto bersama dan bersenang senang, hari itu Adrian kembali ke rumahnya.
Rumah yang selesai di renovasi itu terlihat begitu besar dan mewah. Tentu saja, ia menghabiskan 100 Miliar untuk membangun ulang rumah orangtuanya itu.
Ya membangun ulang, itu lebih cocok dikatakan dari pada renovasi.
Tiga Mobil sport mewah terparkir di garasi depan, satu Moge dan satu Astrea Legenda juga terlihat di sana.
Saat pulang, sang ibu yang terlihat makin cantik langsung menyambut kepulangan sang anak dengan pesta kecil kecilan.
“Selamat datang.”
“Hehehe, selamat karna sudah lulus sekolah ya anak mama.”
Setelah di kecup dan di peluk mesra, Adrian mau tak mau harus berbasa basi di pesta kecil yang di buat sang ibu.
Di sana juga terlihat beberapa teman ibunya yang sangat Glamour. Sesekali mereka membicarakan tentang perjodohan.
Walaupun dengan jelas Adrian menolak karna sudah memiliki pacar, tapi ibu-ibu itu seakan tak peduli dan terus mendesaknya.
“Ma...Adrian ke kamar dulu ya, mau istirahat.”
Setelah izin dengan ibunya dan berpamitan dengan teman temannya, Adrian yang memang sudah kelelahan hari itu langsung berbaring di kasurnya.
Lima bulan lalu kamarnya sangat jorok dan berantakan, tapi kini itu semua berubah derastis.
Akuarium baru yang mewah juga terpajang di sana dengan ikan hias kesayangannya yang memenuhi semua isinya.
Layar televisi besar dan beberapa alat gym juga ada di sana. Sambil berbaring, Adrian menelepon seseorang.
__ADS_1
~~ Tittt ~~
“Halo tuan...”
“Basil, bagaimana situasi di sana?”
“Aman tuan, saat ini beberapa vendor sedang melakukan transaksi.”
“Basil...malam ini ikut denganku, kita akan menemui seseorang.”
“Menemui siapa tuan?”
“Seseorang yang berbahaya...bawa juga Squalo bersamamu.”
“apa tuan yakin mengajak orang itu?”
“Tak apa...perasaanku tidak enak, jadi lebih baik membawa pembuat onar itu untuk jaga jaga.”
“Baiklah tuan sesuai perintah tuan.”
“Lalu suruh Arciere dan Polpo menjaga ibuku, langsung beri perintah dan lakukan diam diam.”
“Sesuai perintah tuan.”
Setelah menghubungi Basil, Adrian yang tiga bulan ini sudah mengumpulkan beberapa pasukan hebat dari seluruh lautan hanya melamun sambil memandangi langit langit kamarnya.
Selama tiga bulan ini ia sudah berjaga jaga jika Satria atau orang lainnya yang tak suka dengannya mencari masalah.
Tapi anehnya selama tiga bulan, semuanya lancar dan tanpa hambatan. Bahkan bisnisnya makin berkembang pesat tanpa ada masalah sedikitpun.
Karna hari sudah sore, Adrian yang memiliki janji bertemu dengan Luca langsung mandi dan bersiap siap.
Sudah empat bulan lebih pria itu tak menghubunginya dan selalu mengawasi dari bayang bayang.
Jadi malam ini, ketika ia memerintahkan Adrian datang langsung ke kediamannya berarti akan ada sesuatu yang terjadi.
Adrian yang tau itu juga sudah mempersiapakan dirinya. Adrian yang dulu bukanlah yang sekarang. Itulah yang cocok untuk menggambarkan sosok Adrian saat ini.
Lima bulan memiliki Sea membuat seorang Adrian memanfaatkan semua kejeniusannya dan mulai mendominasi kota Bluesky.
Selama lima bulan, bocah delapan belas tahun itu sudah berubah drastis dan tak bergantung lagi pada orang lain.
__ADS_1
Kini semuanya ia kerjakan sendiri. Di bawah perintahnya, saat ini pasukan hebat yang tak pernah terbayangkan akan mulai menunjukkan taringnya.