System Of Sea

System Of Sea
Noah


__ADS_3

Sambil membuka layar hologram, Adrian mengeluarkan gelembung laut super besar yang ia beli dari toko Sea.


Semua orang yang melihat sebuah gelembung yang hampir sama dengan penghalang langit yang ada di Underworld terdiam dan masih sedikit bingung.


Bahkan Ratu Hera yang sudah hidup sangat lama juga baru pertama kali melihat ada penghalang langit yang bisa di bentuk menjadi gelembung super besar.


“Baiklah, karena waktu kita tak banyak semua orang berkumpul dan mendekatlah ke satu titik, Aurora kamu juga bergabunglah dengan mereka.”


Aurora yang di perintakan hanya mengangguk dan ribuan budak tambang yang merupakan warga Sunken Islen langsung mendekat dan berkumpul menjadi satu sesuai permintaan Adrian.


Lalu dengan gerakan tangannya, Adrian menggerakkan gelembung raksasa di atas kepala mereka semua dan dengan ajaib gelembung itu melapisi mereka semua.


Seperti terperangkap di dalam, semua orang merasa sedikit bingung dan waspada.


Tapi melihat Ratu mereka kalem dan mempercayai Adrian, semua orang hanya diam saja dan terlihat pasrah.


“Oke...aku akan katakan ini di awal biar kalian tak panik dan terkejut.”


“Aku akan membawa kalian semua ke dimensi lain dan menyembunyikan kalian di sana...mungkin rasanya di dalam sana sangat tak enak dan memusingkan, lalu juga sangat gelap. Tapi percayalah aku melakukan ini untuk kebaikan kalian semua...Aurora maaf aku juga harus melakukan ini padamu jadi bertahanlah sebentar.”


Aurora yang mendengar permintaan Adrian hanya mengangguk dan percaya padanya.


Semua tahanan juga sama dan dengan arahan Adrian, Sea langsung memindahkan semua orang ke dalam inventory.


“Sea, lakukan.”


“Sleeebbbb...”


Dengan sekali kedipan mata, semua orang di pindahkan ke dimensi lain alias kedalam inventory.


Invetory atau tas penyimpanan Sea sendiri sangat unik dan menakjubkan. Adrian bisa menyimpan apa saja yang ia mau. Baik itu benda mati dan makhluk hidup.


Tapi yang membedakan adalah jika ingin menyimpan makhluk hidup, Adrian harus melapisinya dulu degan Gelembung Laut agar tetap terpisah sempurna dari sana karena di dalam Inventory tak ada yang namanya oksigen dan udara.


Seperti menaruh benda atau makhluk hidup di dalam tabung lalu melemparkanya ke luar angkasa.


Selama di dalam tabung itu masih ada oksigen dan tertutup rapat maka apa yang ada di dalamnya akan tetap hidup dan baik-baik saja.


“Oke...waktunya pergi.”


Adrian yang tak memiliki lagi beban langsung melesat bagai kilat dan mulai meninggalkan pulau Sunken Islen.


Ia yang bergerak sendirian seperti tak memiliki beban dan bergerak dengan kecepatan yang menakjubkan.

__ADS_1


Semua orang yang berada dalam gelembung Laut dan tiba-tiba saja di pindahkan ke tempat gelap gulita juga di buat kebingungan.


Beberapa dari mereka mencoba menghidupkan lampu. Tapi seperti berada di dimensi dan kegelapan tanpa ujung, semuanya gelap gulita dan beberapa dari mereka terlihat pusing dan mabuk.


Adrian yang saat ini menuju titik merah yang ada di map juga bergerak dengan kecepatan suara dan mencoba mengejar sesuatu yang ia perlu selesaikan yaitu Misi Raja di mana di sana Adrian akan mendapatkan hal yang paling ia butuhkan saat ini jika berhasil menyelesaikan misi itu yaitu Tombak Dewa Enki.


Di tempat lain...


Dagnu dan Dagon yang sampai lebih dulu ke pulau Sunken Islen sudah tak menemukan apa-apa lagi di sana.


Satupun tahanan dan budak hilang tak tersisa seperti di telan Laut.


Dagon yang nyawanya sudah di ujung tanduk terlihat sangat marah dan hampir gila.


Sudah beberapa hari mereka mengelilingi seluruh benua Subnatica bahkan beberapa prajurit sudah keluar benua dan mencari di titik lain Underworld.


Tapi seperti bencana yang tak kunjung usai, Aurora tak pernah kelihatan dan karena hal itu Dagon yang nyawanya terancam jka tak menemukan Aurora sudah seperti orang gila dan stress.


“Sialan...sebenarnya apa yang terjadi di sini...hanya dalam beberapa menit semua orang meghilang...”


Sambil membanting beberapa barang di kapal perang unit SA-02, Dagon terlihat sangat marah.


Melihat komandan mereka sangat marah, beberapa prajurit dan Ksatria Suci terlihat ada yang ketakutan dan ada yang senang.


Dagon yang masih muda dan menjadi komandan tertinggi lewat jalur orang dalam juga memiliki banyak orang yang tak suka dengan jabatannya.


Kabar ia yang pergi ke Varuna yang merupakan tempat pelacuran terbesar di Underworld saat dalam misi mengawal Putri Aurora juga sudah tersebar luas.


Bisa di bilang karena aksi bodohnya itu semua orang menjadi terlibat masalah dan harus menghadapi amukan Atlas.


“Dasar bajingan tengik...kau pikir karena siapa semua orang kesusahan seperti sekarang.”kata salah satu Ksatria Suci yang tak suka dengan Dagon.


Dagnu yang juga sampai di sana dan sudah melihat tak ada apa-apa lagi di Sunken Islen kecuali dua mayat Ksatria Suci langsung memerintahkan semua orang berpencar.


Ia yakin Aurora pasti masih ada di dekat sana dan menyebarkan semua kapal pencari ke segala penjuru. Tak mungkin semua orang bisa kabur dan bersembunyi.


Adrian yang bergerak dengan sangat cepat di tempat lain saat ini sudah berada di pinggiran hutan Mandragora dan pergi menuju ke lokasi salah satu Misi Raja.


Sambil berlari, Adrian yang penasaran dengan Misi Raja yang ingin ia kerjakan sedikit bertanya pada Sea.


“Sea, Misi Raja menaklukkan The Nameless Queen ini sebenarnya apa?”


“Lalu di keterangannya aku juga bisa mendapatkan Tombak Dewa Enki jika berhasil menyelesakan Misi kali ini...jadi apa yang harus aku lakukan?”

__ADS_1


[Lapor tuan, tuan hanya harus menaklukkan The Nameless Quen seperti yang ada di keterangan Misi]


[Tambahan, Misi Kali ini sedikit Spesial karena tuan bisa mendapatkan Item penting peninggalan Dewa Enki]


Adrian yang mendengar jawaban pelit dari Sea terlihat sedikit cemberut dan bertanya kembali.


“Aku tau itu...aku tau akan mendapatkan peninggalannya, tapi yang aku tanya bagaimana caranya aku menyelesakan misi ini, jika kamu memberitahuku maka aku akan sangat terbantu?”


[Lapor tuan, semua jawaban akan tuan dapatkan ketika waktunya tiba]


“Cih dasar pelit, sudalah aku tak akan bertanya lagi.”


Seperti bertanya pada robot yang terprogram, Adrian yang kesal jawaban Sea selalu monoton jika di tanya soal Misi Raja akhirnya mempercepat langkahnya menuju titik merah tujuannya.


Dengan kecepatannya yang menakjubkan, akhirnya Adrian sampai di lokasi yang ia tuju setelah beberapa jam.


Saat sampai di sana, hanya ada padang rumput hijau yang luasnya tak terkira.


“Apa ini...di mana lokasi Misi kali ini?”


Adrian yang sudah jelas tiba di lokasi titik merah dan berdiri disana tak melihat dan menemukan apa-apa.


Sejauh matanya memandang hanya ada dataran Nadir yang merupakan tanah hijau yang di penuhi beberapa bunga.


“Sea, apa map ini tidak rusak dan di mana sih pintu masuknya?”


[Lapor tuan, tuan sudah sampai di lokasi yang tepat]


Saat mendengar suara Sea, langit biru di atas Adrian yang tertutup awan putih seperti busa Air tiba-tiba saja menjadi mendung.


Lalu saat menole ke atas langit, Adrian melihat hal yang membuatnya lagi-lagi tak dapat berkata-kata dan termenung.


Kini di atasnya ada seekor ikan super besar yang aneh dan bersinar cerah.


Sinar seperti Aurora beraneka macam juga mengelilingi ikan super besar Itu yang menyerupai ikan Koi raksasa dengan kumis panjang dan tujuh ekor bercahaya.


Adrian yang melihat ada ikan aneh yang besarnya bahkan lebih besar dari sebuah gunung bertanya pada Sea.


“A...apa ini, ikan besar apa yang ada di atas langit ini Sea?”


[Lapor tuan, itu adalah Noah dan ikan Suci itu merupakan pintu masuk bagi tuan untuk menyelesaikan Misi Raja kali ini]


Adrian yang bagaikan kerikil kecil jika di bandingkan dengan besarnya ikan aneh di atas kepalanya terlihat masih bingung dan sedikit tak percaya.

__ADS_1


Pintu masuk, ia yang mendengar itu dari Sea langsung tau kalau lokasi Misi Raja kali ini cukup ekstrem dan di luar nalar manusia lagi.


 


__ADS_2