
Setelah bangun pagi, Adrian yang sudah menaruh bibit baru tadi malam ke dalam Ocean Link langsung mengeluarkan semua isinya.
Berbeda ketika ia sedang berhemat poin, kali ini Adrian menggunakan benda yang di jual di toko Sea yaitu Bubble Sea{Gelembung Laut} untuk memindahkan semua isi yang ada di dalam Ocean Link.
Dengan gelembung laut, Adrian bisa dengan mudah memindahkan semua isi makhluk hidup yang ia inginkan.
Tas penyimpanan Sea sendiri dapat menyimpan semua benda mati. Tapi untuk mahkluk hidup itu sedikit berbeda.
Jika ingin menyimpan makhluk hidup harus melapisinya dengan gelembung laut dahulu agar dapat bertahan hidup.
Sebenarnya ada cara yang lebih praktis yaitu dengan membuka Laut Sistem.
Dengan itu Adrian bisa menampung banyak mahkluk laut semaunya, anggap saja seperti akuarium besar.
Tapi untuk membuka itu memerlukan CP yang banyak dan Adrian belum mampu membelinya saat ini.
Setelah memindahkan 1.000 belut pita atau ribbon Ell{Rhinomuraena quaesita} ke tas penyimpanan, Adrian langsung pergi ke tepi laut dan melepaskan seribu belut pita dewasa.
Belut pita sendiri saat ini di lautan sedikit langka karna sering di buru untuk di jadikan obat dan di pelihara. Karna itu juga namanya tercatat dalam misi Achievement Sea.
Setelah mengeluarkan gelembung laut yang berisikan 1.000 belut pita dewasa, gelembung besar itu pecah dengan sendirinya dan semua belut cantik itu langsung berengang kembal ke lautan lepas.
“Sana pergi dan berkembangbiaklah.”
Sesaat belut belut cantik itu pergi ke lautan lepas, saat itu juga suara Sea terdengar.
[Selamat tuan telah menyelesakan misi Achievement Sea, melepaskan 100 Ribbon Ell dewasa ke lautan lepas]
[Selamat hadiah 1.000 Contributon poin telah di terima]
[Selamat tuan telah menyelesakan misi Achievement Sea, melepaskan 1.000 Ribbon Ell dewasa ke lautan lepas]
[Selamat hadiah 10.000 Contribution Poin telah di terima]
“Oke waktunya olahraga pagi...Sea, aktifkan misi Check In harian.”
[Misi Check In harian telah di aktifkan]
[Berenang selama 1 jam, hadiah 31.000 Poin Sistem]
“Aduh, karna dekat laut misi yang keluar berenang lagi.”
Karna mendapatkan misi berenang, Adrian yang memang berada di tepi pantai langsung berenang saat itu juga.
Bagi Adrian yang memiliki tubuh kuat dan tentunya terkena air, berenang selama satu jam itu bahkan lebih mudah dari pada olahraga lainnya.
Cuman ya itu, karna basah dan masih pagi, dinginnya air membuat Adrian sedikit menggigil.
Kini Adrian mandi dan berenang selama satu jam di pantai Bluesky. Sejak pagi buta ia berenang sampai akhirnya misi selesai.
[Selamat Misi Check In harian telah selesai]
[Selamat hadiah 31.000 Poin Sistem telah di terima]
Saat selesai mengerjakan misi Check In harian, Adrian langsung pulang dan mandi air hangat kembali. Ia yang hari ini memiliki janji jalan jalan bersama Yuki langsung bersiap siap.
Sejak kesembuhan sang ibu juga Adrian memang mengurangi waktu berburu poinnya dan sengaja menyisahkan hari minggunya untuk istirahat dan berlibur dari kesibukaanya mencari Poin.
Ia bahkan saat ini mengerjakan misi memancing tingkat tinggi sendirian saja di antara hari senin sampai jumat.
Karna makin bertambah kuat, baginya mengerjakan misi memancing tingkat tinggi sudah seperti memancing ikan kecil.
__ADS_1
Tapi tetap, dari misi memancingah exp terbanyak di dapatkan dan Adrian tak pernah bolos mengerjakannya.
Setelah mandi dan menggunakan pakaian yang rapi, Adrian yang sudah terlihat gagah bersantai sejenak sambil menyantap makanan yang di masak sang ibu.
Baru tadi malam ayah dan ibunya bertengkar, pagi ini mereka sudah terlihat mesra kembali. Bahkan hari ini kedua orang tuanya juga memiliki rencana jalan jalan bersama.
“Udah jam setengah sepuluh, waktunya berangkat.”
“Ma...Adrian pergi jalan jalan dulu.”
“Hati hati ya, terus jangan lupa kenalin ke mama.”
“Kenalin siapa ma?”
“Pacarmulah siapa lagi...”
Mendengar ucapan sang ibu, Adrian hanya tersenyum dan langsung pergi.
Di dalam mobil, sambil memanaskan mobil barunya, Adrian membuka layar hologram dan melihat kini ia sudah memiliki banyak poin.
Makin besar level maka hadiah yang ia dapatkan juga makin banyak. Saat ini Adrian yang sudah level 35 hanya tersenyum sampai hpnya bergetar dan berbunyi.
“Pasti Yuki nih...”
“Nahkan bener, halo Yuki...selamat pagi.”
“Pagi...kamu udah di mana?”
“Aku baru mau jalan.”
“Taulah, di komplek Blue Diamond kan?"
“Iya, inget yang warna putih dan paling besar.”
“Okey, aku otw nih.”
Pagi itu Adrian langsung pergi ke rumah Yuki. Sambil mengendarai mobil barunya, ia melihat kota kecil kelahirannya itu makin lama makin padat.
Memang sejak beberapa tahun belakangan ini perkembangan kota Bluesky meningkat tajam. Bahkan toko dan restoran kelas atas makin banyak memenuhi seisi kota.
Kota pesisir pantai itu memang sangat terkenal dengan keindahan lautnya dan banyak orang yang berlibur ke sana mau dari dalam negri ataupun luar negri.
Saat sampai di depan rumah Yuki, Adrian yang dapat melihat rumah super besar dan mewah itu menjadi sedikit grogi.
Mungkin jika dirinya masih Adrian yang dulu, ia tak akan berani untuk mengajak anak pak Walikota jalan jalan.
Tapi berkat Sea, Adrian yang berubah drastis hanya dalam sebulan terlihat berbeda dan sangat percaya diri.
Saat sampai, penjaga rumah yang memang ada di sana langsung mendekat ke arah Adrian.
“Pagi mas, mau nyari siapa ya?”
“Saya ada janji sama Yuki pak.”
“Ohhh...masuk dulu mas, gak enak di luar ngalangin jalan mobilnya.”
Setelah masuk, Adrian yang di suruh menunggu hanya duduk di taman sambil menunggu sang pujaan hati tiba.
Rumah besar itu makin terlihat lebih besar jika di lihat dari dalam.
__ADS_1
Sambil main hp dan menunggu, Adrian yang di chat sebentar lagi Yuki akan turun hanya duduk sambil menikmati pemandangan cerah hari itu.
Sampai seorang pria yang ia kenal keluar dan berjalan mendatanginya. Merasakan kehadiran ayah Yuki yang berjalan mendatanginya dari belakang, Adrian pura-pura tak tau dan tetap tenang.
“Hoi..”
Saat di panggil, barulah Adrian menoleh dan kini Pak Walikota yaitu ayah dari wanita yang ia suka berdiri di hadapannya dengan masih menggunakan celana pendek dan baju kaos tipis.
“Ehh om...pagi om.”
“Jadi kamu yang mau bawa Yuki jalan jalan?”
“Bener om, nama saya Adrian om.”
“Iya udah tau, kamu bocah yang waktu itu nangkap hiu kan?”
“Iya om...”
“Hemmm...kamu juga bocah yang bawa anak saya ke tengah laut waktu itu kan?”
“Iya om, itu saya.”
Sambil menenteng tangan dan memegang secangkir kopi, Ayah Yuki yang terlihat tak terlalu senang dengan kehadiran Adrian mulai menatapnya dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Adrian yang di tatap seperti itu menjadi sedikit grogi dan bingung harus berbuat apa di depan ayah gadis yang ia suka.
Untungnya Yuki yang tiba saat itu langsung memanggil Adrian dari jauh.
“Adrian...”
Kini gadis cantik dengan pakaian modis yang sangat anggun mendatangi Adrian.
Melihat penampilan Yuki yang cantik seperti bidadari, jantung Adrian langsung berdetak kencang.
“Udah lama kamu nunggunya?”
“Gak, baru aja duduk.”
“Yaudah yuk pergi.”
“Pa, Yuki jalan jalan sama Adrian ya.”
“Hemmmm, inget pulangnya jangan sampe malam.”
“Iya pa, yuk Yan...”
“Dadah om.”
Melihat Adrian yang tersenyum sambil bilang dadah kepadanya, Ayah Yuki yang melihat anak gadis satu satunya mulai dewasa dan pergi dengan pria lain menjadi sedikit kesal.
Sambil berjalan dan berbisik kepada Adrian, ayah Yuki akhirnya memberi restu pada babang tampan.
"Hati-hati bawa mobilnya."
"Oke om, aman."
“Jaga anak om baik baik ya, awas kalo sampe lecet.”
“Aman om, serahin sama Adrian.”
Pagi Itu akhirnya Adrian untuk pertama kalinya akan kencan dengan seorang gadis.
__ADS_1