
Adrian yang sudah mandi dan bersiap siap ke sekolah langsung ngebut dan menjemput sang pacar.
Di hari jumat itu seperti biasa ia pergi ke sekolah bersama Yuki.
Sesampainya di sekolah, Adrian dan Yuki yang beda kelas langsung memasuki kelasnya masing masing.
“Dadah...nanti pas jam isitrahat langsung ke ruangan OSIS.”
“Oke...”
Di kelasnya kabar tentang Adrian dan Yuki yang sudah berpacaran sudah tersebar luas. Bahkan saat ini satu sekolah sudah tau tentang hubungan mereka itu.
Sadar Adrian sudah menjadi milik primadona sekolah membuat banyak gadis patah hati dan Adrian yang awalnya di dekati kini justru di jauhi oleh para gadis.
Bella yang selalu dekat dengan Adrian juga sedikit menjauh karna masih tak terima dengan hubungan Adrian dan kekasih barunya.
“Enak ya pagi pagi berangkat bareng...aku sahabatmu aja belum pernah ngerasain naik mobil barumu.”
“Hehehe, maaf aku lupa, kalo kamu mau nanti pulang sekolah yuk ikut kami.”
“Gak, males banget cuman jadi obat nyamuk.”
Sambil duduk dan melihat pemandangan laut Bluesky, Adrian yang masih ingat dua bulan lalu ia hanyalah pemuda kumuh yang keberadaannya bahkan tak pernah di anggap hanya bisa tersenyum.
Mendapatkan Sea adalah berkah paling luar biasa yang ia dapatkan dalam hidupnya. Semua hal membahagiakan mulai mengelilinginya sejak mendapatkan Sea.
Ibunya sembuh, ayahnya sudah tak perlu kerja keras lagi, bahkan kini wanita yang di sukai juga sudah menjadi pacarnya.
Bukan hanya itu, pundi pundi kekayaan juga mulai mengalir deras ke kantong Adrian bahkan tanpa ia harus bekerja keras.
Lalu sekarang, sangking banyaknya poin yang ia miliki, Adrian jadi bingung harus menghabiskannya untuk apa.
Bisa di bilang semua hal yang ia inginkan sudah ia dapatkan. Ia yang sejatinya tak menginginkan hal-hal besar sudah merasa cukup untuk semua berkah yang ada dalam hidupnya.
Jika ada yang di perlukan tentu saja itu adalah kekuatan untuk tetap menjaga itu semua agar tidak hilang dari genggamannya.
Setelah pelajaran pertama selesai, Adrian yang beristirahat langsung pergi menuju ruangan OSIS.
Di sana ia sering menghabiskan waktu bersama sang pacar. Ruangan OSIS yang harusnya menjadi tempat rapat kini berubah menjadi tempat pacaran sang ketua OSIS.
Tentu saja banyak anggota yang komplain, tapi tak ada yang berani bilang langsung dan juga mereka cukup mendukung hubungan Yuki dan Adrian yang memang terlihat sangat cocok.
“Hemm, enak...”
“Hehehe, makasih...”
“Kamu pinter banget masak, belajar dari mana?”
“Aku belajar dari Mamaku, dia juga dulunya Chef.”
“Hooo, pantes...cuman masih enakan masakan rahasiaku.”
__ADS_1
“Nah, kalo itu aku setuju...besok giliran kamu yang bawa bekal.”
Adrian yang dapat membeli makanan mewah dari Sea juga mulai sering membelinya.
Karna sekarang sudah banyak poin dan tak terlalu memerlukan poin, Adrian mulai menikmati dan membeli apapun yang ia mau.
Tentu saja ia masih memilih dengan cermat apapun yang di belinya. Mungkin sekarang belum di butuhkan, tapi jelas ia yang bahkan tak pernah bermalas malasan mengerjakan misi yang ada mengumpulkan semua poin itu dengan satu tujuan.
Seperti kata pepatah, semakin tinggi pohon maka badai yang menerjangnya akan semakin kuat.
Adrian yang sadar akan hal itu selalu mengumpulkan poin sebisanya dan memiliki rencana cadangan untuk berjaga jaga.
Setelah pulang sekolah, Adrian yang memiliki jadwal memancing tingkat tinggi langsung berniat pulang dan mulai memancing.
“Yaudah aku pulang dulu, hari ini aku mau mancing di tengah laut.”
“Dari dulu gak pernah berubah hobimu yang satu ini.”
“Hehehe, yaudah aku pulang ya.”
“Hati-hati dan jangan kelamaan.”
“Iya, pas udah selesai aku langsung hubungin kamu kok.”
Setelah mengantar sang pacar dan pulang ke hotel tempat ia tinggal sekarang, Adrian mulai besiap siap.
Sambil menuju dermaga, ia yang penasaran dengan pembangunan rumah barunya mampir sebentar untuk mengecek.
Sambil merasakan hpnya berdering, Adrian yang meraih hp dari sakunya melihat nama David di layar hp.
“Halo...kenapa pid?”
“Yan, kata buk Dewi jadwal pengiriman Lobster bulan ini bertabah lagi, ada tujuh perusahaan baru yang mau beli Lobster kita.”
“Siapa aja?”
“Semuanya perusahaan asing.”
“Tahan dulu, jangan di terima dulu karna aku udah punya rencana.”
“Yakin kamu?...duit loh ini.”
“Santai, kita jual kualitas, kalo mereka ngerti harusnya mereka mau nunggu, suruh juga buk Dewi kirim jadwal baru pengiriman sama aku.”
“Udah di kirim kata dia, coba cek di komputer kamu.”
“Ohhh, yaudah nanti ku lihat...dah yah aku mau mancing dulu.”
“Haduh Yan, orang-orang lagi pada sibuk di kantor kamu malah milih mancing.”
“Hehehe, karna itulah aku percayain semua yang ada di kantor sama sahabat baikku, yaudah aku pergi dulu, urus sisanya ya.”
__ADS_1
--Tittt--
Adrian yang sadar usahanya makin bertambah besar juga sudah punya rencana tersendiri.
Tapi ia yang masih bersekolah sudah menghabiskan waktu banyak di sekolah. belum lagi mengerjakan misi yang ada.
Bahkan akhir-akhir ini Adrian hanya mengerjakan misi memancing tingkat tinggi dan sudah jarang mengerjakan misi memancing tingkat rendah.
Mungkin ia juga baru akan fokus dalam bisnis ketika sudah tamat sekolah.
Sesampainya di dermaga, Adrian yang sudah membelikan kapal baru untuk sang ayah yang memang hobil melaut menggunakan kapal kesayangannya yaitu kapal yang ia dapatkan dari hasil menang lomba.
Dengan cepat Adrian memacu kapal Speed Boadnya hari jumat itu dan berniat menyelesaikan semua misi memancing tingkat tinggi karna besok ia ada janji dengan Yuki dan sang ibu.
“Semoga aja dapet jackpot hari ini.” ucap Adrian dalam hati sambil mengendarai kapal kecilnya dengan kencang.
Di tengah laut pasifik, seperti biasa, Adrian yang mulai mengerjakan misi memancing tingkat tinggi masih memiliki 12 kali kesempatan lagi untuk memancing ikan besar.
Ia yang kini berlevel 50 memiliki 50 kali kesempatan untuk mendapatkan Jackpot.
Karna itu jugalah ia membagi bagi waktunya sehingga masih dapat mengerjakan misi memancing tingkat tinggi yang mana adalah sumber utamanya mencari poin dan juga exp.
Baru saja umpan di lempar, alat pancingnya langsung di tarik oleh ikan besar.
Dengan kekuatan yang besar, Adrian langsung menarik tangkapan pertamanya itu. Dengan cepat seekor kerapu merah besar langsung ia dapatkan.
[Selamat tuan mendapatkan kerapu merah besar]
[Selamat misi memancing tingkat tinggi berhasil di selesiakan]
[Selamat tuan mendapatkan hadiah 12.000 Poin Sistem]
“Lumayan baru mulai dah dapat dua belas ribu poin.”
Hari itu Adrian yang berniat menyelesaikan semua misi memancing tingkat tinggi miliknya langsung pesta Strike.
Sayang dari empat belas kesempatan, ia sama sekali tak mendapatkan tangkapan besar alias Jackpot.
“Sial...sepertinya aku memang harus buat tambak sendiri terus ku isi ikan besar supaya dapat jackpot terus.”
Adrian yang levelnya makin tinggi dan juga makin sibuk sudah memiliki rencana untuk membuat tambak ikan sendiri.
Ia berniat mengisi tambaknya itu dengan ikan-ikan besar supaya tiap kali memancing bisa mendapatkan Jackpot.
Saat bertanya pada Sea juga cara itu di perbolehkan, asalkan Adrian masih memancing sendiri dengan tangannya.
Sambil merapikan keperluan, Adrian yang sudah berniat pulang di sore hari itu melihat seekor lumba-lumba kecil yang terluka mendatangi kapalnya.
Karna kasihan, Adrian langsung melompat ke laut dan mendekati lumba-lumba itu.
__ADS_1