
Adrian yang benar benar tak bisa lagi menahan emosinya ketika keluarganya di ancam seperti itu langsung menelepon seseorang.
Setelah menelepon orang itu yang tak lain adalah Roy, tak lama kemudian nomor tak di kenal langsung menghubunginya.
“Hallo...”
“Adrian, ini saya Luca.”
“Pak, tadi saya bertemu dengan Eka dan dia mengancamku dan keluargaku.”
“Santai saja, jika dia pintar maka dia tak akan berani mengganggu-.”
“Aku tau itu...tapi bagaimana jika dia nekat dan menyelakai keluargaku, aku tak bisa tenang jika seperti ini.” ucap Adrian sambil berteriak.
Mendengar Adrian yang berteriak, Luca diam sesaat. Anak pendiam dan sangat baik itu bahkan berani berbicara kasar di kepadanya. Walaupun hanya di telfon itu tetap masih mengejutkannya.
“Tenang sedikit Adrian, saya akan mengirim orang untuk menjaga ibumu dan mengurus sisanya jadi kau tak perlu khawatir.”
“Baiklah pak, aku percayakan padamu.”
Akhirnya panggilan malam itu berakhir. Adrian yang merasa sudah sedikit lega terlihat hanya melamun sambil melihat langit langit kamarnya.
Besok harinya akan sangat sibuk dan Adrian yang tau itu mencoba menutup matanya dan melupakan sejenak semua masalahnya sampai iapun tertidur.
~~ ~~
Pagi harinya Adrian terbangun dan langsung mengejakan misi Check In harian.
[Mengaktifkan misi Check In harian]
[Berorahraga semau tuan selama 1 jam, hadiah 12,000 PS berlaku kelipatan]
Setelah mengerjakan misi Check In, Adrian yang hari itu memutuskan tak sekolah kembali ke rumah sakit.
Di sana ia mengobrol panjang lebar dengan sang ibu sampai pamannya menelepon.
“Hallo...Adrian.”
“Iya om.”
“Om dah sampai di bandara, kamu sama mamamu sekarang di mana?”
“Saya sama ibu saya masih di rumah sakit om.”
“Yaudah tunggu di sana, om sama semuanya langsung menuju ke rumah sakit.”
Setelah beberapa saat, paman dan bibinya langsung tiba di rumah sakit. Tak lupa juga kakek dan neneknya serta anak pamannya juga ikut menemani.
__ADS_1
“Adrian...cucu nenek.”
Setelah di kecup oleh sang nenek, Adrian mulai mengobrol dengan mereka semua.
Di dalam kamar sang ibu sekarang keluarga Adrian lengkap dan mereka semua hampir tak percaya dengan kesembuhan Judy yang tiba tiba.
Tentu saja mereka senang, tapi beberapa hari lalu mereka menerima kabar kalau kondisi Judy makin buruk dan saat ini Judy justru terlihat baik baik saja dan sangat sehat.
Hari itu mereka semua berbahagia sambil mengenang masa lalu bersama Ibu Adrian yang sudah lama tak sadarkan diri.
Seperti keajaiban yang benar benar nyata, Judy kini terlihat sangat sehat dan dapat tersenyum cerah. Bahkan ia sudah bisa berjalan dan itu membuat semua orang makin bahagia.
Saat semuanya sedang bercanda bersama, Adrian yang duduk agak jauh di datangi oleh sepupunya yang merupakan seorang gadis muda.
Umur mereka juga hanya bebeda sedikit dan Adrian hanya lebih tua satu tahun dari saudara perempuannya itu.
“Adrian...ini benar benar kamu kan?”
“Bener lah Nes, emang siapa lagi.”
“Kok kamu beda banget...sumpah aku masih gak percaya.”
“Percaya gak percaya aku ini masih Adrian saudaramu.”
Di sana Agnes yang memang kenal dengan saudaranya itu di buat tak habis pikir.
Kabar kesembuhan sang ibu secara tiba tiba, lalu kondisi ibu Adrian yang sangat sehat dan tidak seperti orang sakit yang sudah koma selama tujuh tahun.
Biasanya ia sangat tak suka dekat dekat dengan Adrian karna baunya yang busuk dan tampangnya yang sedikit menyeramkan.
Tapi kini, saudaranya itu berubah derastis dan membuat Agnes deg degkan kencang ketika melihatnya dari dekat.
Setelah mengobrol lama, akhirnya mereka semua kembali ke rumah, Judy yang sudah di periksa dan di nyatakan sembuh total oleh dokter Antony juga sudah di perbolehkan pulang.
Menggunakan mobil rumah sakit dan mobil sewaan. Mereka akhirnya tiba di depan rumah Adrian.
“Hemm...ini rumah dari dulu gak berubah ya.” Ucap pamannya yang juga pernah tinggal di sana.
“Iya, tapi kok jadi makin kotor gini...Adrian kamu pasti gak pernah ngururus rumah ya?” ucap sang nenek.
“Gak lah nek, tiap hari udah Adrian sikat...cuman kayaknya ini rumah memang minta di renovasi.”
“Hahaha, kalo itu baru bener.”
Siang itu mereka semua berisitrahat di rumah Adrian, walaupun tak teralu besar, tapi cukuplah untuk tempat tinggal mereka semua sementara.
Di sana sang nenek yang memang sangat sayang pada menantunya itu hanya di kamar sang ibu. Sedangkan bibi dan saudaranya Agnes menyiapkan makan siang.
__ADS_1
Sang kakek yang juga mantan nelayan kota bluesky langsung meminta Adrian untuk mengantarkannya ke pangkalan utama nelayan kota Blueksy.
“Udah siap kek.”
“Udah yok berangkat.”
Saat ini Adrian dan sang kakek berangkat menggunakan Astrea Legenda yang ternyata juga masih peninggalan sang kakek.
Setibanya di kantor utama nelayan, orang orang yang ada di sana langsung mendekat dan bersalaman dengan kakek Adrian.
Sang kakek dulu terkenal dengan kehebatannya di lautan pasifik yang luas.
Semua ikan ia tangkap mau itu Hiu, Tuna, Goliath, Todak, bahkan Paus juga pernah di hajar oleh sang kakek.
Bisa di bilang kakeknya adalah sosok legenda di kota Blueksy dan sangat di hormati.
“Yan, kamu bisa tinggalin kakek di sini, nanti kalo dah mau pulang baru jemput lagi.”
“Oke kek, kalau ada apa apa telpon Adrian ya kek.”
Melihat sang kakek yang sangat senang dan sibuk mengobrol dengan nelayan lainnya, adrian yang tau itu akan sangat lama juga sudah di suruh pulang duluan.
Di perjalanan pulang Adrian tiba tiba saja di telpon oleh seseorang. Nomor tak di kenal terlihat di layar hp miliknya.
Karna penasaran Adrian pun menjawab telepon itu.
“Sore ini jam 5 di tambak pak Wijaya...semuanya kita selesaikan di sana.”
Setelah suara yang ia kenal itu selesai berbicara, panggilan langsung di matikan.
Adrian yang di beritahukan seperti itu oleh orang yang tak lain Adalah Eka juga langsung menelepon pak Luca.
“Pak...tadi si Eka nelpon saya.”
“Iya saya tau, kamu jangan takut dan jam 5 sore nanti saya sendiri yang akan menemanimu ke sana...apa itu cukup?”
“Cukup pak...terimaksih.”
Mendengar jawaban pak Luca, Adrian sedikit tenang tapi juga masih khawatir. Ia yang di temani pak Luca jelas akan aman.
Di kota Bluesky siapa yang berani melawan orang yang bisa di bilang penguasa kota tersebut. Bahkan pihak kepolisian saja berada di bawah kuasanya.
Karna itu juga Adrian aman dan tak dapat di adili atas perbuatannya kepada Tri.
Tapi orang bernama Eka itu berbeda, ia yang katanya memiliki koneksi dengan sindikat mafia seperti tak takut dengan nama besar Luca Salamanca dan antek anteknya.
Adrian yang bahkan akan di temani langsung oleh Luca juga tau hari ini, di sini dan saat ini, hal besar benar benar akan tejadi di kota Bluesky.
__ADS_1