
BAB 10
hari minggu yang sangat di tunggu tunggu jelita dan bara telah tiba di mana bara berjanji akan menemani jelita jalan jalan di danau yang tak jauh dari tempat tinggal jelita dan bara .
Bara juga berjanji akan menceritakan masalah keluarganya dengan keluarga jelita dan juga mengenai tante mira.
Akan tetapi tanpa bara ketahui kalau tuan bastian mengetahui semuanya bahkan mengenai perasaannya dengan jelita juga di ketahui oleh tuan bastian ,sehingga dengan penuh emosi tuan bastian menyuruh anak buahnya untuk mengancam tante mira dan jelita namun semua itu tak bisa mengusik keduanya meski pada hari itu jelita akhirnya tak mau menemui bara karna takut akan ancaman anak buah tuan bastian namun tante mira dan jelita masih tetap meneruskan usahanya.
Sampai di suatu hari tanpa sengaja bu siti bertemu dengan tante mira di pasar dan sedikit bercengkrama hanya saling bertanya kabar namun anak buah tuan bastian melihat moment itu sehingga tuan bastian sangat marah dan mendatangi langsung jelita di warungnya dengan ucapan ucapan yang sangat tak pantas di dengar.
Dengan kasar tuan bastian memasuki warung kecil itu lalu duduk di sebuah kursi kayu sambil menyilangkan kakinya.
Tak berapa lama jelita datang berdiri di hadapannya menanyakan apa yang hendak di makan.
Namun tuan bastian malah menyuruhnya duduk di depan nya dengan bersimpuh .
"apa kamu nanya aku akan makan apa?
Jelita hanya menunduk tanpa suara dirinya sudah bergetar karna ketakutan.
Melihat reaksi jelita tuan bastian menarik sedikit bibir atasnya sambil tersenyum .
"Kamu jangan takut jelita aku datang padamu hanya ingin membuat kalian terbangun dari mimpi kamu yang terlalu tinggi.
"Sungguh bukan harta dan derajat yang membuat kamu sangat tak pantas bersanding dengan keturunanku namun cukup satu orang dalam keluargaku yang pernah melakukan hal bodoh dengan mencintai seorang gadis yang masih belia yang dia kira gadis itu membalas cintanya karna dia punya perasaan yang sama sehingga tak pikir panjang si pria bodoh itu pun menikahinya tanpa dia sadari dia hanyalah sebagai jembatan yang akan mendapatkan harta.
"Maafkan aku tuan bastian tapi aku juga tidak berani mencintai putra tuan.
" Kamu jangan membodohi saya jelita karna saya tau apa yang kamu dan bara lakukan di saat bersama kau berusaha merayunya dengan sikap kamu yang sok polos memancingnya dengan tubuhmu kamu sama saja seperti j**** yang ada di luar sana tapi tak di pungkiri kamu memang keturunan j****, pel****, dasar kalian wanita hina rela melakukan apa pun demi mendapatkan apa yang kalian inginkan.
Tante mira yang dari tadi berusaha menahan amarahnya mendengar anak keponakannya di hina dan di rendahkan hanya karna sebuah kesalapahaman masa lalu sudah tak tahan lagi.
"Stop .... Tuan bastian yang terhormat anda tak ada hak untuk menghina kami dan tuan jangan menyangkut pautkan masa lalu dengan jelita karena dia tak tau menahu dengan semua ini.
" Lalu siapa yang tau, apa kamu
__ADS_1
"Iya aku yang tau karna aku adalah korban dari kebiadaban kamu dan keluargamu
" Kau menyalahkan aku dan keluargaku, jalan ,
"Iya dan memang betul aku adalah jalan karna kau sudah buta buta dari segala galanya.
" Diam kamu atau aku robek mulutmu.
"Coba kalau kamu berani pengecut.
Tiba tiba tuan bastian melompat mendekati tante mira lalu mencengkram kedua sisi leher tante mira lalu mencekiknya
Jelita yang dari tadi hanya menangis dengan segala penghinaan tuan bastian tiba tiba kaget dengan ke adaan yang makin runyam ini sehingga dia dengan sigap melompat sambil berteriak meminta tolong dengan cepat jelita mengigit pergelangan tangan tuan bastian hingga terlepas dari leher tante mira tak berapa lama sudah banyak orang yang melerai mereka .
Orang yang seusia dengan tuan bastian dan tante mira tak heran lagi karna mereka tau apa yang pernah di alami mereka dulu akan tetapi mereka yang seusia jelita bahkan jelita sendiri bingung dan bertanya tanya apalagi mengenai tuan bastian yang terkenal sangat ramah dan baik begitu juga dengan jelita akan tetapi sejak tante mira datang semuanya telah berubah.
*****
Hari demi hari terus berlalu semenjak kericuhan yang di lakukan tuan bastian membuat tante mira jatuh sakit dan terkadang menangis pilu sehingga membuat jelita bingung ada kalanya jelita terasa ingin bertanya tentang apa yang terjadi di antara mereka tapi rasa kasihan selalu timbul di hati jelita , hingga akhirnya tante mira jatuh sakit sudah berkali kali jelita membawanya ke puskesmas yang ada di dekat kampungnya namun tante mira tak kunjung sembuh.
Jelita kini sudah duduk bersimpuh di atas sajadah nya sambil berdoa.
Perlahan lahan jelita bangkit dari duduknya lalu mendekati tante mira sambil terisak .
"Tante makan dulu ya sedikit saja.
" Tidak nak, tante tidak lapar.
"Tapi tante harus makan biar sedikit saja.
" Tidak je, kalau tante makan meski hanya sedikit perut tante sangat sakit dan dada tante terasa sesak, mungkin umur tante tak lama lagi je, maafkan tante nak karna merepotkan kamu.
"Hiks... Hiks.... Hiks ...tante jangan ngomong gitu, je nggak mau pisah lagi sama tante hanya tante yang je punya, je juga nggak merasa di repotkan sama tante.
" Je tante ada sedikit sisa tabungan jika nanti je membutuhkannya je bisa pakai ini kartunya nak dan kodenya ada di kertas kecil itu,.
__ADS_1
"apa ini tante?
" Itu namanya kartu ATM nak dan nmr yang ada di kertas kecil itu adalah kodenya kalau kau tak mengerti cara menggunakannya kamu bisa meminta seseorang untuk membantumu.
"Sebenarnya tante ada rencana menemani kamu membuat KTP karna usia kamu sudah cukup tapi jangankan menemani kamu nak untuk bangun saja tante sudah nggak mampu.
" Sudahlah tante nggak usah banyak yang di pikirkan kalau soal itu biar aku nanti yang minta tolong sama kak, tiba tiba ucapan jelita menggantung .
"Maafkan tante nak, apakah kau masih mengharapkan bara, apakah kalian sudah menjadi pasangan?
" Ah.... Nggak tante dan kami juga tak pernah ada ikatan atau hubungan, je dengan kak bara hanyalah sekedar teman meski je akui bahwa je memang benar sangat menyayangi kak bara tapi je belum bisa memastikan jika apa yang je rasa adalah sebuah rasa cinta.
"apa yang kau rasakan jika sedang bertemu bara
" Cuma rasa senang .
"apa tak ada debaran di dada kamu atau hati kamu atau jantung kamu.
" Ih.,. Tante apaan sih.
"Benar nak.... apa semua itu tidak ada.
" Nggak.
"Kalau begitu itu bukan cinta.
" Ah... Tante sok tau. Ucap jelita sambil merebahkan badannya di dekat tante mira sambil memeluk tubuh yang sudah agak kurus itu dengan manja.
Tiba tiba tante mira meringis setelah jelita meletakkan sebelah tangannya di atas dada tante mira.
"Kenapa tante.
" Sakit je
"apa di sini
__ADS_1
" Iya sayang.
"Bagaimana kalau sisa uang tante kita gunakan untuk berobat ke rumah sakit.