TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
tangis penyesalan tuan bastian


__ADS_3

BAB 98


Sedangkan di dalam ruangan tempat tante mira di rawat tampak beberapa orang sedang berkumpul dengan raut wajah tegang begitu juga dengan lelaki paruh baya yang masih tampak begitu tampan dan gagah sedang duduk di kursi roda barisan paling depan.


Dokter dan beberapa perawat sedang sibuk membuka perban tante mira dengan perlahan tapi pasti, setelah beberapa menit berlalu perban mata tante mira kini terlepas tak bersisa.


Dokter sudah mulai memerintahkan kepada tante mira agar membuka mata secara perlahan lahan.


"Sekarang coba ibu mira membuka mata dengan perlahan.


" Aku takut dokter. ... Ucap tante mira.


"Tidak perlu takut bu.... Kita harus selalu yakin dengan apa yang kita rasa tetapi bukan untuk rasa takut melainkan perasaan yakin tentang diri kita.... Ucap dokter laki laki yang sudah berusia hampir sama dengan tuan bastian dengan penuh semangat.

__ADS_1


" Baiklah dokter...... Ucap tante mira lagi.


Dengan mengikuti arahan dokter tante mira lalu dengan perlahan membuka matanya dan seketika penglihatannya masih tampak samar samar dirinya melihat wajah tuan bastian dan ibu siti sedang berada di hadapannya , seketika tante mira kembali memejamkan matanya sehingga membuat semua orang yang ada di sana sangat penasaran.


Tetapi tak lama kemudian tante mira memanggil dokter lalu berkata.


"Dokter.... apa yang terjadi dengan penglihatan ku.... Ucapnya.


Dokter pun merasa heran lalu bertanya balik kepada tante mira.


"Dokter aku memang ingin melihat kembali tetapi aku tidak ingin melihat kembali masa lalu yang cukup membuatku hancur dan menderita sampai saat ini.... Ucapnya sambil mengusap air matanya yang mengalir begitu saja.


Dokter yang memang belum tau apa apa pun merasa bingung dengan ucapan tante mira.

__ADS_1


Sedangkan tuan bastian mencoba mundur ke belakang dirinya sadar betul dengan apa yang pernah di perbuat olehnya dengan tante mira.


Ibu siti yang mengerti dengan ke adaan ini segera menarik kursi roda suaminya mundur kebelakang bersamanya.


"Bu...... Mungkinkah mira akan sudi memberi kita maafnya.... Tanya tuan bastian setelah berada agak jauh dari rombongan tadi.


" Bapak jangan menyerah begini dong pak...... Ini baru permulaan kita harus berusaha sekuat mungkin.


"Aku benar benar tidak yakin bu...... Lihat saja tadi, mira baru melihat kita seperti bayangan dirinya sudah menangis seperti itu...... Jika pun nanti aku tidak mendapat maaf dari mira aku ingin mendapatkan kesempatan untuk melihat mira bahagia.


" Bapak.. ... Itu namanya putus asa paa..... ucap ibu siti.


"Aku tidak putus asa bu tetapi kau pun tau seberat apa penderitaan mira saat bersamaku bahkan bukan hanya itu tetapi kini dia kehilangan putranya yang bahkan selama hidup bram, dirinya tidak pernah menyentuh kulit bram sedikit pun di dalam kehidupan nyata, memang selama ini mereka hidup bersama tetapi diantara mereka tidak ada yang saling mengetahui akan siapa diri mereka dan semua itu adalah akibat ulahku.... Ucap tuan bastian sambil menangis.

__ADS_1


"Pa.... Jika kita pandang dari segi takdir di sini tidak ada yang salah tetapi itu merupakan suatu ke besaran allah di mana antara anak dan ibu kandung di takdirkan bertemu dan bersama selama beberapa bulan karena allah sudah mentakdirkan jika mereka adalah satu darah, dan begitu juga kita perlu mengetahui jika kita sama sekali tidak punya kuasa untuk melawan kehendak sang Pencipta, sekeras kerasnya kita menghalangi mereka menjalin silaturahmi tetapi silaturahmi mereka tetap terjalin dengan pertemuan yang tidak di sengaja, bahkan tanpa kita ketahui....... Jadi kita belajar dari pengalaman hidup kita sendiri pa... Jangan belajar dari diri orang lain, ucap ibu siti sambil mengusap usap kepala suaminya.


__ADS_2