TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
pertemuan pertama


__ADS_3

BAB 7


Keduanya tampak tertegung sama sama mengingat masa lalu di mana bu siti rela menjadi pembantu di rumah keluarga tuan bastian demi permintaan seorang sahabat yang sangat menyanyanginya.


Tiba tiba sebuah suara yang sangat lembut membuyarkan lamunan mereka berdua.


"Assalamu alaikum ibu,


" Waalaikum salam bram kok ke sini? Ucap bu siti


"Iya bu kebetulan bram lagi suntuk di rumah bingung mau ngapain jadi aku ajak aja amel jemput ibu.


Mata tante mira seakan ingin loncat keluar dan jantungnya seakan tak mau berhenti memompa yang semakin lama semakin cepat membuat dada tante mira terasa sesak setelah menyadari siapa pemuda tampan gagah dan berkharisma yang berdiri di depan ibu siti dengan senyum yang luar biasa manisnya dengan bibir yang berbentuk love dengan belahan di bagian tengah bibir bawahnya semakin menambah ke tambahan pemuda itu.


Bu siti sedikit melirik sahabatnya dan memberi kode tante mira pun mengiyakan.


"Bram kenalkan sahabat mama dari kota. Ucap bu siti dengan sedikit bergetar.


" Oh... Iyakah bu? Ucap bram sambil mengulurkan tangannya.


"Bram.. Ucapnya


" Begitu juga dengan tante mira dia menyambut uluran tangan Bram dengan tangan bergetar hebat setelah tangan keduanya sudah bertemu tante mira hanya menatap Bram dengan penuh kasih sayang lalu mengucapkan namanya dengan terbata bata karna tenggorokannya sudah tak mampu berbicara lagi dadanya semakin sesak karna tangisnya sudah siap pecah ingin rasanya dia menarik tubuh kekar itu lalu memeluk dan berteriak kalau dialah ibunya ibu yang telah mengandung dan melahirkannya dengan penuh perjuangan namun tante mira terus bertahan hingga muka tante mira sudah kelihatan memerah di seluruh permukaan wajah yang cantik itu dengan segera tante mira pamit kepada Bram dan bu siti lalu berlari keluar dari warung makan sederhana itu.

__ADS_1


Sesampainya di sebuah pohon besar nan rindang di tepi danau yang letaknya tak terlalu jauh dari rumah makan tersebut tante mira duduk bersimpuh lalu menangis meraung sejadi jadinya dia mengeluarkan semua rasa sesak yang terasa memenuhi dada dan tenggorokannya sambil berteriak menyumpahi keluarga tuan bastian.


"Aku benci kalian semua dasar keluarga s***n, kejam, tak berperikemanusiaan gara gara kalian semua,aku kini menjadi orang asing di depan putraku. Ucap tante mira dengan nada nada sedikit penekanan untuk meluahkan rasa kecewa yang luar biasa yang tersimpan rapi di sudut hati tante mira.


Jelita kini mondar mandir di sebuah emperan kecil di depan pondoknya sambil mengigit kukunya yang merasa panik karna hari sudah hampir siang tapi tantenya belum kelihatan batang hidungnya.


Sedangkan bara hanya duduk sambil memainkan gawainya dengan sesekali melirik gadis belia yang sangat manis yang sedang mondar mandir di depannya tanpa memperdulikan dirinya.


"apa kamu tidak capek mondar mandir seperti itu? Tanya bara.


" Nggak, jawab jelita dengan singkat, dia sengaja menjawab pertanyaan bara dengan singkat agar tak terjadi perdebatan yang akan berakhir dengan kekalahan karna jelita tau berdebat dengan bara hanya menguras tenaganya saja.


"Apakah tante mira tak pamit sama kamu sebelum berangkat..?


"Makanya kalau tidur jangan kayak orang mati.


" Lha.. Bukannya tidur dan mati itu sepupu. Timpal jelita sambil memanyumkan bibirnya ke depan tanpa melirik lelaki yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri.


Bara yang melihat bibir seksi jelita tanpa sadar menelan salipannya antara gemes dan sedikit bernapsu.


"Chi... Dasar lemah kau bara begitu aja kau sudah tergoda, gumam bara sambil melirik ke arah gadis yang masih tetap dengan mode manyumnya.


" Kenapa tuh bibir kok sudah kayak bebek yang mau nyosor aja atau kamu berpikir mau menciumku, ucap bara sambil berdiri lalu mendekat ke arah jelita dengan niat menggoda.

__ADS_1


"Ah.... Maaf kak bara sejak kapan kak bara jadi mesum begitu, ucap jelita dengan sinis.


Bara hanya membalas dengan sedikit kedipan di sudut matanya sambil tertawa menanggapi sindiran jelita.


Bara sedikit mendekat di telinga jelita sambil berbisik


"Aku hanya mesum bila sama kamu.


Jelita yang mendengar perkataan bara dan merasakan hembusan hangat napas di telinganya merasakan seluruh bulu di badannya terasa berdiri dan bergidik geli sontak memundurkan sedikit badannya menjauh dari badan bara yang posisinya sangat dekat dengannya.


"Kak bara jangan terlalu dekat sama jelita kak nggak enak di lihat tetangga.


Bara hanya tersenyum usil lalu kembali berbisik


" Nggak enak sama tetangga atau kamu tak mau kalau aku dengar detak jantungmu yang sudah bertalu talu.


Muka jelita sontak menjadi merah karna malu memang benar apa yang di katakan bara sejak tadi jantungnya sudah bertalu talu dengan nada yang tak beraturan yang membuat jelita terus menunduk.


"bersambung"


"kenangan yang begitu sulit di lupakan


" tapi terlalu pahit untuk di kenang.

__ADS_1


"minta like dan dukungan ya sayang semoga semangat autornya yang baru pemula"


__ADS_2