
BAB 70
" Apakah benar ibu kandung aku ada di kota ini bu..?
"Menurut info yang di dapatkan bapak, iya nak.
" Baiklah bu, masalah itu kita bahas nanti, sekarang kita fokus ke bapak dulu.
"Iya nak, Terima kasih karena kamu masih perduli sama kami.
" Aku ini putra kalian bu.. Jadi masalah apa pun di keluarga ini, itu adalah tanggung jawab saya bu.
"Maafkan ibu nak, yang sempat ragu akan kasih sayang kamu kepada kami.
" Kasih sayang aku terhadap kalian semua tidak akan pernah berubah.. Ucap bram sambil merangkul ibu dan adik adiknya.
"Sudah yuk, kita lihat ke adaan bapak, bagaimana sih kronologi kejadiannya.
" Sebenarnya kami mendatangi sebuah tempat , yang kemungkinan ibu kandung kamu di sana tetapi dalam dua hari ini kami berkeliling mencari dia di tempat yang biasa di datangi ,tetapi kata orang orang yang mengenalnya semenjak dirinya pergi dari sana beliau tidak pernah lagi datang.
__ADS_1
"Sehingga kami pulang hari sudah pagi, ketika kami turun dari mobil , entah mengapa bapak segera berlari sambil berteriak memanggil nama mama kamu bram, tanpa dia memperdulikan keadaan setempat dia terus berlari hingga ada sebuah sepeda motor yang cukup laju dari arah yang berlawanan sehingga terjadilah kecelakaan ini.
"Kasihan bapak, mungkin dia merasa jika aku menjauhinya, sehingga dirinya begitu .
" Nak, maafkan bapak sebenarnya bapak tidak egois tetapi banyak hal yang tidak di ketahuinya, karena sebenarnya puncak dari masalah ini tiada lain adalah perbuatan nenekmu yang sangat angkuh dan mengukur segalanya dari uang tanpa di sadari bapakmu, jika dirinya selama ini cuma di jadikan tameng dalam keluarganya.
Tak lama setelah itu, dokter keluar dari ruangan di mana tuan bastian di rawat.
Mereka semua berlari mendekati dokter itu lalu bertanya dengan rasa panik yang di rasakan masing masing.
"Dokter bagaimana keadaan bapak, tanya bram yang terlebih dahulu sampai.
"Alhamdulillah dokter, ucap semuanya bersamaan.
" Terima kasih banyak dokter, atas bantuannya.
"Sama sama tuan. Ucap dokter itu lalu dokter itupun pamit untuk pergi karena harus memeriksa pasien lainnya.
" Sebaiknya ibu bersama amel pulang dulu, biar aja kami di sini, ucap bram
__ADS_1
"Baiklah nak, aku dan amel pulang dulu, sore nanti aku balik ke sini.
" Iya sore nanti amel nggak usah ikut biar aku yang temani ibu di sini, ucap bram.
"Nggak usah abang biar aja aku... Timpal bara.
" Nggak apa apa biar aku yang temani ibu.
"Tapi abang bukannya abang janjian sama pacarnya abang.
" Oh iya.. Astaga... Kenapa bisa lupa ngabari dia.
"Baiknya abang telpon dia dulu dari pada ngambek kan bisa bahaya abang... Ucap bara sambil tersenyum menaik turunkan alisnya.
" Baiklah, benar kata kamu bisa bisa dia marah sama aku..
"Pergi sana di taman nelpon nya.
" Ok.... Ucap bram sambil berjalan.
__ADS_1
***kegagalan tidak harus di sesali tetapi di jadikan pengalaman dan sebuah pedoman serta motivasi untuk menjalani hidup di masa depan agar hidup kita semakin membaik hingga menuju sukses dan sejahtera tidak usah menoleh kanan kiri jika ingin melangkah memulai sesuatu apalagi mendengar ocehan orang luar tetap optimis dengan tekad yang teguh. ***