
BAB 19
"Oh.. Rupanya dia sudah tidur, ucap bram setelah pertanyaannya tidak mendapat jawaban.
Kini bram sudah berdiri lalu berjalan memutari berangkas tempat tidur jelita lalu menarik kursi sambil menghempaskan bokongnya di kursi yang terletak pas di hadapan wajah jelita,
Posisi bram kini sangat dekat di wajah jelita pandangannya tak pernah lepas dari setiap inci inci wajah nan cantik meski tanpa make up, seakan dia tak pernah jemu untuk memandangnya sambil berkata.
"Gadis manis aku akan selalu menjagamu hingga napas terakhirku.
" Entah mengapa aku sangat nyaman bersamamu bayanganmu terus bermain di dalam benakku semoga rasa inilah yang di sebut jatuh cinta karna seumur hidupku baru kali ini aku merasakan debaran ini saat mendekati seorang wanita dan tak di pungkiri jika aku merasakan ini saat aku pertama kali melihatmu yaitu pada malam naas itu meski wajahmu penuh dengan lumuran darah . Monolog bram di dalam hatinya.
Hingga pada akhirnya bram pun ikut tertidur dengan posisi duduk dengan meletakkan kepalanya di pinggir ranjang tempat tidur jelita dengan posisi wajahnya berhadapan dengan wajah jelita.
Tepat pukul 04:00 pagi jelita terbangun karna merasa terganggu dengan hembusan nafas yang sesekali berhembus menerpa wajahnya dan di sertai dengan suara dengkuran halus yang sesekali lepas dari mulut bram.
Dengan perlahan jelita membuka mata seketika jantung jelita.
Deg
Deg
__ADS_1
Deg
"Ya Tuhan.... Dia benar benar tidur di sini, apa yang di lakukan padaku semalam apakah dia melakukan apa yang di lakukan kemarin siang tapi aku kok tidak merasakan apa apa atau selelap itukah aku tidur.
" Terima kasih karna mau menjagaku semalaman pasti orang tuanya sangat bangga memiliki anak yang sempurna sepertinya tampan baik hati dan sudah pasti pintar .Ucap jelita dengan sedikit mengulurkan tangannya hendak menyentuh kulit wajah bram namun tangan jelita menggantung di udara karena tiba tiba suara serak khas bangun tidur terdengar jelas di telinga jelita.
"Sama sama yank, ucap bram
Seketika wajah jelita memerah dengan tangan menggantung di udara karena merasa kaget dan malu membuat jelita tak sadar jika tangannya masih menggantung.
Ketika kesadaran jelita kembali dia hendak menarik tangannya namun tiba tiba bram dengan cepat menarik tangan yang dari tadi menggantung di udara dengan mengusel usel di seluruh wajahnya.
"Ini kan yang kamu mau sentuh.
"nggak usah malu, nggak apa apa mulai sekarang kamu bisa memegangi seluruh wajahku atau mau semuanya di raba juga nggak apa apa aku sama sekali nggak keberatan, ucap bram sambil mengedip ngedipkan matanya dia sengaja menggoda jelita.
" Aah.... Tau ....aaahhh lepas tanganku tuan aku mau tidur masih ngantuk, kata jelita sambil menarik tangannya yang masih menempel di salah satu pipi bram membuat hati jelita merasakan dirinya terasa kesetrum aliran listrik jantungnya berdenyut hebat sehingga membuat tangannya sedikit bergetar namun ada rasa damai yang di rasakan jelita.
"Ya Allah ya Robby perasaan apa ini mengapa detak jantungku seperti ini dan tanganku jadi bergetar begini tapi anehnya aku merasa damai di saat suasana seperti ini rasanya aku tak ingin ini berakhir cepat tapi bagaimana kalau dia merasakan getaran tanganku, menolog jelita di dalam hati karena sudah tentu dia tidak akan berani mengucapkan kata itu di depan bram.
Bram menyadari jika tangan jelita bergetar sehingga dia dengan cepat berdiri lalu mendekat dan mengusap kepala jelita sambil mengenggam erat tangannya.
__ADS_1
"Ada apa mengapa tangan kamu bergetar.
" Ti.. Tidak maksudnya tak apa apa tuan.
"Eeeh.... Berat sangat ya bilang sayang
Tapi tak ada jawaban dari jelita hanya terdengar deheman yang terdengar lirih.
" Hemm
"Baiklah tapi kenapa bisa badanmu bergetar apa ada yang sakit.
" Ya Allah bener kan dia menyadari getaran tanganku. Monolog jelita dalam hati.
"Tidak tuan aku sedikit mengantuk, ucap jelita dengan sedikit berbohong.
" Baiklah tidur lagi ya biar aku jagain kamu kalau butuh apa apa aku di sofa.
"Tapi tuan ini masih terlalu pagi kenapa tidak tidur lagi?
" Nggak apa apa kebetulan aku ada kerjaan yang tadi malam Rey kirim belum aku kerjakan jadi bisa aku kerjakan sekarang.
__ADS_1
"Oh... Begitu ya.
" Iya tidurlah, ucap bram sambil mengusap usap kepala jelita sebelum pindah.