TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
mencari pekerjaan


__ADS_3

BAB 38


Keesokan harinya pagi pagi sekali jelita menyiapkan segala sesuatu yang mungkin akan di butuhkan tante mira termasuk makanan dan air minum semuanya di sediakan jelita di atas meja setelah itu jelita membersihkan badannya lalu segera berpakaian kini dirinya sudah rapi dengan pakaiannya ,dirinya tampak cantik dengan baju santai yaitu baju kaos oblong dengan celana jean's,Dan rambutnya yang hitam panjang di biarkan terurai yang membuat siapa pun kaum adam akan menggagumi parasnya.


Setelah jelita berpamitan dengan tante mira dirinya mulai berjalan menyusuri jalan di pinggir kanal di sekitar tempat tinggalnya menuju jalan poros di tengah kota,


satu demi satu warung yang di datangi jelita untuk bertanya lowongan pekerjaan namun tak satu pun yang membutuhkan tenaga yang sesuai yang di tawarkan jelita.


Jelita berjalan tanpa mengenal lelah hingga tanpa terasa hari sudah siang cuaca yang cerah membuat kulit jelita terasa bagai terbakar namun semua itu tidak di hiraukan olehnya hingga sampailah dirinya di sebuah gedung yang sangat besar dan menjulang tinggi , bangunan tersebut bagaikan pencakar langit tampak jelita berhenti untuk sejenak dan menatap bangunan itu hingga terpikir olehnya.


"Andai aku bisa bekerja di gedung ini tentu aku akan mendapatkan gaji yang lumayan untuk biaya hidup aku dan tante, tapi tidak mungkin di sini sudah pasti tempat orang orang yang berpendidikan tinggi bukan seperti aku. Monolog jelita di dalam hati.


Tiba tiba suara klakson mobil membuyarkan lamunan jelita.


" Pip.... Pip.... Pipip.....


"Hey....nona kalau mau mati jangan pilih saya dong yang menjadi tersangkanya aku takut penjara. Ucap seseorang yang sedang menyetir mobilnya yang hampir menabrak jelita.


Sontak saja jelita menoleh ke arah suara yang sangat nyaring tapi sayang tidak ada merdu merdunya.


" Maaf nona , ucap jelita tanpa memperhatikan siapa sebenarnya yang meneriaki dirinya.

__ADS_1


"Setelah meminta maaf jelita pun melangkah pergi akan tetapi langkahnya tiba tiba terhenti tatkala dirinya melihat di seberang jalan ada sebuah rumah makan yang sangat ramai pengunjungnya.


Dengan penuh harapan jelita mengayungkan langkahnya menuju rumah makan tersebut.


Tak butuh waktu lama jelita sudah berdiri di bawah pohon yang rindang di dekat warung makan itu ,di sana terdapat beberapa bangku kayu yang mungkin memang di buat untuk para pengunjung yang mau bersantai di luar.


Jelita sengaja duduk di sana menunggu hingga para pengunjung sudah sangat sepi,


Setelah suasana kembali sepi barulah jelita beranjak dari duduknya lalu melangkah dengan perlahan memasuki rumah makan tersebut.


"Sebelum jelita mulai bertanya dirinya sengaja melihat keadaan sebelumnya agar dirinya tak mengalami penolakan kembali.


" Kini jelita sudah duduk di kursi pas di dekat kursi kasir sambil melirik ke dalam dan memperhatikan kesibukan dua orang yang mungkin pemilik warung itu sendiri .


"Siang neng.... Mau pesan apa...?


" Siang juga bu... Aku pesan air putih aja bu tapi di kasih batu es sedikit ya. Ucap jelita sambil tersenyum tatkala ramahnya.


"Nggak apa apakah bu kalau pesannya cuma air putih doang, tanya jelita kembali.


" Ya...jelas nggak apa apa neng di sini itu mah, nggak harus pesen yang banyak baru di layani tapi semuanya di layani .

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau begitu bu.


" Di sini selalu ramai pengunjung bu ... Ya?


"Nggak juga neng... Di sini itu ramai kalau jam makan siang orang kantor aja. Ucap Ibu pemilik warung sambil berjalan kembali ke arah jelita dengan membawa satu gelas air putih lengkap dengan batu esnya.


" Ibu nggak punya karyawan bu...?


"Nggak neng.


" Kenapa bu...


"Itu neng, nggak ada orang yang mau bekerja dengan gaji sedikit sedangkan kami hanya mampu memberi gaji sedikit saja karena kami menyesuaikan dengan pendapatan.


" Memangnya berapa gaji yang akan ibu kasi seandainya ada yang mau bekerja dengan ibu.


"Ibu sih mampunya ya... Sekitar sejuta neng, itu pun kalau ada yang mau.


Tiba tiba datang lelaki paruh baya ikut duduk di dekat ibu pemilik warung tersebut lalu bertanya kepada jelita dengan sangat ramah.


"Emang ada neng orang yang lagi nyari kerja?

__ADS_1


"Ada pak, itu pun kalau bapak sama ibu mau menerima karyawan.


__ADS_2