
BAB 106
" Je..... Tatap mataku dan katakan apa yang kau tau... Tolong je..... Tatap mataku.. Ucap tante mira sambil berteriak putus asa,.
Melihat ke adaan yang semakin panas membuat bara ikut duduk lalu meraih tubuh jelita yang tampak semakin lemah, begitu juga tuan bastian bersama ibu siti mereka meraih tubuh tante mira dan membuatnya tenang tetapi tiba tiba jelita memberanikan diri mengangkat wajahnya dengan berpegangan kuat di kedua jari jemari bara dirinya menautkan jemarinya di selat selah jemari bara lalu menggenggamnya dengan kuat lalu menatap sejenak wajah bara dan ibu siti beserta tuan bastian sebagai dirinya meminta ijin , sedangkan mereka yang mendapat tatapan dari jelita pun tampak mengerti dan mengangguk.
Sedangkan jelita yang kini menatap mata tante mira semakin terlihat semakin lemah dan air matanya semakin deras mengalir di ke dua pipinya lalu berkata.
__ADS_1
"Ibu... Mata ibu adalah pemberian dari almarhum.... Ucapan jelita terhenti kini dirinya sudah tidak sadarkan diri .
Bara yang sadar akan keadaan jelita dengan sigap menggendong ke atas berangkas tempat tidur yang ada di kamar itu, sedangkan Arya dengan gerak cepat dirinya segera memeriksa keadaan jelita.
Tante mira yang sudah menerka akan nama yang tidak sanggup di ucapkan jelita segera berbalik dan menatap tuan bastian dan ibu siti secara bergantian seakan mencari sesuatu ketidakbenaran tetapi yang di Terima bukanlah gelengan kepala dari keduanya tetapi anggukan ya berarti ya, tante mira tak mampu berucap lagi dirinya meraba matanya dengan mulut yang menganga tetapi tak, ada sedikit pun suara yang keluar hanya air mata yang terus berderai dunianya seakan runtuh semuanya sudah hancur lebur tak bersisa, tubuhnya bergetar hebat tetapi tak mampu untuk bergerak.
"Mira...hiks... hiks...hiks..... Nyebut mira ingat kepada allah... Ucapnya sambil menangis...
__ADS_1
Tetapi tubuh tante mira pun ikut limbung tak sadarkan diri.
"Mira.... Bangun... Mira..... Ikhlaskan kepergian anak kita..... Kita juga semua kehilangan dia mira...... Mira...... Bangunlah mira terimalah takdir ini dengan lapan, kini kisah cinta kita di masa lalu sudah terhapus habis di telan oleh pahitnya takdir mira......apa kau tau mira jika aku terus mempertahankan bram karena aku sangat menyayanginya dia......sama seperti aku menyayangi kamu, aku marah ya memang aku marah jika kamu datang karena aku takut kamu merebut dia dariku satu satunya bukti cinta kita yang di telang oleh ombak perselingkuhan kamu yang ternyata hanyalah sebuah cerita jahat dari keluargaku.....dan asal kau tau mira aku masih sama seperti dulu.....Ucap tuan bastian sambil mengenggam tangan tante mira.
Sedangkan ibu siti yang mendengar ucapan tuan bastian dengan cepat berlari keluar ruangan lalu menangis sejadi jadinya.
"Bara yang melihat wajah ibunya memerah dan berlari keluar ruangan segera menyusul ibunya lalu duduk di samping ibunya dan memeluknya.
__ADS_1
" Menangislah bu... Luahkan semua rasa yang terpendam selama ini..... Meski kita sama sama tau jika tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan tante mira di hati bapak selama ini..... Tetapi hati tetaplah hati jika waktunya rapuh maka akan rapuh.