
BAB 21
Bara kini di sergap di sebuah gudang yang sangat gelap tanpa sedikit pun pencahayaan.
Bara hanya bisa menelisik suara sepatu yang datang dari arah luar kemudian mendengar pintu ruangan yang di tempatnya di buka sehingga ada sedikit cahaya yang bisa masuk menembus ruangan tersebut.
"Tap... Tapi... Tapi... Terdengar suara sepatu yang semakin mendekat ke arah bara di ikat.
Tampak bayangan seseorang yang tinggi kekar sedang mendekat, tetapi bara tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang sudah berdiri tepat di hadapannya.
Tiba tiba terdengar suara yang menggelenggar di ruangan itu.
" Hai tuan bara putra bastian, senang berjumpa denganmu di sini.
"Siapa kamu mengapa kamu menangkap aku bukanlah kita tidak saling kenal, lalu mengapa kamu mengenal aku.... Ada banyak pertanyaan yang di lontarkan bara kepada orang misterius tersebut.
" Tepatnya kamu yang tidak mengenal aku sedangkan aku begitu sangat mengenal kalian semua.
__ADS_1
"Berarti selama ini kamu sudah memata matai keluarga kami... Tanya bara.
" Kamu pintar.... Ya aku memang selalu memata matai kalian semua termasuk kakak kamu yang sudah aku singkirkan dan selanjutnya adalah giliran kamu.
"Apakah aku bisa mengetahui atas dasar apa kamu menyimpan dendam kepada keluarga kami dan mengapa baru sekarang kamu akan bertindak.
" Karena keluarga bastian kini akan bersatu dan bahagia sementara aku dan keluargaku sudah bercerai berai bahkan aku sudah kehilangan adik yang begitu aku sayangi semua karena ulah bastian.
"Maaf jika kamu adalah laki laki maka kamu tidak akan bersifat pengecut.
" apa maksud kamu... Sialan.
" Saya tidak perduli dengan keadaan kamu seperti tuan bastian dahulu yang tidak perduli dengan penderitaan adikku.
"Lalu apa kau akan merasa bahagia jika kamu sudah membunuh abangku dan aku.
" Ha... ha... ha... Tentu saja belum karena masih ada yang tersisa yaitu putrinya dan asal kamu tau jika semua pitnah yang di dapatkan mira di dalam keluarga bastian itu atas hasutan ku kepada keluarga bastian dan anak gadis mira yang tiada lain adalah istrimu saat ini adalah anakku .. Darah dagingku...
__ADS_1
"Ha...bagaimana bisa terjadi seperti itu..
" Ya... Mira memang tidak pernah tau siapa yang meniduri dia di club setiap malam karena setiap aku akan meniduri dirinya terlebih dahulu aku kirimkan sebuah minuman dengan obat tidur.
"Benar benar kamu manusia yang tak berhati... Ucap bara..
" Memang sejak masa depan adikku di hancurkan oleh bastian maka sejak saat itulah aku sudah tidak punya hati.
"Tetapi kamu salah sasaran kamu sudah menghancurkan masa depanmu seorang wanita seperti tante mira... Ucap bara sudah tersulut emosi.
" Karena dialah maka bastian menolak adikku... Teriak orang yang sedang berdiri di depan bara
"Tante mira tentu tidak tau masalah itu.
" Tau atau tidak itu bukan urusanku...
"Dasar bajingan... Ucap bara lalu berusaha melepas ikatannya, karena amarahnya sudah membesar dirinya susah tidak perduli bara terus meronta berusaha lepas hingga pada akhirnya ikatan bara pun terlepas dan menyerang lelaki paruh baya yang berumur sekitar kurang lebih dari usia bapaknya.
__ADS_1
***
Terima kasih untuk semua yang pernah mampir di karya saya yang mungkin tidak sebagus karya para autor yang lain tetapi ketahuilah bahwa autor ini ingin selalu yang terbaik.