TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
kelakuan bara dan arya


__ADS_3

BAB 81


Lain halnya di tempat lain, bara yang terus teringat dengan nama panggilan bram dan bibi surti kepada kekasih bram mengingatkan dirinya dengan wanita yang sangat di sayangi dan sangat di cintainya.


"Kok nama panggilan abang sama kekasihnya sama dengan panggilan sayangku terhadap jelita... Ucapnya sambil menggaruk kepala bagian belakangnya.


" Ah... Mungkin itu hanya kebetulan saja, tidak mungkin itu orang yang sama.


"Kok sekarang aku jadi penasaran ya, dengan kekasih mas bram segitu baiknya kah dia sampai sampai bibi surti sangat menyanjungnya seperti itu, pada hal kalau di pikir bibi surti kan orang yang sangat susah mengangumi orang.


" Adalah wanita yang lebih baik dari jelita ku...? Ucap bram dengan penuh senyum.


"Uuuh... Di mana kau saat ini sayang mengapa kau tidak pernah merasakan rinduku ini.... Semoga kau masih sendiri dan tetap menjadi wanita pujaanku dari segala kepribadian yang dulu kau miliki.... Tuhan... Pertemukan aku dengannya aku berjanji akan selalu menjaganya dengan segala kekurangannya, ucap bara sambil bersandar di sebuah kursi di sebuah ruangan yang merupakan miliknya sekarang karena dia sudah sah menjadi dokter di sebuah rumah sakit di mana bapaknya di rawat.


Tiba tiba suara pintu di ketuk oleh seseorang dari luar.


"Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


" Masuk... Ucap bram dari dalam tanpa harus berdiri dari tempat duduknya sekarang ini.


"Cklek... Kiuuuukkk... Suara pintu terbuka.


" Selamat pagi bro... Dan selamat datang dan selamat bergabung dengan tim rumah sakit ini.


"Terima kasih bro, karena mau membantu saya masuk ke rumah sakit ini, tanpa bantuan kamu aku tidak akan semudah ini masuk ke mari.


" Ala... Sudahlah tanpa siapa pun, kamu sudah pasti bisa so kamu ini orang berbakat sudah memiliki kemampuan yang luar biasa .


"Ah.. Jangan berlebihan bro, kita ini sama sama baru belajar.


"Jangan terlalu menyanjungku seperti itu , nanti aku menjadi sombong dan angkuh.


" Ha.. ha... ha... Seorang bara tidak akan pernah memiliki sifat itu untuk selamanya...


"Oh... Iya apa kamu sudah tidak ada pasien kalau sudah tidak ada ,aku mengajak kamu makan siang aku yang traktir.

__ADS_1


" Oke... Tapi tunggu jam makan siang sekalian kita jenguk bapak kamu.


"Okey.... Sekarang kamu balik ke ruangan kamu karena aku lagi banyak pekerjaan kamu tau kan kalau orang baru masuk kerja.


" Ini ceritanya kamu ngusir saya ya...


"Ya... Mungkin seperti itulah.. Ucap bara sambil tersenyum ke arah sahabatnya.


" Ya allah ternyata benar kata bram aku akan kewalahan jika bersama kamu karena memang sifat disiplin kamu itu tidak akan pernah hilang.


"Itu tau.... Sana nggak usah datang ceramahi aku , kamu itu dokter bukan ustadz.


" Iya deh... Bro aku pulang.... Ucap Arya dengan kesal, tetapi sebelum keluar dari ruangan bara, dirinya sempat menganggu bara.


"Pantes kamu sampai sekarang masih jomblo bro... Ha.. ha....


Bara yang mendengar ocehan sahabatnya lantas berdiri dan dengan sigap merai sebuah buku di depannya lalu melempar Arya dengan buku tersebut sedangkan Arya sudah terlebih dahulu kabur.. Tidak berapa saat kepala Arya muncul di balik pintu dengan separuh badan saja sambil mengolok bara seperti layaknya anak tk yang sedang kelahi.

__ADS_1


"Weak... Tidak kena.... Ucapnya sambil menjulurkan lidahnya.


__ADS_2