
BAB 83
Keesokan harinya pagi pagi buta rey sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah jelita tetapi sebelum berangkat rencananya sudah dia susun sedemikian rupa.
Entah mengapa saat ini dirinya yakin akan mengungkap rahasia besar yang selama ini bersembunyi di sebuah ke pura puraan yang begitu akut sehingga rahasia ini sudah tertutupi waktu.
Setelah berdiri cukup lama sambil bersandar di pintu mobil yang di kendarai nya rey kemudian melangkah masuk ke rumah itu.
"Tok.. Tok... Tok..
" Iya siapa... Tanya asisten rumah tangga jelita.
"Assalamu alaikum bi... Ini aku rey.
" Oh... Tuan rey.. Maaf tuan ada apa kok tumben pagi pagi sekali datangnya.
"Nggak apa apa kok bi....cuma mau ngopi aja.. Entah mengapa aku jadi rindu sama kopi buatan bibi.
" Oh... Bibi kirain kenapa kenapa, kalau begitu silahkan tuan duduk dulu biar bibi bikin kopinya.
"Baik bi...
Setelah itu si bibi berlalu ke dapur dan kini hanya meninggalkan rey yang sedang duduk sambil bersandar di sofa lalu memainkan HP miliknya.
Tidak lama kemudian bibi datang dengan satu gelas kopi hitam kesukaan rey .
Tapi tak di sangka oleh keduanya jika ada seorang perempuan paruh baya berdiri di belakang bibi sambil memegang tongkat yang tidak lain adalah ibu mira sehingga setelah ibu mira membuka mulut dengan mengajukan pertanyaan keduanya serentak kaget.
"Siapa bi... Tanya tante mira.
" Aaah... **** kuntil, ucap si bibi yang latah dengan setengah berteriak karena kaget.
Sedangkan rey dirinya terlonjat dari duduknya lalu menyemburkan kopi hangat yang sudah berpindah ke mulutnya ke arah wajah si bibi...
"Syiur.... Bhur...... Bunyi dari mulut rey.
" Aaahhh....teriak si bibi...
"Hey... Kalian kenapa...kok pada kaget... Ucap tante mira.
__ADS_1
"Maaf Bu mira, tapi kami tidak melihat kedatangan ibu mira makanya kami jadi kaget begini.
" Oh... Begitu ya... apa itu kamu rey?
"Iya bu mira... Ini aku.
" Tumben pagi pagi begini kamu sudah datang apa ada masalah?
"Oh nggak kok bu mira cuma kebetulan kemaren tuan bram menyuruh saya menggantikan dirinya mengantar nona jelita untuk menemui dokter.
" Oh.. Gitu ya... apa jelita sudah tau kalau kamu yang akan mengantarnya?
"Aku rasa sudah bu soalnya tuan bram sudah menelpon nona jelita menginfokan jika dirinya hari ini akan melakukan meeting sebanyak tiga kolega penting.
" Oh... Iya sudah kalau begitu kamu lanjut ngopinya, dan maaf jika membuat pagi kalian kacau begini, apa lagi bibi teriaknya nyaring sekali sampai kayak mau pecah gendang telinga saya... Canda tante mira.
"Ya... Maaf Bu... Habisnya sudah kaget berat eh... Tuan rey malahan semprotin bibi kopi panas...
" He.. He.. He.. Maaf bibi.... Kan aku nggak sengaja, ucap rey sambil terkekeh .
"Iya deh tuan, bibi nggak marah kok.. Kalau begitu bibi ke belakang dulu.
Setelah sekitar jam delapan jelita baru muncul ke lantai bawa dengan pakaian yang sangat sederhana tetapi tidak mengurangi kecantikan yang terpancar di wajahnya.
"Pagi rey, apa kamu sudah lama... Tanya jelita.
" Lumayan nona.
"Rey sebaiknya kau anggap aku adik atau teman aja dengan sebutan yang biasa.
" Maksud nona jelita... Tanya rey.
"Ya ... Kamu panggil aja aku jelita tanpa ada embel embel nya.
" Tapi itu kan perintah tuan bram.
"Lho apa kamu kan sahabatnya mas bram, jika hanya berdua kalian tidak pernah berbicara secara formal iya kan.. ?
" Iya sih...
__ADS_1
"Maka aku meminta kepada kamu agar memperlakukan aku sama, maksudnya kalau kita hanya berdua atau cuma ada bibi dan tante maka berbicaralah selayaknya sahabat atau kakak kepada adiknya.
" apa tidak ada masalah..?
"Menurut kamu... Timpal jelita.
" Tapi aku sudah terbiasa memanggil seperti itu.
"Kak rey, aku hanya wanita biasa yang tidak punya apa apa dan bukan siapa siapa bahkan semua yang kak rey lihat sekarang ini semua adalah milik orang yang hanya memiliki rasa empati terhadap aku, yang berarti aku ini hanya menumpang hidup dan itu tidak lebih dari hanyalah sebuah benalu yang menempel yang sewaktu waktu akan terlepas dari pohon inti tersebut dan akhirnya akan jatuh dan menjadi sebuah sampah, tutur jelita.
"Baiklah akan aku coba.
" Jangan di coba kak... Tapi di laksanakan.
"Baiklah adikku, mulai hari ini tidak akan ada lagi nona jelita jika kita hanya sedang berdua.
" Nah... Begitu dong kak rey.
"Kok aku jadi terharu ya... Selama ini aku hanya punya bram dan keluarganya tapi hari ini aku sudah memiliki adik.... Yang berarti aku sudah tak sebatang kara, ucap rey dengan berlinang air mata sambil mengusap usap kepala jelita.
" Terima kasih kak rey.. Ucap jelita.
"Sama sama adikku sayang, ayo kita berangkat.
" Emang jam berapa kak rey janjian dengan dokternya
"Jam sembilan tiga puluh menit.
" Berarti bentar lagi, kita sarapan dulu karena aku terasa lapar dan sudah pasti kak rey juga demikian.
"Iya sih...tapi takut terlambat.
"Tenang saja dokter Arya hari ini tidak punya jadwal selain bertemu kita.
" apa kamu sudah menelpon dia.
"Iya tadi, makanya aku lambat turun.
" Sebaiknya kamu jangan sering lambat sarapan seperti ini tidak baik untuk kesehatan bayi dan kamu .
__ADS_1
"Iya deh kak rey Terima kasih karena sudah membantu mas bram menjaga saya.