TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
sikap bara


__ADS_3

BAB 104


Ketika mereka sedang asyik berbicara tiba tiba keluarlah dokter Arya dari ruangannya.


"Yaelah.... Aku setengah mati nungguin kalian di dalam ternyata kalian di sini rupanya.


" Iya nih dokter Arya yang terhormat pasien dokter sedang ngambek....


"Ih.... Nggak kok dokter Arya, mana ada aku ngambek.


" Jadi kenapa kalian di luar saja... Tanya dokter Arya.


"Ini dokter, rasanya berat mau masuk ke dalam di dalam ada kenangan mas bram tertawa penuh kebahagiaan ketika tau jika saat itu aku sedang hamil , ucap jelita dengan mata kembali berkaca kaca.


" Ya... Sudah ... Anggap itu adalah kado terakhir yang kau berikan kepada bram.. Ucap dokter Arya.


"Ayo masuk... Ajak bara memotong pembicaraan jelita dan dokter Arya.


" Iya... Ayo masuk kita periksa perkembangan si dede lagi semoga sehat.


Setelah mereka bertiga berbicara mengenai tumbuh kembang anak di dalam rahim, dokter Arya pun segera memeriksa kandungan jelita di bantu oleh satu orang perawat.


Kini jelita sudah selesai melakukan pemeriksaan dan hasilnya semuanya dalam keadaan baik baik saja menurut penuturan dokter Arya.

__ADS_1


Sambil berjalan menuju meja kerjanya, dokter Arya kembali mengingatkan jelita.


"Usia kandungan kamu sudah memasuki tujuh belas minggu biasanya dia akan mulai ada pergerakan jadi kamu jangan kaget dan kamu harus menjaga nutrisi makanan yang kau makan jika kau tidak berselera makan sebaiknya kamu minum susu hamil.


" Baiklah dokter, Terima kasih atas semuanya , ucap jelita.


"Sama sama jelita, ingat jaga kesehatan kamu.


" Baik dokter Arya, balas jelita.


"Bagaimana keadaan kandungannya arya, tanya bara karena tadi dirinya di larang masuk ke dalam oleh jelita.


" Alhamdulillah semuanya baik, ucap dokter Arya.


"Syukurlah kalau begitu, oh iya ayo kita ke ruangan tante mira ibu sudah menelpon katanya tante mira sudah siap, ucap bara.


"Ayolah..... Kamu jangan begitu buang rasa takut kamu dan seharusnya kamu bersyukur kamu masih bisa melihat dia di mata tante mira yang berarti dia tidak pergi meninggalkan kamu yang pergi hanyalah raganya tetapi jiwanya dia titipkan ke tubuh yang lain sehingga jika kamu rindu kepada dirinya maka kamu bisa menatap di mana pun kamu berada, ucap dokter Arya..


"Bagaimana pendapat kamu bara, tanya dokter Arya.


" Benar sekali apa yang di katakan dokter Arya je.... Kamu harus bangkit , kuatkan dirimu, bangun dari keterpurukan, ucap bara.


"Baiklah kak bara, dokter Arya mari kita pergi, ucap jelita.

__ADS_1


"Nah... Gitu dong, ini jelita namanya..... Eh tapi tunggu deh... Kok di wajahmu sudah banyak kerutan sih kayaknya kamu butuh hiburan ini.... Ucap dokter Arya sengaja mengejek jelita.


" Apaan sih dokter Arya ini... Timpal jelita.


"Bener lho je..... Sambung bara yang dengan sengaja dirinya mengambil kesempatan menatap wajah jelita dengan begitu dekat membuat jantungnya berdetak kencang, astaga jantung ini kenapa nggak bisa di ajak kompromi sih, ucap bara di dalam hati.


" Biar aja kak bara kalau sudah ada kerutan di wajahku toh mas bram sudah tiada juga, biar pun wajahku mulus seperti mulusnya wajah putri salju juga tidak ada gunanya lagi, ucap jelita sendu.


"Ya nggak gitu juga jelita kalian kaum wanita bukan harus berdandan karena adanya lelaki yang kalian inginkan selalu memuji kalian tetapi wanita harus berdandan karena menyayangi dirinya sendiri, ucap dokter Arya.


Sedangkan bara hanya diam, ada rasa kecewa di dalam hatinya karena perkataan jelita yang seakan sudah tidak akan pernah lagi mengharapkan lelaki lain selain abangnya.


" Uch.... Je ..... Berdandan atau tidak kamu tetap cantik.... Ucap bara santai dengan tatapan lurus ke depan sambil mempercepat langkahnya sehingga dalam sekejap dirinya sudah menjauh dari ke duanya.


Sedangkan Arya menangkap sebelah tangan jelita lalu menahannya sehingga langkah jelita terpaksa berhenti.


"Ada apa dokter.... Tanya jelita polos.


" Maaf jelita, jika aku terlalu dalam mencampuri urusan kalian, tetapi tampaknya bara masih sangat mencintai kamu dan mau menerima kamu apa adanya sebaiknya kamu pikirkan baik baik dan hargai dia jaga sedikit perasaannya karena perasaan lelaki dan perempuan itu tidak jauh beda, rasa cemburu dan rasa rasa yang lain juga di miliki kaum lelaki, saranku hanya satu hargai dia sebelum dirinya pamit pergi meninggalkan kamu dan berusaha menghilangkan rasa yang pernah ada untukmu, ucap dokter Arya panjang lebar.


"Tapi dokter, ini masih terlalu cepat dan aku tidak ingin dirinya memiliki ragaku tetapi hatiku masih milik mas bram, ucap jelita polos.


" Untuk sekarang cukup kau menghargainya jangan patahkan semangatnya karena cintanya terlalu besar untukmu, dan masalah rasa kamu, dia pun tau jika saat ini bram masih menjadi juara di hatimu, ingat jangan sampai kau menyesal di kemudian hari.

__ADS_1


"Terima kasih dokter Arya atas nasehatnya.


" Sama sama, ayo kita sudah jauh dari bara.


__ADS_2