
BAB 58
" mau kemana sayang?
"Mau pulang ke ruangan aku di luar ada rey yang menungguku. Ucap jelita kembali sambil berlalu.
" Dengan leher yang seperti macan tutul.
"Maksud mas...
" Coba kamu bercermin, ucap bram sambil menaik turunkan alisnya.
Dengan muka masam jelita berjalan mendekati cermin di ikuti bram di belakangnya yang tak pernah berhenti tersenyum.
Mata jelita sontak melebar seakan biji matanya mau keluar sambil menganga sambil meraba leher dan bagian dadanya.
Sedangkan bram yang sedang memeluk jelita dari belakang tersenyum sangat puas dengan hasil karyanya.
"Bagaimana sayang mas pintar kan?
Jelita yang di tanya malah berbalik dan memukul dada bram dengan kedua tangannya.
" Massss..... Jadi orang jahat banget sih, gimana aku keluar, apa yang di katakan rey jika melihat semua ini. Teriak jelita karena merasa marah.
"Nggak apa apa sayang itu tanda kepemilikan biarkan aja orang lihat biar dia tahu jika kamu itu adalah milikku.
" Wah... Mas memang semakin hebat kalau ngomong nggak salah lagi kalau mas bisa sesukses ini.
"Iya dong .
" Tetapi aku yang nanggung malu mas... Ngerti nggak sih?
"Ya sudah pakai saja selimut yang ada di luar lilit di leher kamu sayang.
"apa mas sudah gila, ucap jelita sambil berjalan keluar dari kamar mandi lalu dengan cepat dirinya mencari apa yang bisa di pakainya akan tetapi tidak ada sama sekali kemudian jelita berjalan menuju sebuah meja yang di atasnya ada sebuah jas milik bram dengan sigap jelita memakai jas tersebut lalu menggancinnya dengan full sampai di leher dia bawah dagu sehingga kera jas tersebut tampak berdiri menutupi seluruh leher jenjang miliknya dan tanpa ucapan apa apa lagi jelita melangkah keluar dengan muka agak di tekuk.
__ADS_1
Sesampainya keluar tampak rey sedang duduk santai si sebuah kursi.
"Kenapa dengan wajahmu..?
" Nggak apa apa, temani aku ketemu tante mira.
"Dengan pakaian seperti itu.
" Aduh.. Udah deh nggak usah banyak protes. Ucap jelita kesal.
"Memangnya kamu kenapa apa kamu kurang enak badan dan mengigil sehingga kamu terpaksa memakai jas tuan bram. Ucap rey sambil menempelkan tangannya di dahi jelita.
Jelita langsung berteriak besar setelah dirinya sudah merasa sangat jengkel.
" Reyyy...... Udah jalan. Teriak jelita.
"Tunggu dulu, aku rasa kamu tidak sedang sakit tetapi kamu kayaknya sudah menjadi korban . Ucapan rey menggantung setelah jelita kembali berteriak.
" Stop.
"Okelah lets go... Ucap rey sambil menyunggingkan senyum licik lalu berucap di dalam hati.
Tiba tiba rey berhenti lalu berbalik membuka pintu sebuah kamar.
" Ini kamar ibu mira masuklah.
"Oke Terima kasih apa kamu tidak ikut masuk? Tanya jelita
" Nggak usah tadi aku sempatkan ke sini untuk melihat keadaan ibu mira.
"Baiklah tetapi tunggu aku di sini.
" Oke.
Setelah itu jelita masuk dan langsung memeluk tante mira sakin senangnya.
__ADS_1
"Tante.....je... Rindu. Ucap jelita sambil memeluk dan menciumi seluruh wajah tante mira.
" Je... apa kamu juga tidak apa apa?
"Iya tante, je... Nggak kenapa kenapa, kalau tante gimana. ?
" Alhamdulilah nak seperti yang kamu lihat sayang kita semua selamat.
"Iya tante aku sangat bersyukur saat ini karena kita sudah baik baik saja.
" Iya nak allah masih memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri kita.
"Iya tante , semoga kita semakin menjadi orang lebih baik lagi, tetapi tante semua ini juga atas pertolongan tuan bram dan rey.
" Iya nak tante sudah tau tadi rey datang kemari, kita harus berterima kasih kepada mereka gara gara kita mereka menjadi terluka.
"Iya tante, ucap jelita sambil memeluk sang tante.
Jelita yang menganggap tantenya seperti mamanya sendiri merangkak menaiki tempat tidur lalu dengan santainya dirinya meletakkan kepalanya di pangkuan tantenya sambil memainkan jari jemari tantenya dengan sangat manja sedangkan tante mira yang juga sangat sayang sama keponakannya hanya tersenyum sambil meraba raba wajah jelita.
Sedangkan bram yang dari tadi berdiri di pintu hanya mengukir senyum melihat dua perempuan yang sedang mengusik hatinya tanpa berniat menganggu ke duanya, setelah dirinya puas memandang ke dua perempuan yang beda usia itu dirinya kembali menutup pintu secara perlahan lalu berjalan mendekati rey yang sedang duduk.
"Gimana tuan lukanya.?
" Alhamdulillah kayaknya kita sudah bisa pulang deh bersama mereka.
"Wah kayaknya tuan sudah mendapat vitamin C ini.
" apa kau iri padaku?
"Oh.. Tentu tidak tetapi aku kasihan sama jelita yang sudah menjadi korban tuan yang sungguh tidak tau tempat.
" Iya aku sendiri tidak mengerti jika dekat dengannya aku selalu lupa diri.
"Chi.... Kau terlalu ganas.
__ADS_1
" Jaga ucapan kamu, aku itu tidak ganas tetapi buas. Ucap bram sambil tertawa.
"Sama aja tuan bram beda kata tetapi dalam arti sama.