
BAB 7
Kini mereka berdua saling diam untuk sejenak
Tiba tiba bara kembali bertanya
"Apapkah tante mira pergi.
Deg..
Jantung jelita seakan berhenti berdetak lalu tiba tiba matanya melotot dengan mulut sedikit menganga setelah mengingat apa yang mereka bicarakan semalam.
" Tidak mungkin, ucap jelita sambil berjalan dengan lemah mendekati bangku dengan air mata sudah mengalir dengan deras.
Bara mendekati jelita dan bertanya
"apa yang terjadi.
Jelita lalu bercerita dengan apa yang di niatkan tantenya sambil menangis.
" Tante semalam mengajak aku meninggalkan kampung ini kak tapi aku tak mau.
"Apakah tante mira mengajakmu ke kota?
" Tidak
"Lalu.
" Tante mengajakku pindah ke sebuah desa yang tak akan ada yang mengenal kami berdua.
"Terus apa tanggapanmu.
" Aku tak mau meninggalkan desa ini karna di sini aku memiliki banyak kenangan dengan ke dua orang tuaku di sini apa lagi gubuk ini bagiku sangatlah berharga kak.
__ADS_1
"Uuwhh.. Bara bernapas lega mendengar keputusan jelita.
" Alhamdulillah ya Allah, gumam bara di dalam hati.
"Sungguh aku tak mampu jika harus kehilangan dia. Bara terus bergumam di dalam hati.
" Ya sudah ayo kita berangkat biarlah jika tante mira masih di sini besok atau lusa baru kita temani ke makam kedua orang tuamu mungkin hari ini dia pergi menenangkan pikirannya.
"Baiklah kak ayo ini juga sudah terlalu siang bukannya kak bara harus ke rumah sakit habis ini.
Mereka kini berangkat berdua dengan menaiki mobil mewah bara.
Sekitar dua puluh lima menit perjalan kini mereka sudah sampai di depan pemakaman umum yang terletak dekat dari jalan raya sebelum masuk tak lupa mereka mampir membeli bunga dan air.
Mereka berdua melangkah memasuki area pemakaman dengan jelita melangkah di depan bara tiba tiba langkah jelita berhenti setelah kedua bola matanya menangkap sosok seorang wanita sedang berbaring sambil meraba raba tanah di atas makam ibunya sambil menangis dengan terseduh sedih dengan rancauan yang keluar dari mulutnya yang sangat jelas sehingga ke duanya bisa dengan jelas mendengarnya.
"Kak bangun...hiiks... Hiks.. .. Hiks
kak bangun hiks...hiks..maafkan aku , bantu aku jelaskan semua ke padanya, bawa dia kembali kepadaku dia sudah dewasa aku tak mampu menatap bola matanya dia milikku,perempuan itu merancau sambil menangis .
Bara yang mendengar tangisan dan rancauan itu menatap tajam wanita yang berada di hadapannya karna merasa sangat penasaran sedangkan jelita mendekati sambil mencoba meraih pundak seseorang yang saat ini kelihatannya sangat hancur detik kemudian orang itu menoleh karna merasa ada yang menyentuh pundaknya.
Deg..
Jantung jelita dan bara seakan berhenti berdetak setelah melihat siapa wanita yang menangis pilu di makam ibunya.
"Tante mira... Teriak jelita dan bara secara bersamaan.
Dengan cepat jelita meraih tubuh tante mira dan membawanya ke dalam pelukannya.
" apa yang terjadi tante? Tanya jelita
Tante mira hanya menggeleng gelengkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah kata dia masih terus menangis dengan sesegukan.
__ADS_1
"Tante coba angkat wajah tante lalu tatap je..
Ucap jelita dengan mata berkaca kaca. Perlahan wanita itu melakukan apa yang di katakan jelita
" Sekarang coba jelaskan apa yang terjadi pada tante kenapa jadi begini , tante menghilang di pagi pagi buta tanpa pamit sama jelita, apa tante tak pernah sedikit pun memikirkan jelita atau jelita memang tak berarti sama sekali bagi tante? Jelita terus mengoceh dengan derai air mata namun sama sekali tak ada bantahan ataupun jawaban dari setiap pertanyaan yang di lontarkan oleh jelita kepada tante mira.
Tiba tiba tante mira menarik tubuhnya dari pelukan jelita lalu berdiri menatap bara dengan mata berkaca kaca.
"Dokter bara.... Ucap tante mira dengan mata berkaca kaca.
" Iya tante ini aku bara,
Air mata tante mira kembali mengalir dengan deras sambil memeluk lelaki yang berada di depannya lalu berkata.
"Dia sama sekali tak mengenalku dokter bahkan dia memanggilku dengan sebutan tante perih rasanya di hati ini. Ucap tante mira sambil sesegukan.
Bara mengusap usap punggung tante mira lalu bertanya. .
" Tante sudah bertemu dengannya.
"Iya
" Di mana...?
"Tadi di pasar jawab tante mira singkat
" Dia sangat ganteng dan rupawan tante dan juga sangat tegas mandiri penyayang tapi dingin dengan orang yang tak terlalu dia kenal. Ucap bara.
"Bersabarlah tante semua akan indah pada waktunya kebenaran akan selalu menang meski itu akan memakan waktu yang sangat lama dan juga menguras emosi dan perasaan yakinlah bahwa semua ini di berikan kepada tante karna Allah tau bahwa tante adalah wanita yang kuat Allah tidak memberi cobaan di luar kemampuan hambanya, aku juga yakin kalau tante adalah orang baik dan keyakinanku sama seperti ibuku.
"bersambung"
"pergi meninggalkan masalah bukanlah suatu solusi yang tepat" by anjas muliana.
__ADS_1
"autor minta like dan komen dong sayang.