TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
kedatangan bram BAB 5


__ADS_3

Suasana kediaman tuan bastian malam ini penuh dengan canda dan tawa karna kedatangan anak sambung bu siti yaitu bram yang merupakan anak dari istri pertama tuan bastian.


Lain halnya di sebuah gubuk reok yang tak lain adalah tempat tinggal jelita yang sekarang ikut di tempati tantenya kedua wanita yang beda usia itu saling berpelukan dengan di warnai isak tangis dari keduanya,


Tangis kedua wanita itu sudah bercampur baur menjadi satu di mana ada tangis kebahagiaan, tangis kehilangan dan tangis penyesalan semuanya menjadi satu dalam rangkap kisah kehidupan dua wanita yang berbeda usia itu


Yah siapa lagi kalau bukan jelita yang bahagia begitu juga sebaliknya karna hari ini adalah hari ulang tahunnya dan juga adalah hari di mana mamanya telah meninggalkan dirinya untuk selamanya yang membuat dirinya begitu sedih lain halnya tantenya yang secara diam menangisi penyesalan dalam kesalahan pernah di lakukannya dulu yang banyak kehilangan tujuan hidupnya yang sebenarnya namun semua itu tinggal penyesalan karna nasi sudah menjadi bubur.


"Ayo nak kita mari kita membuka lembaran baru dengwan pergi dari desa ini dan hidup tenang di tempat lain, ucap sang tante sambil mengusap dengan lembut pipi mulus keponakannya

__ADS_1


" Tidak tante aku tak akan meninggalkan desa ini apalagi gubuk ini meski sudah reok tapi banyak kenangan aku dan kedua orang tuaku di sini.


"Ayolah nak ,kita pergi dari sini . Bujuk sang tante.


" Tidak tante aku tak akan pergi ke kota, ucap jelita .


"Kita tak usah ke kota je.. Kita ke tempat lain yang tak ada yang bisa mengenali kita. Timpal sang tante.


Huum... Suara napas berat sang tante begitu jelas terdengar

__ADS_1


"Baiklah nak aku akan mencoba bertahan bersamamu semoga kau tetap bahagia.


Meski berat hati tante mira tetap berusaha mengikuti kemauan anak satu satunya dari saudaranya itu pada hal di dalam hatinya dia sangat tak menginginkan jelita dekat dengan keluarga bu siti mengingat perbuatan semua keluarga suaminya dulu. akan tetapi sang tante sangat takut untuk mengatakan kepada keponakannya karna takut apabila sang keponakan kecewa kepadanya.


Tante mira kini sedang duduk di sebuah bangku kayu yang berada di emperan yang sangat sempit dan terlihat sudah rapuh sambil memandang jauh ke depan dengan tatapan kosong sambil mengingat masa masa bahagia waktu bersama dengan lelaki yang sangat di cintainya , lelaki yang membawanya menjadi ratu yang paling bahagia hingga suatu ketika ada jurang pemisah di antara mereka yang menghancurkan segalanya, tanpa terasa air mata tante mira mengalir deras di kedua belah pipinya yang meski sudah berumur namun masih terlihat sangat mulus dan cantik.


"Huum.. Terdengar suara desah yang sangat berat yang lolos dari bibir seksi yang sudah berumur sekitar lima puluh lima tahun itu.


"Sebesar apa kamu sekarang sayang ibu sangat rindu kepadamu namun ibu masih tak punya muka untuk menemuimu karna sudah pasti kamu sudah mendengar cerita yang skenarionya di pimpin oleh keluarga dadymu sayang.

__ADS_1


Tanpa tante mira ketahui jika di selah papan yang sudah rapuh dan terdapat sebuah lubang tampak sepasang mata mengintip semua gerak gerik tante mira, ya siapa lagi kalau bukan jelita yang sedang mengintip ,sebenarnya jelita sangat penasaran dengan apa yang di ucapkan dengan bara tadi tapi jelita sangat takut untuk bertanya kepada tantenya mengenai permasalahan antara keluarga tuan bastian dan tantenya.


__ADS_2