
BAB 29
"Dek.....,biarkan tante melanjutkan ceritanya dulu.
" Habisnya... Kesel deh.
"Makanya dengarkan dulu dek.
" Oke deh..... Terus tante.
"Kekasih tante itu sangat baik dan bertanggung jawab akan tetapi perbedaan kasta harkat dan martabat sangat di pertaruhkan dalam keluarganya sehingga meskipun tante di Terima menjadi seorang istri tapi tidak sebagai menantu dengan berbagai cara mertua tante di lakukan agar aku dan anak dalam kandungan ku lenyap dalam sejarah keluarganya namun tidak ada yang berhasil hingga pada suatu hari tante bertemu dengan sahabat tante yang sangat tante sayangi lalu aku ceritakan semua yang terjadi di dalam hidup tante kemudian aku ajak dia ke rumah mertuaku berpura pura sebagai wanita yang sedang membutuhkan pekerjaan dan benar saja akhirnya dia di Terima bekerja di rumah itu sebagai pembantu.
"Sebenarnya dirinya adalah orang kaya akan tetapi demi tante dirinya mau menjadi pembantu.
" Apakah dia bisa menolong tante? Ucap jelita kembali memotong cerita tante mira.
"Iya, di saat aku akan melahirkan putraku aku meminta dirinya mau merawat putraku andai suatu saat nanti kami di pisahkan.
" Maksud tante mira? Kali ini Bram yang sangat penasaran
"Sebenarnya secara tidak sengaja aku pernah melihat kedua orang tua sahabatku bertemu dengan kedua mertuaku dan secara tidak sengaja pun aku mendengar pembicaraan mereka yang menjodohkan suamiku dan sahabatku dan mereka berencana melakukan pernikahan itu di laksanakan sesudah aku melahirkan.
__ADS_1
" Jahat sekali sahabat tante dan kedua orang tuanya.
"Sahabat tante tidak jahat karena dirinya pun tidak tahu menahu dengan perjodohan itu begitu pula dengan suami tante.
" Selama aku bersama suamiku aku hanya di anggap pembantu oleh keluarganya aku akan di suruh berpakaian cantik jika sabtu minggu karena hari itu suamiku akan datang selebihnya aku akan tetap berpakaian layaknya pembantu dan tidur pun aku di tempat pembantu bersama sahabatku.
"Setelah aku melahirkan putraku entah yang ke berapa harinya kejadian yang sangat tante takutkan terjadi juga pembantu yang tak lain adalah sahabatku tiba tiba pulang kampung karena di panggil oleh kedua orang tuanya yang menganggap jika anaknya sedang bersekolah di kota pada hal dirinya berada di tempat mertuaku menyamar menjadi pembantu , sedangkan diriku di suruh kembali ke kamarku bersama putra kecilku tapi aku tak pernah menyangka jika sesuatu sudah tersusun rapi malam itu semua orang pergi entah ke mana aku hanya di sediakan segelas susu di meja dengan tanpa curiga sekitar jam delapan malam aku haus lalu meraih gelas yang berisikan susu tersebut lalu meminumnya karena aku masih haus dengan terpaksa aku membuka pintu dan berjalan turun dengan perlahan mencari air tapi sebelum aku mengisi gelas itu dengan air putih terlebih dahulu aku mencuci gelas bekas susu tadi hingga bersih lalu aku isi kembali air putih dan kembali ke kamarku dengan perasaan sakit kepala dan terasa pusing lalu aku meletakkan gelas itu di meja dan kembali tidur dan tak ada lagi yang aku ingat, aku hanya terbangun saat suami dan seluruh keluarganya sudah menyeret tubuhku yang hanya terlilit sebuah selimut dan alangkah kagetnya aku ketika aku sudah sampai di depan rumah kakakku dengan semua masyarakat sudah di sana lebih kaget lagi saat mereka menunjuk seorang lelaki yang hanya menggunakan celana boxer lalu mertuaku melempar kedua pakaian yang menjadi bukti bahwa kami sedang melakukan sina di rumahnya saat itu juga putraku sudah di rebut mereka dan aku di usir dari kampung itu lalu di bawah pergi oleh lelaki yang sama sekali tidak aku kenal yang menurut mereka itu adalah selingkuhanku tetapi sungguh aku tidak selingkuh dan aku tidak melakukan sina tapi teriakan aku saat itu tak ada yang percaya, malam itu aku sangat hina hingga aku sadari itu pada saat aku sudah di kota ini , lelaki yang di tuduh sebagai selingkuhanku tiada lain seorang boss club yang di suruh oleh mertuaku sendiri dengan imbalan adalah tubuhku.
"Hingga membawa diriku berada di sebuah club, seorang wanita yang melahirkan dengan mempertaruhkan nyawa karena belum cukup usia lalu hanya dengan beberapa hari sesudah melahirkan aku di paksa melayani beberapa lelaki hidung belang saat itu baru aku sadari bahwa perempuan tak berharta tak ada sama sekali nilainya di mata orang kaya.
" Cinta kami hanya berujung ke hancuran dalam hidupku.
" Sudah nak semua sudah berlalu.
"Tapi seandainya jelita tau tentang kisah ini mungkin jelita akan ikut tante waktu itu. Ucap jelita dengan memeluk erat tantenya sambil terisak.
Sedangkan Bram kelihatan mengusap air matanya sambil mengenggam tangan tante mira dengan sangat erat ada rasa marah yang berkecamuk di dalam hatinya.
Bram sedikit menenangkan dirinya lalu berkata.
" Tante mulai sekarang tante tak perlu kemana mana rumah ini tempatnya tante pulang dan siapa pun itu suatu saat nanti jika aku bertemu mereka maka akan aku rontok kan giginya.
__ADS_1
"Huuuu... Sudahlah nak tak perlu marah semua sudah berlalu bahkan putra tante seusia kamu tapi di rawat oleh istri mantang suami tante yang merupakan sahabat tante.
" Benarkan mereka menikah. Ucap jelita
"Iya, aku juga sering bertemu dengan sahabatku dia sering datang di tempat kos tante bersama anak kandungnya.
" Untuk apa mereka datang.?
"Sekedar memberi tau tante dengan perkembangan anak tante bahkan kami pernah bertemu tapi hanya sesaat karena tante tak sanggup menahan gejolak ingin memeluknya.
" Kenapa tak memeluknya tante? Tanya bram
"Tidak nak ,dia tidak tau kalau aku ibunya yang dia tau selama ini sahabat tante lah yang di anggap ibunya.
" Jadi... Sampai sekarang putra tante nggak tau kalau ibu yang merawatnya bukanlah ibu kandungnya. Tanya jelita dengan setengah berteriak
Tante mira hanya menggelengkan kepalanya.
"Kasihan juga putra tante hidup dengan kebohongan. Ucap Bram
" Tapi sudahlah lain kali lagi kita lanjut ini sudah larut malam tidak baik untuk tante mira, ucap Bram kembali.
__ADS_1