TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
perdebatan jelita dan bram


__ADS_3

BAB 49


Sejenak tatapan mata keduanya beradu yang melukiskan kerinduan yang sangat besar tersirat di sudut mata keduanya.


Bram menatap sendu jelita dengan waktu yang lama sedangkan jelita yang di tatap seperti itu hanya bisa memalingkan tatapannya ke arah lain namun detak jantungnya yang semakin bertalu talu sungguh tidak bisa membohongi perasaan yang ada di relung hatinya.


"apa adek masih marah dengan kejadian tempo hari..?


Jelita masih tampak diam dan tak menjawab pertanyaan bram walau sepatah kata dengan tatapan ke lain arah dan air mata sudah menganak sungai di kolopak mata yang indah miliknya.


Bram yang dengan mudahnya membaca keadaan yang ada di depannya saat ini tak lagi bertanya dengan gerakan cepat tangannya segera menarik pinggang jelita lalu memeluknya dengan erat.


Dan pada saat itu juga tangis jelita pecah air mata yang sejak dari tadi berusaha di tahan kini sudah mengalir dengan deras membasahi kemeja yang di gunakan bram.


Bram semakin mendekapnya sehingga wajah jelita sudah menempel di dada bidang milik bram.


Tapi moment itu tidak berlangsung lama karena jelita segera menepis dan mendorong dada bram.


"Maaf mas.. Tolong jauhi saya dan mulai saat ini anggaplah di antara kita tidak pernah saling mengenal.

__ADS_1


Bram sejenak mematung di tempatnya lalu dengan cepat dirinya menarik tubuh jelita namun jelita dengan segera mundur dua langkah ke belakang dari tempatnya berdiri .


" Tolong mas jangan menganggu hidup aku lagi sudah cukup aku menderita dengan luka yang kau torehkan di dalam hatiku.


"Je.. Maafkan mas bukan maksud mas ...


Belum sempat Bram menyelesaikan omongannya jelita sudah memotong ucapan Bram.


" Sudah mas aku sudah mendengar semuanya dalam hal inilah aku memohon sama mas jangan memperkeruh ke adaan, jadi tolong hargai keputusan jelita mas Bram.


"Itu tidak mungkin je.. Asal kau tahu kalau aku sungguh tak mampu meniti hari hariku tanpamu. Ucap Bram dengan raut wajah yang sangat sedih bahkan Bram seperti ingin menangis.


" Sadarlah mas Bram kita bagaikan langit dan bumi sungguh tidak dapat bisa bersatu, kembali dan berbahagialah dengan wanita yang di takdirkan untuk mas, hargai dirinya karena dialah saat ini pemilik hatimu yang seutuhnya. Ucap jelita dengan lantang namun sungguh menggores luka di hatinya


Tiba tiba jelita berteriak dengan sebuah pisau di tangannya.


" Stop.. Mas Bram jangan mendekat jika mendekat maka aku akan berbuat nekat. Ucap jelita dengan setengah berteriak sambil mengacungkan pisau dapur ke arah Bram.


Bram yang melihat itu segera menghentikan langkahnya sambil mengusap air matanya lalu mencoba membujuk jelita.

__ADS_1


"Dek apa yang kau lakukan... Segitu bencinya kah dirimu pada mas hingga kau ingin melukai dirimu sendiri...?


" Ya... Aku memang benci sama mas karena mas sudah berani memainkan hati dua perempuan.


"apa maksud kamu dek..?


" Cari saja jawabannya di hati mas sendiri dan sekarang pergi dari sini jauhi saya jika memang mas sayang sama saya. Ucap jelita.


"Menjauhimu adalah sesuatu yang sangat mustahil bagiku dek... Dan sampai kapan pun aku akan tetap menjadikanmu permaisuri di hatiku walau ada dan tiadanya ragamu di sisiku.


" Mas tidak usah berpantun di hadapan aku, karena semua itu tidak akan pernah mengubah jalan hidup mas sekarang ini.


"Memang semuanya tidak akan ada yang berubah dek... Karena aku tidak akan pernah merubah keadaan yang sudah ada, sekali menjadi milikku maka mustahil bagiku untuk melepasnya.


Mendengar ucapan Bram jelita jadi terkekeh lalu berkata.


"Tapi mas juga harus mengingat prinsipku, lebih baik mati di ujung belati dari pada mati karena tersiksa oleh rasa.


Mendengar perdebatan yang semakin sengit di dalam sana akhirnya pak budi memberanikan diri mengetuk pintu ruangan tersebut sehingga ke duanya saling diam.

__ADS_1


Dan tak lama kemudian bram sudah keluar dengan mata yang sudah memerah lalu duduk di sebuah kursi.


Sedangkan ibu ima masuk ke dalam ruangan dan segera memeluk jelita lalu mengambil pisau dapur di tangan jelita.


__ADS_2