
BAB 14
Keesokan harinya setelah makan siang dengan kliennya Bram dan rey segera menuju rumah sakit untuk menjenguk para korban kecelakaan yang menurut cerita Bram dialah penyebab terjadinya kejadian naas itu.
" Selamat siang dokter.
"Selamat siang tuan Bram dan tuan rey, bagaimana kabarnya apa sudah baikan, silahkan duduk.
" Iya dokter, Terima kasih.
"Bagaimana keadaan para korban dokter.
" Alhamdulillah semuanya sudah kami selamatkan meski ke dua wanita itu masih belum melewati masa kritis tapi setidaknya ada harapan tuan Bram.
"Maksudnya kedua wanita itu belum sadar.
" benar , apa lagi wanita tua itu sudah kami banyak melakukan operasi mulai dari penyumbatan paru paru lalu kami operasi kanker usus lalu berpindah ke mata hanya saja di matanya kayaknya tak ada harapan untuk melihat lagi dan dia sedang mengalami koma.
"Maksud dokter buta permanen dan saat ini sedang koma.
" Iya begitulah kira kira akan tetapi itu hanyalah hasil diagnosa aku tuan Bram mudah mudahan ada keajaiban.
"apa yang menyebabkan kira kira dokter?
" apa dari serpihan kaca.
"Aku rasa bukan tapi benturan yang sangat keras yang membuat retina dan kornea mata rusak parah.
" Lalu penyebab paru paru dan kanker itu.
"Keduanya adalah penyakit yang sudah lama di derita si ibu mira tuan.
" Ibu mira?
"Iya ibu mira menurut KTP nya
" Lalu yang gadis dokter.
"Kami belum tau karna tak ada KTP nya
" Rey tugas kamu cari tau asal mereka .
"Baik tuan
__ADS_1
"Coba bertanya dengan supir yang membawa mereka kalau tidak salah dia sudah sadar.
" Baik dokter, ucap Rey
"Kalau begitu kami permisi dulu dokter
" Baik tuan Bram
"Terima kasih atas segala bantuannya dan juga waktunya saat ini.
" Oke tuan Bram, sama sama
Keluar dari ruangan sang dokter lalu berjalan ke arah ruang ICU sesampainya di sana Bram dan Rey berdiri di depan ruangan yang berdinding kaca sehingga keduanya dengan sangat jelas bisa melihat pasien yang sedang terbaring dengan berbagai alat yang terpasang di bagian wajah dan dadanya.
Bram terus menatap seseorang yang ada di dalam ruangan itu dengan sesekali menarik napas berat.
"Rey secepatnya kau cari tau dari mana asal mereka minta data data detail ibu itu lalu cari tau apa ada keluarganya yang bisa di hubungi kalau tidak salah dokter tadi berkata ibu itu punya KTP telusuri dengan cepat besok aku tunggu informasi dari kamu.
" Baik tuan.
"Bagaimana kalau sekarang kita mengunjungi supir itu siapa tau kita bisa mendapatkan informasi dari dia tuan.
" Ide kamu cukup bagus ayo kita ke sana. Ajak Bram.
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di ruangan di mana supir mobil yang mengantar jelita di rawat.
" Assalamu alaikum pak.
"Wa alaikum salam ucap suami istri itu secara bersamaan.
" Silahkan duduk tuan, ucap istri si supir itu dengan Ramah.
"Terima kasih bu.
" Bagaimana kabar bapak apa sudah ada kemajuan?
"Alhamdulillah tuan.
" Oh iya kenalkan pak nama saya Bram dan saya datang ke sini dengan tujuan ingin meminta maaf secara langsung atas apa yang menimpa bapak dan dua orang keluarga bapak dan semua itu adalah akibat kelalaian saya dalam berkendara.
"Sudah tuan, tuan tak perlu meminta maaf pada saya atas apa yang terjadi karena semua itu sudah kehendak ilahi tak ada yang bisa menolak semua yang telah di kehendaki nya termasuk saya atau pun tuan sayalah yang meminta maaf kepada tuan dan sangat berterima kasih karena di pertemukan oleh Allah dengan orang yang sangat baik.
" Bapak jangan terlalu memuji saya takut jadi besar kepala, ucap Bram dengan sedikit tersenyum.
__ADS_1
"Maaf tuan, maaf Pak kalau saya menyela ucap Rey
" Tapi aku mau mengetahui tentang kedua wanita yang bersama bapak, apakah bapak satu keluarga dengan mereka soalnya sampai sekarang tak ada keluarga yang bisa di hubungi.
"Maaf tuan tuan tapi kalau soal kedua wanita itu sungguh aku tidak tau asal usul mereka karna mereka itu aku temukan di pinggiran kota dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.
" Maksud bapak. Tanya Rey sedangkan Bram hanya diam saja sambil menyimak kalimat demi kalimat yang di ucapkan pak supir tersebut karna cara bicaranya masih kurang jelas mengingat banyak luka yang baru di jahit dan perban di bagian wajahnya.
"Begini tuan,dari kejauhan aku sudah melihat gadis remaja itu sedang bersimpuh di tanah di pinggir jalan dengan kepala seorang wanita paruh baya di pangkuannya sambil menangis terseduh sedih dia melambaikan tangannya akhirnya aku yang sedang tak ada penumpang berhenti lalu turun mendekati mereka setelah aku lihat keadaan wanita paruh baya itu hatiku tiba tiba merasa iba terbayang seandainya aku dan anakku berada dalam keadaan seperti itu.
"Tanpa bertanya aku suruh gadis remaja itu membantu aku untuk mengangkat tubuh yang sudah pucat dan itulah mungkin yang di katakan sekarat.
"Lalu aku akan mengantarkan ke rumah sakit ini akan tetapi tak jauh dari tempat kejadian ibu itu jatuh pingsan sehingga membuat aku jadi panik dan sedikit menaikkan gas tak seberapa lama gadis itu tambah terisak lalu menyuruhku menambah sedikit laju mobil aku pun mengiyakan dengan sesekali menoleh ke belakang dan tiba tiba dari arah yang berlawanan sebuah mobil menghantam kami.
" Lalu.
"Ya sudah aku tak ingat apa apa lagi sekali sadar itu tadi pagi dengan keadaan seperti ini dan terbaring di rumah sakit pada hal niatnya mengantar orang sakit eh... Mala akunya yang masuk.he... he... Nasib... Nasib...
" Baiklah pak silahkan istirahat dan sekali lagi saya sangat minta maaf. Ucap bram.
Sambil bersalaman dan sedikit menyanguhi istri pak supir dengan uang dengan dalih sebagai uang biaya hidup selama suaminya masuk rumah sakit akhirnya ibu itu mau menerima uang satu amplop coklat yang di berikan oleh rey.
"Baiklah bu, bapak kami permisi dulu semoga cepat sembuh nanti kapan kapan lagi kami mampir ke sini.
" Terima kasih tuan.
Setelah dalam perjalanan pulang bram hanya diam lalu rey memecahkan kesunyian di antara mereka.
"Kasihan ibu itu entah apa sebenarnya yang terjadi sampai mereka terdampar di pinggiran kota dengan keadaan sekarat.
"Kita hanya punya satu kunci kehidupan dan asal usul mereka yaitu gadis itu suruh anak buah kamu menjaga gadis itu dan juga ibu itu entah mengapa aku sangat tak ingin ke duanya terjadi apa apa.
" Baik tuan.
"Besok kita harus terbang ke kota yj untuk mengurus sesuatu yang penting setelah itu kita kembali terbang ke luar negeri karna ada pertemuan yang tidak bisa di wakilkan.
" Lalu siapa yang akan mewakili tuan nantinya di sini.
"Biar asisten bapak, tapi besok aku mau menjenguk ibu mira terlebih dahulu aku mau pamit kepadanya dan semoga setelah kita kembali dari sana beliau sudah bangun dari komanya.
"Baiklah tuan aku juga akan ikut siapa tau ada keajaiban besok gadis itu sadar dan sudah bisa melewati masa kritisnya sehingga kita bisa mendapatkan info.
" Jangan di paksakan berikan kenyamanan biar bagaimana pun mereka sedang mengalami shock atau kaget yang luar biasa.
__ADS_1