TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
pertemuan tante mira dan jelita


__ADS_3

BAB 105


Tak lama kemudian bara sudah sampai duluan di tempat di mana selama ini tante mira di rawat dirinya langsung mendapatkan sebuah pelukan hangat dari tante mira.


"Bara..... Tante rindu sayang, ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya yang langsung di sambut oleh bara sehingga terciptalah sebuah pemandangan yang menyejukkan hati.


Sementara tante mira sedang asyik memeluk bara tiba tiba jelita juga muncul dari arah pintu sehingga kedua mata mereka beradu membuat jelita dengan cepat membuang pandangannya ke tempat lain karena jelita sungguh tidak mampu menatap bola mata indah yang selama ini selalu menyejukkan hatinya dan itu jua yang kini sangat di rindukan jelita.


Sedangkan tante mira yang tidak tau apa apa merasa salah paham karena dirinya berpikir jika jelita sangat membenci dirinya sehingga meski hanya sekedar bertatap muka saja jelita sudah tidak mau.


Dengan langkah yang cukup lemah tante mira mulai melepas pelukan bara lalu mendekati jelita yang kini wajahnya dia miringkan menghadap dokter Arya.


Jelita yang hendak memundurkan langkahnya terpaksa berhenti saat kedua tangannya di genggam secara bersamaan oleh bara dan Arya.

__ADS_1


"Kamu jangan lari je.... Hadapi semuanya cobalah berdamai dengan takdir, bisik bara.


" Betul itu jelita, timpal dokter Arya yang masih bisa mendengar ucapan bara.


Jelita kini hanya diam dan berpikir jika apa yang di katakan bara adalah benar.


Sedangkan kelakuan tante mira membuat semua orang kaget karena setelah tiba di depan jelita bukannya memeluk jelita tetapi dirinya malahan menjatuhkan dirinya di depan jelita sambil bersujud dan memeluk ke dua kaki jelita dengan erat sambil menangis memohon kepada jelita.


"Nak... Ampuni ibumu ini , ibu tau...... Ibu salah.... Ibu tidak pantas untuk kau panggil ibu karena ibu memang perempuan pendosa tetapi tolong nak jangan tunjukan kebencianmu kepada ibu karena sungguh ibu tidak mampu melewati semua ini tanpa senyum kalian meski ibu hanya bisa melihat kalian dari jauh tetapi sangat cukup untuk menjadi kekuatan ibu... Hiks... Hiks... Hiks....


"Ibu...tolong jangan seperti ini bu... Je sungguh tidak membenci ibu... Je hanya tidak sanggup melihat mata yang ibu punya sekarang... Ucap je sambil memeluk tante mira yang tiada lain adalah ibu kandungnya sendiri.


Tante mira lantas menegakkan wajahnya dan menakupkan kedua telapak tangannya di wajah jelita.

__ADS_1


"Jika kamu tidak benci kepada ibu tolong tatap ibu je lalu panggil aku seperti tadi.


Tetapi jelita tetap mengarahkan pandangan ke bawah lantai lalu berucap kembali.


" Ibu sungguh aku tidak membenci ibu, je juga tidak marah kepada ibu, je sangat sayang kepada ibu meski apa pun cerita masa lalu ibu dan apa pun yang terjadi saat ini tentang saya bu... Hiks.. Hiks... Hiks... Ucap jelita sambil menangis.


"Tetapi kenapa je... Kamu tidak mau menatap ibu... Tolong je... Maafkan ibu agar ibu juga bisa hidup tenang... Ibu sangat sayang sama kalian nak tetapi keadaan lah yang memaksa kita berpisah, ucap tante mira dengan semakin histeris.


" Sungguh ibu je juga sangat sayang sama ibu.. Hiks.... Hiks.... Hiks..tetapi....Ucapan je menggantung karena terbatuk batuk aku je kembali memeluk erat tante mira dan kembali berucap.


"Ibu... Mata ibu sekarang adalah mata pemberian.... Ucapan jelita kembali menggantung karena bara dengan cepat mengusap kepala jelita sebagai kode jelita pun mengerti.


Tetapi tante mira sejak n merasa ada yang di sembunyikan oleh semua orang sehingga dirinya pun terus bertanya kepada jelita.

__ADS_1


"Mata ibu kenapa nak..... Ucapnya sambil mendorong ke dua pundak jelita dengan lembut, je..... Jawab.... Mata ibu kenapa..... Atau kamu tau siapa pendonor mata ibu yang sebenarnya, mengapa tiba tiba ada pendonor yang ibu dapat bahkan dokter adri pun tidak pernah mau menjawab pertanyaanku dan semuanya di sini tidak ada yang mau memberi tau ibu... Ucap tante mira yang mulai emosi.


"Ibu... Hiks.... Hiks.... Tangis jelita semakin menjadi membuat tante mira memaksa jelita menatap matanya.


__ADS_2