
BAB 45
Di lain tempat yaitu di desa tempat kelahiran bram tepatnya di rumah mewah milik tuan bastian tampak sunyi semenjak ke jadian di mana hari itu bram pergi meninggalkan rumahnya dengan rasa kecewa dan amarah yang sangat besar terhadap keluarganya .
Kini penghuni rumah itu tak lagi bersemangat untuk beraktifitas seperti biasanya.
Apalagi sejak putri bungsunya yaitu amel juga meninggalkan rumahnya dan memulai usahanya di kota rumah itu tampak semakin tak ada lagi kehidupan.
Seperti keadaan hari ini hanya pembantu rumah tangganya saja yang mondar mandir di dalam rumah mewah itu sedangkan pemiliknya sama sekali tidak ada pergerakan .
Tuan bastian hanya bisa duduk di kursi dengan diam sementara ibu siti hanya berkurung di dalam kamar.
Hingga pada akhirnya tuan bastian berpikir jernih dan mencoba bertanya tentang apa yang terjadi dahulu karena di benaknya mengatakan jika kejadian dahulu ada banyak rahasia yang belum di ketahui tetapi dirinya tak berani bertanya karena takut akan apa yang di lakukan dahulu memang sangat lah salah dan akan menjadi penyesalan di hari hari tuanya.
"Tok... Tok.. Tok.. Terdengar suara pintu di ketuk.
Akan tetapi ibu siti sama sekali tak merespon suara ketukan tersebut sehingga tuan bastian harus mengulanginya lagi.
" Tok... Tok... Tok...
Kali ini sudah ada suara terdengar dari dalam sangat parau yang mengatakan jika orang di dalam sana sedang menangis.
"Tolong jangan ganggu saya bi aku lagi mau sendiri.
__ADS_1
" Ini aku ... Jawab tuan bastian
"Nggak usah ganggu aku pa... Aku lagi mau sendiri.
" Tolong buka pintunya, kita bicarakan baik baik. Ucap tuan bastian lagi.
"Mau bicara yang mana lagi pa... Sementara papa tidak mau mendengar cerita masa lalu papa.. Jika papa tidak mau mendengar sepenggal cerita dari saya sebaiknya tidak usah kita saling bicara karena saya sudah tidak sanggup untuk memikul beban yang sangat berat ini dan satu lagi jangan lagi papa menyuruh saya untuk bersandiwara yang hanya melukis dosa dosa di atas jidatku ini.
"Baiklah aku akan mendengarkan cerita dari kamu akan tetapi setelah itu berjanjilah untuk tidak jujur kepada bram.
Tiba tiba terdengar suara pintu di buka
" Kreeek..... Dan keluarlah ibu siti dengan mata yang sudah tampak bengkak sehingga penglihatannya sedikit terganggu.
Dengan wajah tampak lesu tuan bastian mengiayakan permintaan ibu siti.
" Kini mereka sudah duduk di sofa dengan saling berhadapan.
"Ceritalah apa yang kamu ketahui selama ini. Ucap tuan bastian.
Ibu siti pun mulai bercetita dari A sampai Z.
***
__ADS_1
Dulu aku dan mira adalah sahabat yang tak terpisahkan, sejak kedua orang tuanya meninggal mira yang anak bungsu dari dua bersaudara merasa sangat kehilangan kedua orang tuanya sehingga ibu meminta kepada kakak perempuan mira agar untuk sementara mira tinggal bersama kami kakak perempuannya pun mengizinkan dengan senang hati.
Mulai saat itu kami selalu tidur berdua segala sesuatunya kami harus membaginnya menjadi dua tanpa kami sangka jika suami pun kami harus berbagi, ibuku sangat menyayangi mira karena dia anak baik rajin dan patuh serta sopan bila berbicara.
Hingga pada suatu hari kakak perempuan mira datang menjemput mira mengajaknya ikut serta dengannya tinggal di desa tempat kelahiran suami kakaknya sejak saat itu kami putus komunikasi.
Yang terakhir aku dengar suami kakak perempuannya pun menyekolahkan dirinya.
Hingga pada suatu hari aku bertemu dirinya di jalan dan betapa kagetnya aku ketika melihat perut buncit miliknya ,dari jauh dirinya berlari hendak memeluk aku dan menceritakan semua semua yang di alami dirinya.
"Dia menyesal ,sangat menyesal namun sekarang tiada guna, itu ucapnya sambil memeluk erat tubuhku.
Kemudian aku mengajaknya duduk di bawah pohon rindang di dekat pasar dan di situ aku mulai bertanya tentang apa yang sangat di sesalinya.
Dirinya pun menceritakan jika dirinya jatuh cinta dengan pria dewasa yang sudah mapan sakin cintanya apa pun yang di minta lelaki itu dia turuti termasuk ke suciannya tanpa berpikir panjang .
Hingga dirinya harus hamil di luar nikah dan menjadi istri lelaki tersebut tetapi dirinya tidak di Terima menjadi menantu di keluarga orang kaya tersebut.
Mira juga bercerita jika suaminya akan datang maka keluarga suaminya menyuruhnya berpakaian layaknya RATU di ruma itu tetapi jika suaminya sudah kembali ke tempatnya bekerja maka dirinya kembali menjadi babu tanpa belas kasihan jika dirinya sedang hamil tua dia terus di siksa di rumah itu.
Aku sempat bertanya "mengapa tak sekalian ikut suami kamu mir?
Jawabnya cuma tersenyum lalu berkata, sudah berapa kali aku mencoba merengek tapi suamiku tidak mau mengambil keputusan jika ke dua orang tuanya melarangnya.
__ADS_1