
BAB 16
Bram hanya mampu mengusap wajahnya dengan kasar setelah mengingat kejadian itu
"Baiklah kalau begitu kita juga harus memprioritaskan kenyamanan mereka semua soal identitas mereka biarlah kita tunggu sampai waktu yang tepat karna aku juga akan sibuk beberapa hari ke depan dan keberangkatan hari ini di tunda besok saja kita akan keluar kota menyelesaikan urusan yang ada di sana tak baik membiarkannya berlarut larut karna aku yakin masih banyak kurcaci kurcaci yang hidup bebas di dalam perusahaan ku dan itu harus cepat di musnahkan hingga ke akar akarnya.
"Kalau begitu mari tuan biar malam ini aku antar tuan pulang istirahat karna ini sudah larut malam.
Dengan langkah yang gontai Bram meninggalkan ruangan yang di tempati tante mira tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam tiga sore pada hal dia tadi datang hari masih siang.
*****
Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama dua minggu keadaan jelita sudah berangsur membaik namun Bram maupun rey masih belum pernah datang lagi menjenguk mereka.
Benar saja semenjak kepergiannya malam itu keesokan harinya mereka berdua terbang ke luar kota setelah selesai masalah di perusahaan yj mereka lanjut terbang ke negara Eropa guna menghadiri sebuah undangan pertemuan penting dengan koleganya yang harus di hadiri keduanya.
Setelah istirahat sebentar Bram dan rey kembali terbang ke negara asal mereka yaitu di Indonesia setelah berhari hari bahkan berminggu minggu mereka berdua meninggalkan kota tempat peraduan mereka.
"Rey besok suruh Dania kosongkan jadwal kita. Ucap Bram yang sedang duduk bersandar di kursi penumpang mobilnya.
Dania adalah sekretaris Bram yang sudah lama bekerja di tempat Bram.
" Baik tuan.
Setelah itu keduanya membisu dan larut dalam pikiran masing masing hingga sampai di sebuah hunian yang sangat lumayan mewah yaitu rumah Bram Bram lalu turun dari mobil lalu melangkah akan tetapi baru beberapa langkah kakinya melangkah tiba tiba berhenti lalu menoleh ke arah rey yang sudah siap menancap gas karna sudah sangat rindu dengan kasur super empuknya.
"Rey.
" Iya tuan ada apa?
"Besok jangan lupa jemput aku
" Lha.. Bukannya tadi tuan menyuruh saya untuk memberi tau Dania mengosongkan jadwal kita.
"Itu di kantor .
" Lalu besok kemana tuan?
"Ke rumah sakit, jawab Bram lalu pergi berlalu tanpa menunggu Rey menjawab.
" Jam berapa tuan, teriak Rey karna ada rasa jengkel yang timbul di dalam hatinya pada hal dia sudah berangan angan besok tidur puas seharian.
"Jam sepuluh, balas Bram tanpa menoleh karna dia tau jika dia berhenti maka akan ada acara protes dari seorang Rey sang asisten pribadi sekaligus sahabatnya.
__ADS_1
" Uuhhh... Baiklah tuan muda yang tak punya hati besok ku jemput. Ucap Rey lagi sambil bersunggut sunggut .
"Sedangkan Bram hanya menoleh sebentar sambil tersenyum.
Bram kini sudah berada di dalam kamarnya yang luas dan mewah dia sudah membersihkan diri tak lama setelah itu ada suara ketukan pintu dari luar.
" Tok.. Tok... Tok..
"Masuk bi. Tanpa bertanya Bram sudah tau siapa yang mengetuk pintu kamarnya karna hanya bibi dan dua orang pembantu lainnya yang tinggal di rumah itu selain Bram ,akan tetapi mereka adalah laki laki satu satpam dan satu lagi tukan kebun cuma bibi yang di haruskan mendekati kamar itu jika yang lain sedang membutuhkan atau berkepentingan kepada sang majikan maka mereka akan menyampaikan kepada wanita yang sudah tua itu.
"Ada apa bi.
" Ini tuan bibi bawakan teh hangat .
"Makasih bi, letak aja di meja itu. Ucap Bram sambil tersenyum.
" Baik tuan kalau begitu bibi permisi dulu ya.
****
Keesokan harinya tepat jam sepuluh pagi rey sudah berada di halaman rumah Bram dengan wajah terlihat di tekuk benar saja rey memang seakan enggan bangun dari tidurnya namun mengingat akan kebiasaan bossnya yang akan memakinya sampai tujuh turunan dan tujuh tanjakan tanpa mengenal tikungan membuat dirinya terpaksa bangun dari kasur empuknya.
Tak lama kemudian Bram muncul dengan pakaian sudah rapi meski tak serapi jika dia hendak ke kantor karna kali ini Bram tak menggunakan jas mahalnya namun tak mengurangi ke tampanannya yang begitu rupawan , bram menggunakan kemeja lengan panjang yang di gulung sampai siku berwarna putih di padukan dengan celana levi's berwarna biru.
" Pagi juga Rey bagaimana tidurmu?
"Oh...... Jangan tuan kira aku tidur nyenyak semalam.
" Kenapa..... apa ada yang menganggumu?
"Ya.. Ada tuan?
"Siapa...?
" Nyamuk, siapa lagi yang akan mengangguku istri tak punya apa lagi anak.
"Ya.... Makanya cepat cepat nyari biar kamu nggak di ganggu nyamuk lagi tapi kamu yang ganggu istrimu tiap malam minta jatah asupan vitamin.
" Sebenarnya sih udah rencana mau nyari akan tetapi waktunya yang nggak ada sejak mendampingi boss yang single ini.
"Sialan kamu.... Beraninya mengatai aku.
" Kan kenyataan tuan muda Bram,seharusnya laki laki yang sudah berumur tiga puluh tiga tahun itu sudah punya anak kurang lebih dua orang.
__ADS_1
"Alah .... Nggak usah ngolok aku, kamu aja usiamu sama kayak aku tapi kamu juga sama sepertiku.
" Itu karna aku tak mau mendahului atasan ku sebagai tanda betapa aku menghormatimu tuan.
"Gaya..... Ayo berangkat.
" Oke.. Ucap Rey
Tak menunggu lama mobil mereka sudah melaju membelah jalan raya menuju rumah sakit.
Setelah mereka berdua masuk di loby rumah sakit kedua pria tampan itu berbelok di sebuah ruangan yang baru pertama kali di datangi Bram.
Ya Sebelum ke kamar perawatan tante mira dua pemuda yang tampan rupawan itu terlebih dahulu mendatangi kamar wanita mudah yang juga sebagai korban kecelakaan malam itu.
Kini mereka berdua sudah berdiri di depan pintu kamar yang di tempati jelita dengan pelan Rey mengetuk pintu.
"Tok... Tok... Tok...
" Masuk, terdengar suara lirih dari dalam sana mempersilahkan mereka berdua.
"Tak lama kemudian muncul lah dua pemuda yang sangat tampan
" Pagi nona bagaimana kabarnya. Ucap Rey yang sudah mendahului tuannya
Jelita yang yang di tanya hanya menganga karna tak pernah dia sangka akan kedatangan tamu yang menjenguknya apalagi keduanya lelaki tampan dan salah satunya sangat membuat jantung jelita terasa berdenyut kencang karna orang itu mengingatkannya dengan seseorang yang masih saja ada dalam ingatannya yaitu bara
"Deg... Deg...
" Mengapa dia mirip kak bara, monolog jelita di dalam hati dan tak menunggu lama air mata jelita sudah berlinang tak di pungkiri saat saat beginilah dia sangat membutuhkan seseorang sebagai sandaran atas segala kerapuannya kini.
"Lupakan dia jelita kau sungguh tak pantas untuknya. Monolog jelita lagi.
" Maaf nona jika kami menganggu waktu istirahat nona. Ucap Rey lagi
"Ti... Ti.. dak tu...an tuan, ucap jelita dengan terbata bata.
" Pagi juga tuan silahkan duduk.
Bram lalu maju mendekati brangkas tempat di mana jelita sedang duduk dengan linangan air mata yang sudah siap tumpah di pipinya dengan tanpa aba aba jari jemarinya dengan lembut mengusap air mata bening itu, membuat mulut Rey terbuka lebar dan biji matanya seakan ingin melompat keluar seumur umur baru kali ini seorang Bram menyentuh seorang wanita selain ibu dan adik perempuannya apalagi dia melakukan dengan kelembutan.
"Deg... Deg... Deg... Jantung ke duanya berpacu dengan sangat cepat secara bersamaan .
Jelita yang mendapat perlakuan manis seperti itu sentak saja menunduk dan sedikit menggeser posisi duduknya karna merasa terlalu dekat dengan pemuda yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
Berbeda dengan bram yang malah semakin mendekat dengan perlahan dan penuh hati hati menarik tubuh gadis mungil itu lalu merangkulnya tanpa perduli akan hadirnya Rey di antara mereka.