TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
pertemuan 2


__ADS_3

BAB 86


Meskipun jelita sudah mundur dan sudah bersandar di dinding namun bara masih tetap maju untuk mendekati jelita hingga tubuh mereka sudah saling menempel rasa rindu yang membara di hati bara membutakan hatinya yang lemah lembut dan penyayang.


Dengan penuh emosi bara mendekap dan memeluk jelita sambil menangis dan meluahkan rasa yang selama ini terpendam.


"Kak bara tolong lepaskan je... Kak, ucap jelita sambil menangis karena takut bram melihatnya seperti ini.


" Tolong je.. Biarkan seperti ini dulu, kak bara sangat merindukan kamu dan yang perlu kau tau jika kak bara sudah memendam rasa selama bertahun-tahun tahun lamanya, ucap bara sambil terisak


"Tapi kak aku... Aku.. Belum selesai ucapan jelita bara sudah menghentikannya.


" Sssttt... Sudah kamu tidak usah lagi menjelaskan siapa diri kamu karena aku sudah tidak perduli dengan perbedaan kita.


"Kak bara tolong lepaskan je... Kita bicara baik baik kak mengenai masalah ini karena aku sudah tidak mungkin bersama kak bara.

__ADS_1


" apa maksud kamu je... Kamu jangan ngomong begitu, yakinlah kita akan tetap bersama walau apa pun yang terjadi.


"Tapi....


Tiba tiba dokter Arya ikut bicara yang tadinya hanya diam dan terasa bodoh sekarang dia sadar akan apa yang terjadi di depannya.


" Bara sebaiknya lepaskan pelukanmu kasihan jelita dia terasa sesak.


"Diam kamu Arya ternyata selama ini kau yang telah menyembunyikan wanitaku, bentak bara.


" Bara...apa yang kau katakan ,asal kau tau ya aku sungguh tidak tau wajah wanita yang selama ini kamu cari dan juga sungguh aku tidak tau jika wanita yang selama ini kamu cari adalah calon istri dari abang kamu.


"apa maksud kamu Arya berkata seperti itu, jangan mengada ada kamu.


" Saya sedang tidak lagi mengada ada bara, memang jelita lah wanita yang selama ini menjadi calon istrinya bram dan tentunya kamu juga tau bukan jika calon istri bram sedang mengandung anaknya bram dan....

__ADS_1


"Diaaaam...arya cukup.. Jangan kamu lanjutkan karena itu tidak mungkin....


Kini bara dengan derai air mata memutar kembali tubuhnya dan kini dirinya sudah berhadapan dengan jelita.


Perlahan bara meraih kedua pundak jelita sambil menangis dirinya berkata.


" Je... Katakan itu tidak benar dengan apa yang di katakan Arya.. Je...kakak mohon.


Jelita yang sudah ikut menangis dan terasa tubuhnya sedang bergetar seluruhnya berusaha tetap bertahan lalu berucap.


"Kak bara.... Tetapi apa yang di katakan dokter Arya itu adalah benar aku hamil anak mas bram...


Tiba tiba saja bara mengguncang tubuh jelita dengan kuat sambil berteriak.


" Tidak... Itu tidak benar.... Itu salah je.... Arya cinta mereka salah.... Cinta mereka terlarang..... Mereka tidak akan pernah bersatu... Ucapnya dengan teriakan yang lantang.

__ADS_1


Tiba tiba terdengar suara bariton dari arah pintu.


"Baraaaa......apa maksud kamu berkata seperti itu..... Tanya bram yang sudah tersulut emosi karena dirinya melihat perlakuan bara terhadap jelita di CCTV yang tersambung di HP miliknya, dirinya yang baru saja keluar dari ruang meeting terakhirnya sengaja membuka HP miliknya yang sejak tadi pagi di non aktifkan nya dengan niat akan menelpon jelita tetapi siapa sangka jika dirinya merasa penasaran dengan rencana rey dan pada akhirnya dia membuka CCTV yang tersambung dari kamera yang di pasang rey di tas milik jelita.


__ADS_2