TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
tangis jelita


__ADS_3

BAB 56


"Saya Arya sahabat bram sekalian dokter pribadinya.


" Jelita dokter... Ucapnya sambil mengulurkan tangan.


Tetapi tiba tiba bram meraih tangan jelita lalu menciumnya dengan lembut sambil berkata.


"Nggak usah pakai jabat tangan aku nggak akan pernah ridho dunia akhirat kulitmu di sentuh dia dek... Ucap bram sambil melirik...


" Astaga begitu posesif ya kamu bukannya tadi aku sudah menyentuh kulitnya. Timpal dokter Arya...


"Terserah kamu.. Tadi itu aku panik makanya aku biarkan tetapi sekarang jangan coba coba kalau kau masih mau hidup...


" Buset nih bocah.... Menakutkan kalau lagi jatuh cinta.. Gerutu dokter Arya.


"Mas... Udah dong kelahinya sekarang coba jelaskan aku kenapa... Sakit apa...


Bram lalu kembali mendekat dan berucap yang membuat jelita sangat kaget.


" Terima kasih sayang sebentar lagi kita akan punya anak..


"Haaa... Anak... Maksud mas aku..


Ucapan jelita menggantung di udara lalu seketika air matanya mengalir deras sehingga membuat bram yang sedang berbunga bunga menjadi lesu karena beranggapan jelita tidak bahagia dengan kehamilannya.


" Kenapa dek... Apakah kau tidak menginginkan semua ini?


"Bukan mas... Bukan itu tetapi...


" Tetapi apa...

__ADS_1


"apa mas sadar jika anak ini sekarang hadir di saat kita sedang menjaling hubungan yang sudah terlalu jauh dan bahkan kita sudah menghadirkan sosok mahluk hidup di antara kita sedangkan hubungan kita masih tanpa status bagaimana ke depannya mas... Ucap jelita sambil menangis...


" Sayang kamu jangan berfikir macam macam aku pasti akan menikahi kamu.


"Kapan mas...


" Setelah aku ketemu ibu kandungku.


"Jika mas tidak ketemu ibu kandung mas apa anakku ini akan tetap lahir dengan status anak haram mas... Ucap jelita kembali dengan terisak...


" Kamu jangan berkata begitu dek..


Ingat omongan itu adalah doa.. Ucap bram sedikit resah.


"Lalu... Sampai kapan...


" Itu tidak akan lama dek bersabarlah dan jaga kesehatanmu dan calon bayi kita.


"Sampai kapan mas bram... Ucap jelita yang sedang mengharap kepastian.


"apa maksud kamu bram... Jangan bilang ibu siti bukanlah ibu kandung kamu.. Ucap dokter Arya..


" Benar dia memang bukan ibu kandung aku Arya, dia ibu tiri aku yang selama ini di bodohi nya.


"Astaga kamu jangan gurau bram...


" Apakah tampang ku saat ini terlihat sedang gurau Arya...?


"Bagaimana bisa...


" Panjang ceritanya, nanti di lain waktu aku akan bercerita denganmu saat ini aku harus menghubungi rey.

__ADS_1


"Baiklah usahakan secepatnya agar kalian bisa menikah dengan cepat kasihan jelita perutnya semakin hari akan semakin membesar.


" Baiklah aku titip jelita.


"Oke.


" Mas bram mau kemana ?


"Keluar sebentar sayang, aku mau temui rey.


" Baiklah hati hati mas.. Ucap jelita.


"Cup... Cup.. Cup.. Jaga buah cinta kita sayang aku janji kita akan secepatnya menikah.


Jelita hanya menganggukkan kepalanya .


Setelah itu bram pergi berlalu meninggalkan kedua manusia di dalam sana.


Jelita yang hanya terbaring dan diam begitu sangat gelisah sehingga tanpa sadar dirinya terus memutar balikkan badannya , kelakuan jelita tidak lupuk dari tatapan mata dokter rey yang masih setia menemani pasiennya.


" Sudah jangan gelisah begitu, jangan pikirkan hal hal buruk yang akan terjadi ada baiknya kamu berdoa semoga semuanya di lancarkan.


Tetapi aku saat ini sangat takut dokter, aku juga tidak menyangka akan seperti ini.


"Sudahlah jangan di sesali atas apa yang sudah terjadi semua ini sudah di atur yang kuasa.


" Benar kata dokter, seperti pertemuan ku dengan mas bram yang tidak pernah di sangka jika kami akan saling jatuh cinta.


"Memangnya kamu ketemu di mana es batu itu?


" Panjang ceritanya dokter.

__ADS_1


"Nggak apa apa ceritakanlah aku ingin mendengar kisah kalian.


" Baiklah, lalu kemudian jelita dengan semangat bercerita tentang kisah cintanya mulai a sampai z tanpa ada yang terlewatkan.


__ADS_2