
BAB 44
Dengan alasan tidak ada orang yang menjaga diriku di sana.
Sampai dirinya tiba tiba berlutut di depanku lalu berkata aku mohon padamu siti ikutlah bersamaku untuk detik detik terakhirku di rumah itu dan ku mohon jika suatu saat nanti terjadi sesuatu kepada diriku ku mohon jaga dan rawatlah anakku seperti anakmu sendiri, ucapnya lalu kembali menangis.
"Mengapa kau berkata begitu? Yakinlah bahwa rumah tanggamu akan baik baik saja. Ucapku kembali
" Tidak siti semua tidak akan ada yang baik karena hidupku sekarang sudah di ambang ke hancurkan
Lalu dengan mendengar ungkapan mira akhirnya aku berbohong kepada orang tuaku bahwa aku sekolah di kota pada hal tidak,
akan tetapi aku menyamar menjadi seorang pembantu di rumah mertuanya di situlah aku lihat betapa di siksanya mira, hingga pada suatu hari tanpa sengaja aku mendengar percakapan kedua mertua mira yang sedang mengatur siasat untuk menendang mira dari kehidupan anaknya dan keluarganya tanpa mengeluarkan uang untuk biaya perceraian dan segalanya .
setelah selesai berbicara dengan orang suruhannya yang dari kota lalu kembali menelpon putranya yaitu suami mira dan alangkah kagetnya aku ketika mendengar percakapannya dengan putranya yang baru mengabari jika menantunya sudah melahirkan pada hal sang menantu sudah melahirkan sekitar dua minggu lalu.
Saat itu juga aku berpikir bahwa kedua mertua mira memang sangat kejam di saat mira mau melahirkan dia meminta dirinya di antar ke puskesmas dengan lantang ke dua mertuanya berteriak
__ADS_1
"Jalan sendiri kamu ke puskesmas seperti dirimu rela berjalan kaki berkilo kilo meter hanya untuk menemui anakku untuk kau goda. Ucap mertua lelakinya
" Enak saja minta di antar memangnya siapa dirimu kamu hanya babu di rumah ini, sambung Ibu mertua mira.
Lalu kakak ipar mira pun ikut menimpali.
"Kamu kan bikin anak di kandang sapi jadi sana melahirkan di kandang sapi nggak usah sok pake puskesmas segala.
Setelah itu mira di seret di tengah malam yang gelap tanpa cahaya sedikit pun lalu di lempar masuk ke dalam kandang sapi.
Setelah mereka pergi aku datang dengan cara mengendap ngendap mendekati mira dan saat aku datang mira segera menarik aku sambil menangis lalu berkata
Dengan menahan sesak aku mencoba menyalakan senter yang sempat ku tarik di saat aku berlari keluar, lalu mencoba meraba teryata benar kepala bram sudah di muara dengan menangis mira mengajariku.
" Siti aku ngejjan ya... Jika sudah keluar kepala sampai leher tariklah dengan pelan semoga selamat buah deritaku.
Tangisku tidak dapat ku tahan lagi aku menangis begitu pun dengan dirinya sambil menyambut kedatangan bram
__ADS_1
Sekitar dua puluh menit berlalu bram sudah keluar dengan tembuninya dan entah perasaan apa mira sempat pingsan dan aku hanya duduk saja, sampai subuh barulah mira sadarkan diri dengan pelan pelan aku menggendong bayi yang begitu tampan yang masih lengkap dengan tembuninya, lalu satu tanganku menggandeng mira berjalan masuk lewat pintu belakang lalu masuk di kamar pembantu yang biasa jelita tempati bersamaku
Di situlah kami memotong usur pusat bram lalu membersihkannya begitu juga mira.
Dan hari itu juga setelah mertuanya tahu jika mira sudah berhasil melahirkan dengan selamat dirinya menyuruh mira bekerja yang berat berat seperti mencuci dan mengepel lantai, sungguh mira sangat tersiksa.
"Aku kembali ke akhir cerita ya pa?
Setelah menelpon putranya sore itu mira di suruh masuk ke kamar suaminya dengan membawa serta anaknya yang masih bayi sedangkan aku sudah berada di dalam kolom ranjang tanpa ada yang mengetahui termasuk mira.
Yang anehnya mereka semua tiba tiba pergi dan sekitar jam sembilang malam mira kira kira haus dan meminum susu yang sudah di siapkan mertuanya.
Kemungkinan mira masih merasa haus akhirnya dia berjalan perlahan mengambil air putih di lantai bawah lalu membawanya ke kamar sambil berjalan sempoyongan seperti orang mabuk.
Dan benar tebakanku tak lama setelah itu datanglah seorang lelaki besar tinggi membuka semua pakaian mira lalu membuka pakaiannya saat itulah aku keluar tapi aku tidak menyangka jika keluarga suaminya datang dan mengikat aku lalu membawa diriku jauh dan mengancamku, saat itulah aku pulang ke rumah orang tuaku dan tak tahu lagi ceritanya.
Hingga takdir mulai bermain denganku lagi karena lelaki yang di jodohkan denganku tiada lain adalah mantan suami sahabatku.
__ADS_1
Dan aku kembali bertemu dengan mira saat bara sudah kuliah di kota di mana bara saat itu sedang di keroyok di sebuah club malam dan yang membawa ke rumah sakit adalah mira saat itulah aku sering ke kota dengan alasan bertemu bara pada hal aku hanya ingin bertemu mira lalu bercerita banyak hal sehingga dari situ pula aku tau jika mira sengaja di tendang keluar dari keluarga suaminya karena keluarga suaminya sudah menjodohkan suami mira dengan saya maka dari situlah mira meminta saya untuk merawat anaknya.
**bersambung***like jika suka ***